Danlanud Iswahjudi Ajak Pelajar Madiun Raya Mendaftar di SMA Pradita Dirgantara Boyolali
Puluhan pelajar SMP dari Magetan, Madiun, Ponorogo mengikuti Sosialisasi SMA Pradita Dirgantara di Lanud Iswahjudi Magetan, Senin (29/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Danlanud Iswahjudi Magetan akan memfasilitasi kebutuhan pelajar yang akan mendaftar di SMA Pradita Dirgantara.

Solopos.com, MAGETAN -- Komandan Lanud (Danlanud) Iswahjudi Magetan, Marsma TNI Samsul Rizal, mengajak pelajar lulusan SMP/sederajat di wilayah Madiun Raya untuk mendaftar di SMA Pradita Dirgantara. Dia menyampaikan seluruh biaya pendidikan bagi siswa SMA Pradita Dirgantara akan ditanggung Yayasan TNI Angkatan Udara.

SMA Pradita Dirgantara beralamat di Jl. Cendrawasih No. 4, Ngresep, Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sekolah itu merupakan sekolah unggulan pertama yang didirikan yayasan TNI AU.

Samsul menyampaikan SMA Pradita Dirgantara ini baru membuka pendaftaran pada tahun 2018 ini. Pendaftaran siswa baru berakhir pada tanggal 31 Januari 2018. Samsul menuturkan pihaknya akan memfasilitasi siswa dari wilayah Madiun Raya yang akan mendaftar di SMA Pradita Dirgantara.

"Kami akan memfasilitasi supaya para calon siswa asal Madiun Raya mudah melakukan pendaftaran, verifikasi, hingga seleksi. Fasilitasi itu berupa biaya transportasi hingga pendampingan. Tanggal 31 Januari 2018 akhir pendaftaran," jelas dia seusai acara Sosialisasi SMA Pradita Dirgantara di Lanud Iswahjudi Magetan, Senin (29/1/2018).

Untuk biaya pendidikan seluruh siswa pada angkatan pertama ini, kata Samsul, akan digratiskan. Selain itu, seluruh siswa juga akan diasramakan dan biaya makan ditanggung pihak yayasan TNI Angkatan Udara. Setahu dia, untuk biaya masuk sekolah ini senilai Rp40 juta dan biaya semester Rp3,5 juta.

"Jadi seluruh siswa akan digratiskan," ujar dia.

Namun, kata Samsul, untuk masuk ke SMA ini ada seleksi cukup ketat sehingga hanya siswa berprestasi yang dapat masuk menjadi siswa SMA Pradita Dirgantara. Kuota yang disediakan untuk angkatan pertama yaitu 150 kursi.

Mengenai kurikulum di sekolah ini yaitu penggabungan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum 2017. Meskipun berada di bawah naungan yayasan TNI AU, namun pendidikan yang diterapkan di sekolah ini tidak ada unsur militeristik dan lebih humanis.

"Dalam sosialisasi ini kami ingin memperkenalkan dan mengajak pelajar di wilayah Madiun untuk mendaftar di sekolah unggulan ini," terang dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom