DBD Renggut Nyawa 3 Warga Ponorogo di Awal 2019
ilustrasi demam berdarah. (Solopos-Dok)

Madiunpos.com, PONOROGO -- Sebanyak 73 warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menderita demam berdarah dengue (DBD) selama awal tahun 2019. Bahkan, tiga penderita DBD di antaranya meninggal dunia.

Data yang dikutip Madiunpos.com dari siaran pers Pemkab Ponorogo, Rabu (23/1/2019), selama dua pekan pada bulan Januari 2019 tercatat ada 73 orang yang dinyatakan suspect DBD. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini, mengatakan 73 orang suspect DBD itu dibuktikan dengan pemeriksaan darah.

"Kami selalu melakukan pelacakan yang terjangkit DBD dan untuk jumlah pastinya ada 73 orang yang terjangkit," kata dia, Selasa (22/1/2019).

Rahayu Kusdarini menyampaikan jumlah kasus penderita DBD cukup tinggi karena kondisi cuaca tidak menentu. Halmitu menyebabkan air menggenang dan itu menjadi sarang nyamuk.

Menurut dia, untuk mengatasi permasalahan DBD ini tidak hanya dengan cara fogging, melainkan juga bisa dilakukan dengan cara pemberantasan sarang nyamuk. Sehingga pertumbuhan nyamuk bisa dihentikan.

"Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Tapi untuk jentik-jentik nyamuk juga harus diberantas dengan cara PSN. Yaitu dengan membuang genangan-genangan air, menutup tempat yang berpotensi untuk dijadikan sarang nyamuk," jelas dia.

Untuk memberantas nyamuk, kata Rahayu, pemkab telah melakukan fogging di dua sampai tiga titik setiap hari. Saat ini telah ada 22 titik yang di-fogging.

Dengan banyaknya kasus DBD yang terjadi, ia berharap masyarakat juga melakukan PSN. PSN bisa dilakukan sepekan sekali.

"Ibarat perang, kita harus mengebom sarangnya," ujar Rahayu. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom