Ilustrasi TPS Pemilu (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SUKOHARJO-Kontestasi elektoral antarcalon legislatif (caleg) di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 meliputi Kecamatan Bulu, Weru dan Tawangsari diprediksi tak berbeda jauh dibanding saat Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Para caleg petahana yang memiliki basis suara dan konstituen kuat diperkirakan masih berjaya pada Pileg 2019. Mereka bakal bersaing dengan caleg baru untuk memperebutkan delapan kursi parlemen.

PDIP diperkirakan masih menjadi partai politik (parpol) yang mendominasi perolehan suara pemilu. Partai berlambang banteng moncong putih ini hampir menguasai kursi parlemen di setiap dapil di Sukoharjo. Pada Pileg 2014, PDIP mampu meraih empat kursi di dapil 2. Sementara sisanya diraih Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang masing-masing meraih satu kursi.

Sebagian besar pemilih di dapil 2 merupakan masyarakat perdesaan dan akar rumput atau grass root. Tak dapat dipungkiri, jumlah masyarakat level bawah di masing-masing desa di wilayah Weru, Bulu dan Tawangsari cukup banyak. “Tak ada strategi khusus untuk meraup suara pemilih karena saya sudah memiliki jaringan konstituen yang sangat kuat. Saya dan konstituen memiliki ikatan emosional sehingga tak khawatir basis pemilih pindah ke calon lain,” kata caleg petahana asal PDIP, Sutomo, saat berbincang dengan Solopos, Minggu (24/3/2019).

Sutomo mengaku hampir setiap hari menyambangi kegiatan-kegiatan masyarakat di setiap desa. Dia berinteraksi langsung dengan masyarakat level bawah untuk menyerap aspirasi sekaligus menyosialisasikan visi dan misinya.

Pendekatan personal itu diyakini mampu menarik simpati masyarakat yang berimplikasi saat coblosan. Kuatnya basis suara caleg petahana diperkokoh dengan soliditas relasi sukarelawan yang tersebar di tiga wilayah. “Target perolehan kursi bertambah satu kursi menjadi lima kursi pada Pileg 2019. Insya Allah dapat tercapai kendati kondisi politik sekarang jauh berbeda dibanding lima tahun lalu," ujar dia.

Sementara itu, caleg petahana lainnya asal PAN, Narno Raharjo, menyatakan faktor figur politik menjadi kunci utama untuk menarik simpati masyarakat. Saat ini, masyarakat cenderung memilih figur politik dibanding parpol.

Menurut Narno, kuatnya basis suara caleg yang tersebar di sejumlah desa dipengaruhi figur politik. Dia juga kerap menyambangi rumah-rumah penduduk yang dinilai lebih efektif dan efisien menarik simpati para pemilih. “Strategi door to door paling jitu untuk mengenalkan visi dan misi caleg. Hal ini saya terapkan agar masyarakat paham visi dan misi saya jika kembali diberi amanah sebagai wakil rakyat,” papar dia.

Para caleg baru, lanjut Narno, tak menjadi ancaman serius saat kontestasi pemilu pada April mendatang. Narno menargetkan PAN mampu mempertahankan satu kursi legislatif dengan perolehan suara di atas 10.000 suara di dapil 2.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten