Danone Gandeng ACT Bangun Hunian untuk Pengungsi Donggala
Danone menggandeng ACT membangun hunian di Donggala (Istimewa-ACT Indonesia)

Solopos.com, JAKARTA - Kepedulian kepada Sulawesi Tengah pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi akhir September silam sampai saat ini masih mengalir. Datang dari berbagai pihak, mereka hadir untuk mengawal dan mempercepat proses pemulihan yang diprediksi memakan waktu dan biaya yang tak sedikit. Tak terkecuali Danone Indonesia, perusahaan yang memegang grup Aqua, Nutricia, dan lain-lain.

Pada Kamis (13/12/2018), Danone Indonesia menyalurkan kepeduliannya untuk Sulteng melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT). Bantuan kemanusiaan sebesar hampir Rp4 miliar itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS). Menggandeng ACT, Danone akan membangun 96 unit hunian di Desa Maleni, Banawa, Donggala bagian barat, Sulteng.

Selain Hunian Nyaman Terpadu, Danone Indonesia juga membangun fasilitas pendidikan untuk anak usia dini, fasilitas kesehatan, kebersihan juga dapur umum. General Secretary Danone Indonesia Vera Sugijanto menyampaikan, panggilan kemanusiaan menggerakkan Danone Indonesia untuk terlibat dalam penyaluran bantuan bagi penyintas bencana di Sulteng.

"Sebagai unit usaha yang sudah puluhan tahun beroperasi di Indonesia, sudah menjadi panggilan Danone untuk turut aktif membantu saudara-saudara kami di Palu dan Donggala yang mengalami musibah luar biasa ini," ungkap Vera. Untuk bencana di Sulteng, Danone Indonesia telah aktif membersamai penyintas gempa, tsunami, dan likuifaksi sejak masa tanggap darurat.

 Danone menggandeng ACT membangun hunian di Donggala  (Istimewa-ACT Indonesia)

Di masa tanggap darurat lalu, Danone melalui ACT memasok bantuan logistik untuk korban gempa di Sulteng. Natura itu langsung dikirim ke gudang ACT yang berada di wilayah Palu Timur dan Kantor Cabang ACT Palu yang ada di Jalan Mohammad Hatta, Kecamatan Palu Selatan, Palu, Sulteng. Layanan makan gratis dari Humanity Food Truck ACT juga disalurkan bersamaan dengan air bersih.

Dukungan yang Danone berikan ini, imbuh Vera, merupakan kumpulan sumbangsih berbagai pihak di Danone, mulai dari kantor pusat Danone di Paris, kantor regional Danone di Asia, dan juga donasi karyawan Danone di Indonesia. "Mereka semua tergerak untuk bisa membantu. Ini sejalan dengan semangat kami di Danone untuk selalu membantu sesama, terlebih lagi di Indonesia di mana kegiatan dan produk Danone sudah menjadi bagian keseharian banyak masyarakat di Indonesia," tutur Vera.

Ia juga berterima kasih kepada ACT yang telah merancang program Hunian Nyaman Terpadu atau ICS. "Semoga dengan dibangunnya ICS dapat meringankan beban masyarakat Sulteng, dan kami akan terus mengawal edukasi nutrisi, kesehatan, dan kebersihan lingkungan kepada masyarkat dan anak-anak di sana,” pungkas Vera.

Mukhti selaku Direktur Kemitraan ACT bersyukur dan mengapresiasi atas kepedulian Danone untuk masyarakat terdampak bencana di Sulteng yang terus mengalir hingga kini. Menurut Mukhti, dampak bencana di Palu dan Donggala amat besar, melebihi dampak bencana di Lombok. Hampir semua sendi kehidupan di Palu lumpuh, terlihat dari krisis yang melingkupi wilayah tersebut selama masa tanggap darurat bahkan hingga masa pemulihan kini.

"Diperlukan sinergi kepedulian yang besar dalam menangani pemulihan pascabencana di Sulawesi Tengah. Alhamdulillah, Danone kembali berkolaborasi dengan ACT untuk bersama membantu korban bencana di Sulteng. Ini menandakan betapa besarnya empati dan kepedulian berbagai elemen masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudaranya yang tertimpa bencana di Sulteng," ujar Mukhti.

Mukhti juga berharap, semoga animo kepedulian ini dapat menginspirasi berbagai elemen bangsa, untuk terus membersamai warga Palu, Donggala, dan Sigi hingga kondisi benar-benar pulih.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom