Dana Reses DPRD Karanganyar Senilai Rp1 Miliar Dialihkan Untuk Pencegahan Covid-19
Ilustrasi virus corona atau covid-19 (Freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dana reses tahap I untuk 45 anggota DPRD Kabupaten Karanganyar senilai Rp1,080 miliar akan digeser untuk sosialisasi dan pencegahan Covid-19.

Uang itu akan digunakan membeli alat kesehatan, masker, disinfektan, sembako, dan lain-lain.

Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo, menuturkan pimpinan DPRD menggelar rapat dengan Sekda, Inspektorat, BKD, Bagian Hukum Setda Karanganyar, dan lain-lain di kompleks Kantor DPRD pada Kamis (2/4/2020) lalu.

Rapat membahas regulasi dan administrasi penggunaan anggaran untuk kebutuhan darurat sesuai kondisi saat ini.

Pakar Matematika UNS Solo: Ledakan Pandemi Corona Terjadi Awal Mei, Mudik Jadi Pemicu

"Fokus kami anggaran reses digeser untuk pencegahan Covid-19 di Karanganyar. Misal untuk beli alat kesehatan, masker, disinfektan, dan sembako lalu diberikan kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi," kata Bagus saat dihubungi Solopos.com melalui telepon selular, Jumat (3/4/2020).

Dana reses per anggota DPRD Karanganyar kurang lebih Rp24 juta. Dengan jumlah anggota 45 orang berarti totalnya sekitar Rp1 miliar.

"Nah itu kami kaji regulasi pergeseran dananya. Dana untuk makan, minum, sewa sound system, alat, dan mengumpulkan orang selama reses digeser," lanjut Bagus.

Rapid Test 6 ODP Sukoharjo Positif Corona, 4 Orang Tanpa Gejala

Menurut Bagus, Bagian Hukum Setda Kabupaten Karanganyar tidak menyoal apabila dana reses digeser untuk kegiatan pencegahan Covid-19. Dengan catatan pengadaan barang dilakukan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) menggunakan indeks harga yang wajar.

Sosialisasi Sesuai Dapil

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Tony Hatmoko. Anggota DPRD Karanganyar memiliki jatah dana reses tiga kali dalam satu tahun. Reses tahap I seharusnya cair pada pekan empat Maret.

Reses tahap I tidak dapat dilaksanakan karena masa tanggap darurat wabah Covid-19.

"Nah dana reses tahap I itu dialihkan untuk sosialisasi dan pencegahan Covid-19 di Karanganyar. Tetap DPRD yang melaksanakan ke lapangan, ke daerah pemilihan. Tetapi sasaran kami warga pada dapil yang terdampak Covid-19," ungkap Tony saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

PDP Corona Asal Banyuanyar Solo Meninggal Dunia

Tony mengaku mendapat masukan perihal peralatan pendukung untuk memantau dan mengecek kesehatan warga terutama pemudik. Ribuan pemudik dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan wilayah lain di Indonesia maupun luar negeri sudah sampai Karanganyar.

Dia berharap bantuan dari pemerintah dalam bentuk apa pun dapat menumbuhkan optimistisme dan semangat gotong royong dalam upaya pencegahan wabah Covid-19.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom