Danrem Warastratama Ungkap Persiapan TNI Sambut New Normal di Soloraya
Kolonel (Inf) Rano Tilaar. (Solopos-Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO -- Danrem 074 Warastratama saat ini dijabat oleh Kolonel (Inf) Rano Tilaar menggantikan Brigjen TNI Rafael Granada Baay yang menjabat Aspotwil Kaskogabwilhan I dalam serah terima jabatan di Aula Makodam IV Diponegoro, Selasa (23/6/2020).

Pengawasan ke lokasi pusat konsentrasi masyarakat atau tempat umum dalam menjalankan kepatuhan protokol kesehatan sesuai instruksi masyarakat menjadi agenda terdekat Danrem 074 Warastratama.

"Dalam kenormalan baru saat ini akses-akses masuk atau keluar Soloraya sudah diizinkan. Namun, kami dilibatkan pengawasan lokasi publik yang harus patuh pada protokol kesehatan. Ingat, pandemi Covid-19 belum selesai, belum ada negara yang mengatakan pandemi telah usai," ujar Kolonel Inf Rano Tilaar saat dijumpai wartawan, Jumat (26/6/2020).

Tak Ada Anggaran Protokol Kesehatan, Wali Kota Solo: Pilkada 2020 Ditunda Saja!

Danrem menyebut berdasarkan data, beberapa lokasi di Indonesia masih masuk dalam kategori zona merah. Termasuk, di beberapa lokasi masih ada peningkatan jumlah.

Ia menambahkan dalam kenormalan baru personel TNI bakal ditempatkan di beberapa lokasi seperti pusat perbelanjaan.

Tim Gugus Tugas

Namun, TNI bergerak sesuai leading sector yakni Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19. Sehingga, lanjut Danrem Warastratama, TNI bersifat membantu sesuai permintaan Tim Gugus Tugas.

Load Factor KA Prameks Solo-Jogja Nyaris 100% Di Era New Normal

Sementara itu, jelang Pilkada di wilayah Soloraya, kata Rano Tilaar, jajaran Korem 074 Warastratama siap dalam membantu Polri terkait pengamanan di wilayah Soloraya.

"Saya sebagai Danrem 074 Warastratama menyampaikan sudah jelas dari pimpinan tertinggi bahwa TNI dilarang melaksanakan politik praktis. Apabila kami membantu Polri dalam menghadapi dan mengantisipasi gejolak dalam Pilkada akan kami lakukan," imbuh Danrem.

Aturan Nikah di Solo: Pengantin Boleh Tak Pakai Masker Tapi Tanpa Salaman

Ia menegaskan apabila ada oknum anggota TNI yang terlibat dalam politik praktis, sudah ada hukum yang jelas.

Danrem menegaskan tidak hanya menindak oknum itu sesuai hukum disiplin, namun akan dilanjutkan ke Pengadilan Militer apabila layak.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho