Darul Amal Karanganyar Jadi Percontohan Pesantren Siaga Candi 2020
Forkopimda Karanganyar meninjau Ponpes Darul Amal di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso,  yang dicanangkan sebagai Pesantren Siaga Candi 2020 pada Jumat (24/7/2020). (Istimewa/Dokumentasi Polres Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR--Forkopimda Karanganyar mencanangkan Ponpes Darul Amal di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, sebagai Pesantren Siaga Candi 2020 pada Jumat (24/7/2020).

Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Amal menjadi pelopor pelaksanaan program Pesantren Siaga Candi 2020. Program tersebut dicanangkan Polda Jateng 2020.

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi bersama Bupati Karanganyar Juliyatmono meninjau kompleks ponpes pada Jumat pagi. Hadir juga Dandim 0727/Karanganyar Letkol (Inf) Andi Amin Latama, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo, dan Kajari Karanganyar Ahmad Muhdor.

Update Covid-19 Karanganyar: Delapan Sembuh, tetapi Enam Orang Positif

"Rangkaian acara yang dilaksanakan Polda Jateng. Tujuannya untuk meningkatkan pencegahan persebaran Covid-19. Utamanya di lingkungan ponpes," ujar Kapolres melalui siaran pers yang diterima Solopos.com, Jumat (24/7/2020).

Kapolres menyebut pemerintah melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan dai kamtibmas bekerja sama melakukan berbagai upaya mencegah persebaran Covid-19 di Karanganyar. Salah satu upaya menggandeng ponpes yang menjadi lokasi penyelenggaraan pendidikan berbasis agama.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan harapan terhadap pencanangan Pesantren Siaga Candi 2020. Seperti program sebelumnya, Kampung Siaga Candi 2020, dinilai mampu meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat ikut serta menjaga lingkungan masing-masing selama pandemi Covid-19.

Lewat Colomadu Enggak Pakai Masker? Siap-Siap Hafalkan Pancasila, Push Up, hingga Squat Jump

"Pondok pesantren ini pastinya akan meningkatkan taraf pendidikan agama di daerah serta mewujudkan ketahanan masyarakat di berbagai bidang, khususnya pada masa pandemi Covid-19. Semoga santri dan penghuni ponpes bisa menerapkan adaptasi kebiasaan baru, yakni new normal itu," tutur Juliyatmono melalui siaran pers yang diterima Solopos.com dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karanganyar.

 

Kenormalan Baru

Ketua Dai Kamtibmas Karanganyar, Hafidzi, menuturkan peresmian program Pesantren Siaga Candi 2020 ini sebagai langkah awal pembelajaran para santri di era kenormalan baru.

"Pembelajaran dengan menerapkan protokol kesehatan. Menolak dan menghindari penyakit lebih diutamakan daripada berbuat kebaikan. Sehingga di ponpes ini akan terus menerapkan kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan,” tutur dia seperti dikutip Solopos.com dari siaran pers Diskominfo Karanganyar.

Polda Jateng Terjunkan 15.295 Anggota Kawal Pilkada 2020



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom