Ilustrasi Kebakaran (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, KLATEN -- https://soloraya.solopos.com/read/20181024/493/948028/pabrik-mebel-ceper-klaten-terbakar" title="Pabrik Mebel Ceper Klaten Terbakar">Kebakaran terjadi di rumah Sulistya Bagya, 52, warga Jetisan, Jimus, Polanharjo, Klaten, Senin (3/6/2019) dini hari. Akibatnya bagian dapur rumah tersebut ludes dilalap si jago merah.

Kebakaran ini menambah jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Bersinar selama Ramadan 2019 menjadi sembilan kejadian. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, musibah kebakaran terjadi saat Sulistya memasak santapan sahur menggunakan kayu bakar.

Lokasi tungku berdekatan dengan kayu bakar. Di tengah memasak itu, Sulistya meninggalkan dapur untuk menjalankan salat malam.

Lantaran jarak tungku dengan kayu bakar sangat dekat, percikan api mengenai tumpukan kayu bakar. Hal itu mengakibatkan dapur rumah ukuran 3 meter x 10 meter terbakar.

Petugas pemadam https://soloraya.solopos.com/read/20181004/493/943766/2-kebakaran-dalam-sehari-hanguskan-bengkel-dan-rumah-klaten" title="2 Kebakaran Dalam Sehari Hanguskan Bengkel dan Rumah Klaten">kebakaran (damkar) yang memperoleh laporan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Kobaran api dapat dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB.

“Total kerugian akibat kebakaran di Jimus itu ditaksir senilai Rp2 juta,” kata Kapolsek Polanharjo, AKP Sugeng Handoko, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, kepada Solopos.com, Senin.

Salah satu petugas Damkar Klaten, Edi Setyawan, mengatakan kobaran api di dapur milik warga di Jimus mulai dipadamkan pukul 01.45 WIB. Luas total rumah milik warga Jimus yang dapurnya terbakar kurang lebih 11 meter x 15 meter.

“Laporan kebakaran di Jimus kami terima pukul 01.30 WIB. Jumlah mobil damkar yang dikerahkan ada dua unit,” katanya.

Edi Setyawan mengatakan total musibah https://soloraya.solopos.com/read/20180912/493/939329/korsleting-listrik-sebabkan-separuh-rumah-warga-klaten-hangus" title="Korsleting Listrik Sebabkan Separuh Rumah Warga Klaten Hangus">kebakaran dalam waktu satu bulan terakhir mencapai sembilan kejadian. Sebagian besar lokasi kejadian berada di permukiman warga.

“Penyebabnya ada yang korsleting dan tungku/kompor saat memasak. Ada juga yang disebabkan oven kayu [usaha mebel] dan usaha penggorengan keripik serta toko kelontong yang menjual bahan bakar minyak [BBM]. Sedangkan kejadian kebakaran lainnya melanda rumpun bambu, peternakan kandang ayam, dan los tembakau,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten