Daya Saing Rektor Asing

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/7/2019). Esai ini karya Ahmad Saifuddin, dosen IAIN Surakarta, psikolog pendidikan, dan Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com.

Solopos.com, SOLO — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, kembali melontarkan wacana tentang rektor asing. Wacana ini sebenarnya bukan wacana baru karena pernah dikemukakan pada 2016.

Saat ini Nasir kembali mengangkat wacana tersebut karena menilai kualitas pendidikan tinggi di Indonesia tidak ada perkembangan yang signifikan. Nasir menyoroti hanya ada sedikit perguruan tinggi Indonesia yang punya daya saing dunia, misalnya Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.

Ia menganggap daya saing perguruan tinggi di Indonesia harus ditingkatkan. Sebagai salah satu upaya untuk mencapai daya saing dunia tersebut adalah merekrut akademisi asing untuk dijadikan rektor. Ide ini bercermin dari beberapa perguruan tinggi di luar negeri yang daya saingnya meningkat tajam ketika dipimpin oleh rektor asing.

Tujuan penting untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di kancah internasional memang sudah saatnya diupayakan, tetapi wacana mendatangkan akademisi asing dan diangkat sebagai rektor perlu peninjauan ulang. Setidaknya ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan terkait wacana tersebut.

Mikrosistem dan Makrosistem

Pertama, proses pendidikan dipengaruhi banyak faktor. Proses pendidikan terkait dengan mikrosistem (perguruan tinggi itu sendiri) dan makrosistem (kebijakan pemerintah dan budaya). Apakah perguruan tinggi yang sukses dipimpin rektor asing tersebut merupakan suatu fenomena yang bisa digeneralisasi ke seluruh perguruan tinggi?

Proses pendidikan berkaitan dengan banyak faktor, bukan hanya rektor. Faktor lain misalnya etos, kebijakan, dan kepribadian setiap pihak yang menjalani proses pendidikan tersebut. Semua itu juga turut memengaruhi proses pendidikan.

Rektor asing sebagai salah satu faktor bisa saja tidak berpengaruh jika tidak disertai pembenahan di sektor lainnya, baik di sektor mikrosistem maupun makrosistem. Kedua, kesiapan dipimpin rektor asing.

Kesiapan ini sangat terkait dengan sumber daya dan karakteristik setiap pihak yang terlibat dalam proses pendidikan di perguruan tinggi. Muncul permasalahan baru apabila pihak-pihak tersebut belum siap dipimpin rektor asing.

Pemerintah memang memiliki otoritas atau wewenang untuk menciptakan kebijakan, tetapi perlu dipahami bahwa kebijakan hendaknya muncul dari kajian yang komprehensif dan seminimal mungkin mengandung unsur paksaan.

Berbagai kemungkinan kesulitan yang muncul dan dihadapi oleh berbagai pihak dalam perguruan tinggi ketika dipimpin rektor asing harus diantisipasi untuk menghindari munculnya permasalahan baru.

Menginternalisasi Kelebihan

Ketiga, rektor asing hendaknya tidak memunculkan pola pikir dikotomi dan perasaan inferior. Persepsi semacam ini perlu diantisipasi karena terkait dengan rasa percaya diri. Apakah benar-benar tidak ada akademisi Indonesia yang mampu mendongkrak daya saing perguruan tinggi ketika menjadi rektor?

Pasti sebenarnya ada, apakah kompetensi dan kapasitasnya belum optimal sehingga perlu dioptimalkan? Dengan demikian, apabila memang kompetensi para akademisi tersebut dapat dioptimalkan dengan beberapa strategi, akan lebih baik mengadakan program demikian.

Dikotomi tentang ”asing” lebih maju dan ”diri sendiri” seolah-olah tidak lagi memiliki kapasitas perlu dihindari. Stereotip semacam ini berpotensi memunculkan rasa inferior masyarakat Indonesia. Perasaan inferior bisa menyebabkan karakter masyarakat Indonesia melemah.

Keempat, pendidikan berkaitan dengan tipe kepribadian dan kebudayaan. Setiap masyarakat di berbagai belahan dunia memiliki tipe kepribadian, pola pikir, dan kebudayaan yang berbeda-beda. Ketika ada suatu stimulus yang sama, ada kemungkinan banyak bentuk respons dari berbagai budaya dan kepribadian.

Begitu pula tentang rektor asing. Bisa jadi di suatu negara, rektor asing menjadi stimulus yang bisa memunculkan perilaku positif sehingga mampu menaikkan daya saing secara signifikan. Di negara lain rektor asing bisa jadi tidak mampu menjadi stimulus untuk memodifikasi perilaku pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan di perguruan tinggi.

Memodifikasi Pola Pikir

Maka dari itu, rektor bukan faktor tunggal dalam upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Dengan demikian, jauh lebih penting untuk memodifikasi pola pikir dan perilaku setiap pihak yang terlibat dalam perguruan tinggi sehingga mampu mengubah iklim akademis. Pada akhirnya, daya saing yang tinggi bisa dicapai.

Kelima, potensi kesenjangan. Andaikan rektor asing berhasil meningkatkan daya saing perguruan tinggi di Indonesia, maka rektor asing semakin mendapatkan ruang di perguruan tinggi di Indonesia. Program tersebut bukan tidak mungkin digeneralisasi di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Kondisi tersebut nantinya akan berpotensi memunculkan kesenjangan antara akademisi asing dengan akademisi Indonesia. Akademisi asing memang memiliki kelebihan yang bisa jadi tidak dimiliki akademisi Indonesia, tetapi kelebihan tersebut bukan berarti membuat kita harus menyisihkan akademisi Indonesia.

Kelebihan akademisi asing bukan berarti tidak bisa ditiru. Hal yang lebih penting untuk dipikirkan adalah tentang cara menginternalisasi kelebihan akademisi asing ke dalam diri akademisi Indonesia sehingga mampu meningkatkan daya saing pendidikan Indonesia di kancah internasional.

Berdasarkan berbagai penjelasan tersebut, wacana mempekerjakan  rektor asing hendaknya ditinjau ulang dan didasarkan atas kajian yang komprehensif. Jangan sampai kebijakan yang diciptakan dan diterapkan memunculkan masalah baru karena hanya mempertimbangkan satu aspek dan tanpa kajian mendalam.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Persis Solo Jadi Tim Unggulan Liga 2, Rival Punya Motivasi Tambahan

Atta Halilintar menegaskan timnya tetap optimistis meski berada di Grup C yang notabene grup neraka.

Pengumuman! PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya

Program PLN yang menawarkan diskon tambah daya kepada para pelanggannya ini diluncurkan untuk menyambut HUT ke-76 Kemerdekaan RI.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Haduh! Dua Cincin Nyangkut di Alat Kelamin Suami, Kok Bisa Sih?

Waduh seorang suami di Malaysia harus dilarikan ke rumah sakit karena alat kelami atau penisnya tersangkut dua buah cincin.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Ansari Kadir, Dulu Sering Gagal Bisnis Kini Punya 100 Outlet

Kini Sang Pisang telah memiliki 100 outlet termasuk di Malaysia.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Hukum Onani dengan Bantuan Istri dalam Islam, Apakah Diperbolehkan?

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai hukum onani dengan bantuan tangan istri menurut Islam. Apakah diperbolehkan atau dilarang?

Sponsor Persis Solo Berlimpah, Ini Jumlah dan Macamnya

Keberadaan Kaesang Pangarep bak magnet yang mendorong Persis Solo memiliki finansial berlimpah.

Hasil Liga 1 2021-2022: Derbi Kalimatan, Borneo FC vs Barito Putera Bermain Imbang 1-1

Barito Putera unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Muhammad Luthfi Kamal

Bukti Keberhasilan Pemberdayaan BUMDes, Semen Gresik Raih Nusantara CSR Awards 2021

Program CSR Semen Gresik telah memberikan kebermanfaatan, diantaranya mendorong penurunan angka kemiskinan di area perusahaan.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Gubernur Anies Larang Rokok Dipajang, Produsen Menjerit

Seruan Gubernur direalisasikan dalam bentuk penindakan oleh Satpol PP DKI Jakarta.

Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.