Dari 86 Desa, Baru 23 Desa di Sleman Miliki BUMDes

 Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok)

SOLOPOS.COM - Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok)

Ada sejumlah desa yang menganggap tidak penting keberadaan BUMDes

Harianjogja.com, SLEMAN-Tidak semua desa di Sleman memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ada banyak faktor yang memengaruhinya.

PromosiAnak Pandai Besi, Soichiro Wujudkan Mimpi Raih Sukses Bersama Honda

Kepala Seksi Pemgembangan Potensi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sleman Didik Daru Suryo S mengatakan, sejak 2013 dari 86 desa hanya 23 desa yang memiliki BUMDes. Kondisi tersebut disebabkan sejumlah faktor.

Ada sejumlah desa yang menganggap tidak penting keberadaan BUMDes. Hal itu dikarenakan UU Desa tidak mewajibkannya. Dalam UU Desa, kata Didik, pembentukan BUMDes ada klausul Pemdes dapat membentuk BUMDes.

“Kata dapat ini yang dinilai tidak penting. Padahal itu merupakan peluang bagi desa untuk dapat mengembangkan potensinya. Butuh kesadaran dari Pemdes untuk membentuk BUMDes,” kata Didik kepada Harian Jogja, Senin (20/11/2017).

Selain itu, lajut dia, selama ini potensi desa banyak dikelola oleh perangkat desa. Kemungkinan ada ketidakrelaan jika potensi yang dimiliki desa untuk dikelola orang BUMDes. Misalnya terkait pengelolaan tanah kas desa (TKD).

Faktor lain, tidak adanya kekompakan baik Pemdes maupun Badan Perwakilan Desa (BPD) untuj membentuk BUMDes. “Ini muatannya lebih politis. Ada tarik ulur, ini paling sering terjadi,” katanya.

Penyebab lainnya, terletak pada masalah permodalan, SDM yang ditempatkan di BUMDes dan lainnya. Padahal tidak ada ketentuan modal awal BUMDes harus besar. Faktor-faktor tersebut menyebabkan banyak Desa yang sampai saat ini belum memiliki BUMDes.

“Padahal dengan adanya Dana Desa, Pemdes bisa memanfaatkannya untuk membentuk BUMDes. Ini tinggal bagaimana Desa mau melakukan itu,” ujarnya.

Menurutnya, masing-masing desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk membentuk BUMDes. Syarat pendiriannya pun mudah, Pemdes hanya menyediakan lahan atau lokasi unit-unit usaha yang akan dikembangkan. “Syaratnya hanya menggunakan TKD bukan tanah pribadi. Desa tinggal membentuk tim untuk mengkaji potensi-potensi usaha yang dapat dijalankan oleh BUMDes,” terangnya.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan mendorong agar setiap desa memiliki BUMDes. Tahun depan ditargetkan lima hingga tujuh desa memiliki BUMDes. “Ini penting untuk kemandirian desa. Kalau aset ekonomi dikelola BUMDes, pengelolaannya lebih transparan sebab yang mengelola bukan Pemdes,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Pasar Kelet Jepara Kebakaran, 4 Kios Ludes Terbakar

Pasar Kelet yang ada di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengalami kebakaran.

Digosipkan dengan Raffi Ahmad, Siapa Mimi Bayuh?

Nama Mimi Bayuh menjadi sorotan setelah muncul gosip selingkuh dengan Raffi Ahmad, siapa wanita ini?

Viral! Cerita Wisatawan Dipaksa Naik Jip ke Bunker Kaliadem Merapi

Rombongan wisatawan yang hendak ke obyek Bunker Kaliadem dipaksa untuk menggunakan jasa mobil jip, cerita itu kemudian viral di media sosial.

Dapat Tugas Menangani Minyak Goreng, Benarkah Luhut Punya Usaha Sawit?

Mendapat tugas untuk mengatasi masalah minyak goreng, apakah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan punya perkebunan sawit?

Jalan Dakwah Habib Novel Alaydrus

Habib Novel Alaydrus adalah tokoh Islam asal Solo yang menghidupi umat dengan dakwah sejuk.

30 Tahun Dewa 19 Berkarya: Nostalgia dan Rejuvenasi di Kota Asal

Grup band Dewa 19 menyajikan perpaduan nostalgia dan rejuvenasi atau peremajaan untuk merayakan 30 tahun berkarya di belantika musik Indonesia.

All New Tracker RS, SUV Kecil dari Chevrolet

Chevrolet mengenalkan sport utility vehicle atau SUV berukuran kecil, All New Tracker RS khusus untuk pasar otomotif di China.

Begini Serunya Kejuaraan Karapan Sapi di Sampang Jatim

Kejuaraan digelar dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan sekaligus ajang promosi wisata

Johnny Depp Menyangkal Testimoni Amber Heard

Pada Rabu (25/5/2022), Johnny Depp dan pengacara menyangkal testimoni Amber Heard yang mengklaim sang aktor melakukan kekerasan fisik.

Warga Keluhkan Jalan Rusak, Ini Penjelasan Sekda Ponorogo

Warga mengeluhkan kondisi jalan rusak yang ada di beberapa titik di Ponorogo.

Kian Menjanjikan, Begini Kiat Bisnis Usaha Bunga Papan

Pernikahan adik Jokowi, yakni Idayati, dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman menggerakkan ekonomi Solo termasuk bisnis bunga papan.

Timnas Indonesia U-19 Bawa 22 Pemain ke Toulon Cup, 2 dari Persis Solo

Timnas Indonesia U-19 telah menuntaskan pemusatan latihan di Stadion Madya Senayan Jakarta sejak 16 Mei 2022 untuk menghadapi Toulon Cup Prancis.

Kenapa Wanita Hamil Ngidam? Ini Penjelasannya

Tidak sedikit wanita hamil mengalami ngidam atau ingin menyantap makanan tertentu, kenapa hal ini bisa terjadi?

Ini Momen Presiden Jokowi Lepas Masker saat Bertemu Warga Solo

Presiden membagikan bantuan modal kepada pedagang di Pasar Gede dan Pasar Harjodaksino Solo

Sambut HUT ke-25, Solopos Salurkan Bantuan ke PSAA Hosana Karanganyar

Solopos Media Group menyalurkan bantuan ke PSAA Hosana di Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, dalam rangka HUT ke-25 Solopos.