Dapat Asimilasi Covid-19, 26 Napi LP Kedungpane Semarang Dinyatakan Bebas
Ilustrasi narapidana. (JIBI/Harianjogja.com/Dok.)

Solopos.com, SEMARANG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Semarang atau yang populer disebut LP Kedungpane kembali membebaskan narapidana (napi) sebagai dampak pandemi Covid-19. Total ada 26 napi yang mendapat kebebasan melalui program asimiliasi di rumah dan bebas bersyarat,
Kamis (14/1/2021).

Kepala LP Kelas I Semarang, Dadi Mulyadi, menilai asimilasi itu menjadi langkah tepat agar tidak ada penularan Covid-19 di dalam LP. Terlebih, saat ini LP merupakan lokasi yang sangat rentan terjadinya penularan Covid-19. Selain itu, asimilasi ini merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Hukum dan HAM
(Menkumham) No.32/2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Wow, Ada Penampakan Awan Lentikular Merah Saat Merapi Keluarkan Lava Pijar

“Asimilasi itu diberikan agar napi bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka tidak diperbolehkan keluar rumah sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani di atas meterai enam ribu. Selain itu, mereka tetap dipantau oleh petugas Pembimbing Kemasyarakatan [PK] Balai Pemasyarakatan secara daring,” jelas Dadi, dalam keterangan resminya.

Bukan Residivis

Ke-26 napi yang dipulangkan ini telah memenuhi syarat mendapat asimilasi. Selain itu, mereka bukanlah napi yang melakukan pengulangan tindak pidana atau residivis, serta bukan pidana lebih dari satu perkara. “Nantinya ada penambahan jumlah napi yang bebas asimilasi. Namun masih menunggu hasil putusan inkrah dari pengadilan dan syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi,” imbuhnya.

Jalur Pendakian Gunung Lawu Masih Dibuka Selama PPKM Loh Lur

Kriteria asimilasi, lanjut Dadi, diberikan kepada napi yang telah menjalani setengah masa pidana. Kriteria lainnya, napi bukanlah merupakan napi tindak pidana khusus seperti narkoba dengan hukuman di atas lima tahun penjara, korupsi, teroris, pembunuhan, pencurian dengan kekerasan (curas), kesusilaan, kesusilaan terhadap anak, kejahatan terhadap negara, kejahatan hak asasi manusia, maupun kejahatan transnasional terorganisasi.

Sebanyak 26 napi yang mendapat asimilasi Covid-19 itu selanjutnya diserahkan kepada Balai Pemasyarakat dan keluarga sebagai penjamin. Penjamin nantinya turut berperan untuk mengawasi dan memantau napi selama menjalani asimilasi di rumah.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom