Dawet Okra, Kuliner Unik dan Sehat Khas Sragen

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sasmito Tani di Dukuh Mayah RT 23, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Sragen mengubah buah okra menjadi dawet okra yang kaya manfaat.

 Hasil produksi dawet okra di Sragen. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Hasil produksi dawet okra di Sragen. (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Berangkat dari tidak disukainya jenis sayuran ini, Surini mengolah sayuran berlendir ini menjadi dawet. Minuman manis dari okra ini menjadi salah satu pilihan oleh-oleh khas Sragen.

“Biasanya okra ini dimasak sebagai sayur, namun karena teksturnya berlendir kebanyakan orang jadi tidak suka. Kalaupun dimakan dijadikan lalapan dan dimakan mentah,” ungkap Rini sapaan akrabnya saat ditemui Solopos.com di tokonya pada Kamis (11/8/2022)

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Rini adalah Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sasmito Tani di Dukuh Mayah RT 23, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Sragen.

Terdapat 60 orang yang tergabung dalam KWT ini. Mereka mulai merintis produksi dawet okra ini mulai dari 2015.

Baca Juga: Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

“Dulu di sepanjang rumah di Dukuh Mayah ini, setiap depan rumah menanam sayuran di polibag. Karena dapat bantuan benih sayuran dari dinas pertanian. Biasanya sayuran tersebut dikonsumsi sendiri ataupun langsung dijual, salah satunya okra,” tambah Rini.

Solopos.com berkesempatan mencicipi dawet okra tersebut. Tidak seperti mengonsumsi sayuran, tipikal rasa manis dan kenyal menjadi sensasi tersendiri dalam dawet okra tersebut. Warna kuning keemasan dari dawet okra juga menambah daya tarik.

Rini mengaku bahan baku yang ia butuhkan berasal dari warga sekitar, dengan harga Rp20.000 per kilogram untuk sayur okra. Kemudian ketika sudah menjadi dawet, satu botol dengan 330ml dijual dengan harga Rp5.000 per botol.

Dalam satu hari bisa memproduksi rata-rata 50 botol dengan 50 kilogram okra per bulan.

Baca Juga: Ini Dia Kuliner yang Bisa Anda Coba Saat ke Gunung Kemukus Sragen

Namun, Rini mengaku juga memproduksi berdasarkan pesanan. Pesanan yang datang tidak hanya dari wilayah Kabupaten Sragen, tetapi dari Jakarta, Kalimantan, dan lainnya.

Selain memenuhi pesanan dawet okra, Rini juga menjual okra yang belum diolah menjadi dawet. Jadi hanya okra yang sudah diblender, ia jual seharga Rp4.000 per botol.

Tidak ada tambahan gula, sehingga pesanan khusus ini datang biasanya dari orang yang ingin menjaga kesehatan. Karena tidak ada tambahan gula, tentu rasanya tidak manis, dan tekstur kenyal yang tidak terasa saat meminumnya.

Proses pembuatan dawet okra ini dimulai dengan memetik okra yang sudah cukup umur, namun tidak terlalu tua sehingga okra tidak terlalu keras ketika diolah.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1995, Warung di Alas Karet Kedawung Sragen Tetap Eksis

Okra yang sudah dipetik kemudian dicuci dahulu untuk menghilangkan glugut tersebut, kemudian dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil untuk diblender. Dalam proses ini sudah terlihat lendir yang keluar dari okra tersebut yang cukup banyak.

Adonan okra tersebut kemudian disaring untuk memisahkan antara ampas dan sari patinya. Kemudian untuk memasak diperlukan gula yang sudah dicairkan, gula yang dipakai adalah gula batu dan gula aren, sebelum digunakan adonan cair gula tersebut disaring terlebih dahulu. Serta tambahan agar-agar. Perbandingan yang digunakan 1:1:1.

“Adonan gula dan agar-agar dimasak terlebih dahulu, ditunggu hingga mendidih kemudian dimasukan okra yang sudah diblender tadi. Tidak perlu waktu lama hingga masak, kurang dari 30 menit. Setelah masak, dituang ke baskom hingga dingin dan mengeras. Kemudian bisa dicetak dan siap dikemas,” terang Surayem salah satu anggota KWT Sasmito Tani.

Untuk ketahanan produk, dalam suhu ruangan dawet okra bisa disimpan satu hingga dua hari. Dalam penyimpanan di kulkas tahan hingga satu pekan, dan ketika disimpan dalam freezer bisa tahan hingga berbulan-bulan.

Baca Juga: Meriah! Ratusan Orang Kunjungi Bedoro Festival Fair Sambungmacan Sragen

Tanaman okra sendiri mulai berbuah dalam waktu tiga bulan ditanam, dan panen buahnya sekitar satu hingga dua pekan. Tidak ada perawatan khusus untuk tanaman okra ini, hanya pupuk kandang dan penyiraman setiap harinya.

Selain dawet okra, Rini juga memproduksi dawet kelor dengan proses pembuatan yang hampir sama. Tapi warna yang dihasilkan berbeda, hijau pekat menjadi ciri khasnya. Aneka keripik juga diproduksi oleh Rini, yaitu keripik singkong, keripik pisang, keripik nangka, keripik jamur, dan lainnya.

KWT Sasmito Tani  juga pernah meraih juara I dalam kategori pelaku ketahanan pangan, Kelompok Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) tingkat provinisi pada 2015. Memperoleh Piagam Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara. Sebelumnya pada 2014 memperoleh juara II.

Berdasarkan laman halodoc.com, dalam adrtikel yang terbit pada 19 Maret 2020, manfaat rutin dari mengonsumsi okra adalah:

-menurunkan kadar gula darah

-menurunkan kolesterol

-mencegah osteoporosis

-kaya antioksidan

-kandungan antikanker

-baik untuk ibu hamil

-menyehatkan pencernaan.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      380 Juru Parkir di Sragen Ditarget Setoran Rp1,2 Miliar

      Sebanyak 380 orang juru parkir yang menyebar di sembilan kecamatan di Bumi Sukowati ditarget bisa setor ke pendapatan asli daerah (PAD) sebanyak Rp1,2 miliar pada 2022 ini.

      Agenda Berkebaya Bersama Ibu Negara Siang Ini, Cek Lokasi Parkirnya

      Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo menutup Jl. Slamet Riyadi selama kegiatan Berkebaya Bersama Ibu Negara, Minggu (2/10/2022). Ada 10 fasilitas parkir yang tersedia.

      Heroik, Tim Damkar Klaten Selamatkan Kucing yang Sepekan Terjebak di Sumur

      Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten melakukan penyelamatan seekor kucing yang tercebur sumur sedalam belasan meter di Desa Kanoman, Kecamatan Karangnongko.

      Polres Wonogiri Serahkan Dua Ton Beras kepada Warga Miskin

      Polres Wonogiri menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras sebanyak dua ton kepada 200 warga miskin di Wonogiri, Jumat (30/9/2022).

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Minggu (2/10/2022), bisa disimak di sini.

      Konser Solo Batik Music Festival, Kemeriahan Musik dalam Nuansa Batik

      Konser musik dalam ajang Solo Batik Music Festival 2022 di Pamedan Pura Mangkunegaran, Sabtu (1/10/2022) malam berlangsung meriah dengan penampilan sejumlah musisi dan grup band papan atas Tanah Air.

      Jangan Lupa Bawa Payung, Prakiraan Cuaca Klaten Hari Ini bakal Hujan Lebat

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini, Minggu 2 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Minggu Ini: Hujan Lebat sejak Sore

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini, Minggu 2 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Hati-Hati di Jalan! Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini Hujan Lebat sejak Sore

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Minggu (2/10/2022) yakni berawan pada pagi hari, kemudian hujan lebat mulai sore hingga malam hari.

      Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini: bakal Hujan Lebat Pukul 16.00 WIB

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini pada Minggu (2/10/2022) menurut prakiraan BMKG bakal hujan lebat pada sore hari.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 2 Oktober 2022, Masih Diwarnai Hujan Lebat

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Minggu (2/10/2022), bisa Anda simak di sini.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 2 Oktober 2022, Masih Tak Bersahabat

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Minggu (2/10/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Solo Minggu 2 Oktober, BMKG Prediksi Berawan dan Hujan

      Prakiraan cuaca dari BMKG pada Minggu (2/10/2022) memprediksi Solo bakal berawan kemudian hujan sejak siang hingga malam.

      Jenazah KH Dian Nafi' akan Dimakamkan di Kompleks Ponpes Al-Muayyad Windan

      Jenazah tokoh perdamaian Kota Solo sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muayyad Windan, Sukoharjo, KH Muhammad Dian Nafi', akan dimakamkan di kompleks Ponpes pada Minggu (2/10/2022).

      Tepat saat Hari Batik Nasional, Westlife Gelar Konser di Candi Prambanan Klaten

      Westlife gelar konser di Candi Prambanan tepat saat Hari Batik Nasional, Minggu (2/10/2022) malam.