Dari Jembatan Bacem Hingga Setan Merah, Ini 7 Mitos Seputar Sungai Bengawan Solo
Jembatan Bacem di Sungai Bengawan Solo, Telukan, Grogol, Sukoharjo. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO -- Seperti banyak tempat lain yang punya sejarah panjang di Indonesia, Sungai Bengawan Solo tak lepas dari berbagai mitos yang berkembang di kalangan masyarakat sekitar.

Sungai Bengawan Solo adalah sungai terpanjang di Pulau Jawa. Sungai tersebut melintasi dua provinsi, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di balik keindahannya terdapat misteri yang tersimpan dalam mitos kepercayaan masyarakat di sepanjang Bengawan Solo.

Mitos yang berkembang di masyarakat terkait Bengawan Solo ini salah satunya terungkap dalam video unggahan channel Pen History di saluran berbagi video Youtube pada 12 Oktober 2019 silam.

Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Bebas Bersyarat Besok

Ada tujuh mitos terkait Sungai Bengawan Solo yang diungkap channel Youtube tersebut. Pertama, sang Ratu Ular. Konon katanya pada suatu hari seorang pria datang ke Sungai Bengawan Solo.

Tiba-tiba sosok siluman ular memakai mahkota muncul di hadapannya. “Siluman ular tersebut meminta tumbal padanya untuk dijadikan budak,” cerita pengelola channel di video tersebut.

Si Ratu Ular

Namun, pria itu ternyata sakti sehingga dapat mengalahkan si Ratu Ular. Ratu gaib itu pun bersumpah akan mengganggu setiap manusia, kecuali orang-orang yang sudah mencelupkan kaki ke sungai itu terlebih dahulu.

Setelah Pilkada Solo 2020, Ketua Tikus Pithi Bidik Pilpres 2024, Jadi Calon Presiden?

Kedua, mitos seputar Jembatan Bacem di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo. Tempat itu dipercaya masyarakat sebagai lokasi penjagalan para tahanan diduga anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketiga, pohon donoloyo di Jembatan Keramat, Dukuh Demangan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Jembatan tersebut menghubungkan desa yang dipisahkan anak Sungai Bengawan Solo.

Pada sekitar 2004 sampai 2005, warga setempat bermaksud merehab jembatan tersebut. Namun, mereka tidak pernah berhasil karena jembatannya selalu roboh.

Warga Klaten Positif Corona Tambah 3 Orang, 2 Di Luar Kota

Konon, ada penunggu di pohon donoloyo yang terletak tak jauh dari sana. Mitos keempat terkait Sungai Bengawan Solo yakni si Setan Merah.

Pengelola channel Pen History bercerita tentang seorang wanita yang akan pulang ke rumah setelah membantu hajatan saudaranya. Wanita itu berjalan melewati belakang rumah sang saudara yang dipercaya angker. Setelah sampai rumah, ia langsung tertidur.

Keesokan harinya, suami wanita itu tidak dapat menemukannya di rumah. Ternyata perempuan tadi berada di tengah sungai yang memiliki arus deras. Ia tidak ingat apa pun yang telah menimpanya. Konon, ia telah dirasuki Setan Merah.

Malam 1 Sura, Polisi Solo Razia Besar-Besaran, Ada Apa Ya?

Siluman Buaya Putih

Mitos kelima seputar Sungai Bengawan Solo yakni siluman buaya putih di suatu desa. Siluman itu mengincar orang-orang yang mandi di Sungai Bengawan Solo. “Hanya pengunjung yang diincar, bukan warga desa,” ujar pengelola channel tersebut.

Keenam, bunga elo yang dipercaya menghiasi Sungai Bengawan Solo. Masyarakat memercayainya sebagai tumbuhan yang memiliki kekuatan gaib. Konon katanya, keinginan orang yang bisa melihat bunga tersebut dapat terkabul.

Pulang dari Sulawesi, Nenek-Nenek Sambungmacan Sragen Positif Corona

Ketujuh, sumur tua berdiameter 6 meter di tengah Sungai Bengawan Solo. “Konon, awalnya sumur tersebut berada di tepi sungai,” ucap si pengelola channel Pen History di Youtube.

Namun, sekarang sumur itu berada di tengah sungai. Bagaimana bisa? Si pengelola channel pun menyampaikan perkiraannya, yakni hal itu terjadi sebagai akibat proses alam.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom