Bangunan tertimpa baliho di sekitar Palang Joglo, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (11/12/2019). (Solopos-Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah bangunan di sekitar Palang Joglo, Kecamatan Banjarsari, Solo, rusak akibat hujan deras beserta angin kencang, Selasa (10/12/2019) sore klemarin. Data bencana akan segera dilaporkan ke Wali Kota Solo.

Berdasarkan pantauan solopos.com, Rabu (11/12), dua bangunan di tertimpa baliho besar. Pipa besi tampak penyek tidak kuat menyangga beban. Bangunan yang dipakai untuk tempat usaha tato tampak dikunci gembok dan kondisi atap hancur.

Dahan pohon yang tumbang di tepi jalan dibersihkan petugas Dinas Lingkungan Hidup Solo. Sementara atap dan plafon Kelurahan Nusukan rusak diterjang angin.

Penjaga pintu perlintasan kereta api di Joglo, Fajar, 29, menjelaskan hujan lebat mengakibatkan sejumlah baliho roboh sekitar pukul 16.30 WIB.

"Saat hujan saya fokus menjaga peralatan di lantai dua karena hujan sangat deras. Ketika hujan kami siaga menjaga palang pintu kereta. Ada suara saya kira palang kereta ditabrak kendaraan. Ternyata baliho ambruk," lujarnya.

Lurah Nusukan, Utik Sri Wahyuni, menjelaskan, tim baru melakukan pendataan bangunan rusak. Dia menjelaskan data yang dihimpun akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Solo.

"Petugas sudah mengecek bangunan rusak. Kami segera melaporkan kepada Wali Kota. Kami juga sudah memanggil tukang untuk memperbaiki atap kantor kelurahan yang rusak," ungkapnya.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 10.30 WIB, sejumlah bangunan rusak. Kemudian Atap kantor Kelurahan Nusukan, Puskesmas Nusukan, atap gazebo Taman Cerdas Nusukan juga mengalami kerusakan. Pohon tumbang berada di sekitar Lapangan Prawit Nusukan, Jl. Adi Sumarmo, Jl. Ki Mangun Sarkoro, dan Jl. Kol. Sugiono.

Kasubbid Kepatuhan Bidang Penagihan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD)  Solo, Andri Wahyudi, menjelaskan sudah mengetahui baliho ambruk sejak kemarin malam. Pemilik rumah yang terdampak akan mendapat ganti rugi dari biro iklan sesuai kesepakatan.

"Ada empat baliho yang roboh di sekitar Palang Joglo karena pusat angin berada di sana," ujarnya

Menurut Andri, tiang yang belum dievakuasi akan segera dievakuasi oleh biro iklan.

"Baliho berada di lahan milik perorangan," jelas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten