Kategori: Boyolali

Data RTS-PM Dinilai Tak Akurat


Solopos.com/ Oriza Vilosa/JIBI/SOLOPOS
Ilustrasi (Rudi Hartono/JIBI/SOLOPOS)

BOYOLALI--Data daftar rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) di Desa Tawengan, Kecamatan Sambi, dinilai tak akurat.

Hal itu terpantau dari melesetnya relevansi data RTS-PM yang dipakai sebagai acuan pemberian bantuan beras bagi warga miskin (Raskin).

Kaur Kesra Desa Tawengan, Dwi Ahmadi, mengatakan terdapat pengurangan penerima Raskin di desanya dalam periode Juni-Desember 2012. Semula terdapat 184 kepala keluarga (KK) miskin penerima bantuan itu. Namun sejak daftar baru dirilis tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan, penerima Raskin di Tawengan berkurang menjadi 84 KK.

“Kurang lebih 50 [KK yang dinilai termasuk dalam daftar itu],” kata Dwi Ahmadi kepada Solopos.com di kantornya, Senin (22/10/2012).

Dalam kesempatan sama, Kades Tawengan, Muslih Edy Wibowo, mengaku sempat mempertanyakan masalah itu di beberapa kesempatan saat pertemuan membahas hal terkait. Namun saat ini, dirinya secara normative hanya bisa mendistribusikan Raskin sesuai data yang ada.

Padahal secara kasat mata, lanjut dia, terdapat warga yang layak mendapatkan bantuan itu dibanding beberapa warga penerima lainnya yang dipandang lebih mampu. Beberapa warga yang dinilainya pantas menerima itu adalah warga yang hidup sebatangkara ditambah keterbatasan mental.

“Di [Dukuh] Pondok ada dua yang mengalami keterbelakangan mental tapi juga tak termasuk dalam daftar, yakni Lamiyem dan Salamah. Ada juga di [Dukuh] Perengan, Warno,” imbuhnya.

Kaur Bang Tawengan, Syamsudin, menambahkan, data warga miskin di desanya tersurat berjumlah 245 KK dari total 751 KK di desa tersebut. Sebagai informasi, desa yang terletak di sebelah barat pusat pemerintahan Kecamatan Sambi itu berpenduduk 2.777 jiwa.

“Mayoritas mata pencaharian warga adalah bertani,” ungkap Syamsudin.

Share
Dipublikasikan oleh
Tutut Indrawati