Data Kartu Keluarga di Sragen Belum Tentu Valid, Ini Penyebabnya

Ketidakvalidan data kartu keluarga karena sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) terpusat.

 Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto (kiri) dan Kepala BPS Sragen Cahyo Kristiono (kanan) menjadi narasumber dalam diskusi terkait dengan rencana Regsosek di Hotel Front One Sragen, Rabu (21/9/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto (kiri) dan Kepala BPS Sragen Cahyo Kristiono (kanan) menjadi narasumber dalam diskusi terkait dengan rencana Regsosek di Hotel Front One Sragen, Rabu (21/9/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN—Data kartu keluarga (KK) di masyarakat belum tentu valid.

Petugas sensus Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Badan Pusat Statistik (BPS) harus bersinergi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sragen untuk verifikasi KK di masyarakat dalam proses sensus Regsosek.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Penjelasan itu diungkapkan Kepala Dispendukcapil Sragen Adi Siswanto saat dihubungi Solopos.com, Kamis (22/9/2022).

Persoalan itu sempat diungkapkan Adi dalam diskui bersama BPS di Hotel Front One Sragen pada Rabu (21/9/2022).

Dia menjelaskan data kependudukan itu sangat dinamis sehingga akurasi datanya masih dipertanyakan.

Dia mengatakan beberapa hari lalu pernah menemukan seseorang yang pensiun menjadi pegawai selama 19 tahun, tetapi baru memperbarui data kependudukannya pada 2022 ini ketika yang bersangkutan terbentur masalah yang berkaitan dengan elemen data kependudukan.

“Intinya kalau petugas sensus BPS dalam Regsosek turun ke desa dan warga menunjukkan KK maka elemen data dalam KK itu belum tentu valid sesuai dengan data kependudukan yang sebenarnya. Pada 2021 lalu ada perubahan aplikasi pada Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terpusat sehingga data di KK yang ada di masyarakat belum sesuai dengan data di Dispendukcapil. Oleh karenanya harus ada koordinasi dengan komunikasi yang dintensif antara BPS dengan Dispendukcapil terkait validasi KK ini,” jelas Adi.

Adi menjelaskan tidak validnya KK itu karena terkait SIAK terpusat.

Dia mengatakan tidak validnya KK itu kemungkinan disebabkan adanya dua nomor induk kependudukan (NIK) karena kemungkinan data dirinya tercatat di dua daerah yang berbeda, misalnya di Sragen dan di Semarang atau kota lain.

“Di Sragen mengaku belum pernah perekaman dan menggunakan data yang berbeda. Hal ini akan bisa ditelusuri dengan menggunakan biometrik, yakni teknologi verifikasi yang menggunakan identitas biologis dari seseorang,” jelasnya.

Dia melanjutkan tidak validnya KK selanjutnya terkait dengan elemen data perkawinan. Dia mengungkapkan pada SIAK lama belum ada elemen data tanggal perkawinan tetapi pada SIAK terpusat ada elemen data tersebut.

Sepanjang yang bersangkutan menikah secara sah dan dibuktikan dengan surat nikah, terang dia, maka bisa teridentifikasi validitasnya dalam KK. Dia mengatakan bila yang bersangkutan nikah siri maka tidak akan tervalidasi karena tidak bisa dibuktikan dengan surat nikah.

“Validitas KK yang kedua itu berkaitan dengan jenjang pendidikan. Sebenarnya yang bersangkutan sudah S1 tetapi dalam KK kadang masih tercatat SMA atau SMK. Belum lagi berkaitan dengan pekerjaan, awalnya swasta kemudian menjadi pegawai atau TNI/Polri. Sebaliknya awalnya pegawai kemudian pensiun. Perubahan status pekerjaan itu tidak serta merta orang langsung mengubah elemen data di KK,” jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, mendukung adanya sinergi antara BPS dengan Dispendukcapil. Dia melihat paparan BPS bahwa Regsosek dimulai 2022, kemudian integrasi data dilakukan di 2023, dan stabilitas sistem baru di 2024.

Dia mengusulkan stabilitas sistem data itu seharusnya dipercepat di 2023 karena data kependudukan di Indonesia itu dinamis setiap hari.

Sementara Kepala BPS Sragen Cahyo Kristiono senang dengan masukan yang ada dan siap untuk bersinergi dengan Dispendukcapil Sragen dalam pelaksanaan Regsosek 2022.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.

      HUT Ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo Undang Tukang Becak Makan Bersama

      Dalam rangka memperingati HUT ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo mengundang tukang becak, pemulung, penyapu jalanan, dan petugas kebersihan makan bersama.

      Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini: Berawan lalu Gerimis saat Sore

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Rabu (5/10/2022), diprediksi berawan saat pagi hingga siang kemudian hujan dengan intensitas ringan saat sore.

      Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini: Aman! Berawan Pagi hingga Malam

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini, Rabu (5/10/2022) diprediksi berawan sepanjang hari menurut BMKG.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022, Lebih Bersahabat

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022, Dominan Berawan

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda simak di sini.

      Prakiraan Cuaca Solo Rabu 5 Oktober: Berawan Sepanjang Hari dan Tidak Hujan

      Prakiraan cuaca Kota Solo pada Rabu (5/10/2022) ini menurut prakiraan cuaca dari BMKG akan berawan sepanjang dan tidak ada potensi hujan.

      Prakiraan Cuaca Klaten Hari Rabu Ini: Berawan Sepanjang Hari

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini Rabu 5 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Rabu Ini: Berawan Pagi-Malam

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Rabu 5 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Los Dol hingga Medot Janji, Denny Caknan Hibur 3.000 Penonton di Sekaten Solo

      Penyanyi asal Ngawi, Denny Caknan, sukses menghibur ribuan penonton lewat lagu-lagu andalannya di panggung hiburan Sekaten di Alkid Keraton Solo, Selasa (4/10/2022) malam.

      4 Oknum TNI-Polri Tertangkap Curi Kabel Telkom di Solo, Warganet: Ngisin-isini!

      Warganet dibuat geram dengan ulah empat anggota TNI-Polri yang terlibat komplotan tukang curi kabel Telkom di Solo.

      Jelang Muktamar Muhammadiyah di Solo, Pimpinan-Dosen UMS Dilarang Keluar Kota

      Rektor UMS Sofyan Anif melarang civitas akademika UMS khususnya pimpinan dan dosen untuk keluar kota menjelang pelaksanaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah.

      Secuil Cerita dari Mereka yang Memilih Seni Tradisi di Wonogiri

      Agus Subakir, 40, mendirikan Komunitas Janggleng di Desa Bulusari, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada 2009.