Tutup Iklan

Dana Insentif Pemkot Solo Anjlok, dari Rp78 Miliar Jadi Rp21 Miliar

Dana insentif daerah (DID) yang diterima Pemkot Solo sebagai bentuk penghargaan atas raihan opini WTP tahun ini malah anjlok drastis.

 Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Solo, Hartana, menyerahkan plakat dan penghargaan opini WTP kali ke-11 atas LKPD 2020 kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, di Balai Kota Solo, Selasa (19/10/2021) siang. (Istimewa/Humas Pemkot)

SOLOPOS.COM - Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Solo, Hartana, menyerahkan plakat dan penghargaan opini WTP kali ke-11 atas LKPD 2020 kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, di Balai Kota Solo, Selasa (19/10/2021) siang. (Istimewa/Humas Pemkot)

Solopos.com, SOLO — Dana Insentif Daerah (DID) yang diterima Pemkot Solo dari pemerintah pusat pada 2021 ini anjlok jika dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal Pemkot Solo mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020 untuk kali ke-11 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

DID merupakan bentuk penghargaan atas opini WTP itu yang dicapai suatu daerah. Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, Pemkot Solo tahun ini memperoleh DID senilai Rp21 miliar. Sedangkan tahun lalu, Pemkot menerima DID senilai Rp78 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, mengatakan DID dikhususkan untuk bidang kesehatan, pendidikan, dan perekonomian. “Ya, berkurang karena keuangan pemerintah pusat juga terdampak Pandemi Covid-19. Tahun lalu WTP sepuluh tahun, DID yang kami terima Rp78 miliar. Tahun ini hanya Rp21 miliar,” kata Ahyani kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga: 11 Siswanya Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Kepala SMPN 8 Solo

Ahyani menambahkan rencananya dana insentif daerah itu akan digunakan Pemkot Solo untuk penanganan Pandemi Covid-19, seperti di bidang kesehatan dan pendidikan. Ia menyebut nilai DID tak tentu lantaran nilainya ditentukan pusat.

Pendidikan dan Kesehatan

“Tahun ini dan ke depan hanya Rp21 miliar. Tapi yang penting masih ada. Kemarin itu untuk pendidikan dan kesehatan. Sebenarnya satu lagi untuk pemulihan ekonomi. Kami harus sharing untuk pendidikan dan kesehatan karena masih Covid-19. Ya untuk pembelajaran tidak boleh berhenti walaupun PJJ [pembelajaran jarak jauh],” ungkapnya.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Solo, Hartana, berharap penghargaan tersebut menjadi pendorong ASN dan Pemkot mempertahankan tata kelola keuangan dan aset daerah yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Baca Juga: Awas Nabrak Lur! Ada Tiang Listrik di Tengah Jalan Depan TSTJ Solo

“LKPD merupakan gabungan dari seluruh organisasi perangkat daerah [OPD]. Kriteria penilaian di masa Pandemi tak berubah, sehingga kami berharap WTP ini dipertahankan untuk LKPD 2021,” katanya.

Kriteria penilaian LKPD meliputi kesesuaian dengan sistem akuntansi pemerintah (SAP), kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap undang-undang (UU), berfungsinya sistem pengendalian internal. Serta kepatuhan terhadap peraturan dalam aset negara dan pemerintah daerah.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berharap WTP ini tetap menjadi pelecut untuk konsisten dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan dan aset.


Berita Terkait

Berita Terkini

Aksi Pencuri Bebek di Jenengan Boyolali Terekam Kamera CCTV

Aksi warga Polanharjo, Klaten, AS, 38, mencuri bebek milik Priyadi, 42, warga Dukuh Jenengan RT 003/RW 001, Desa Jenengan, Kecamatan Sawit, Boyolali, Senin sekitar pukul 02.30 WIB, terekam kamera CCTV.

Pemkab Karanganyar akan Galang Dana untuk Korban Erupsi Semeru

Pemkab Karanganyar akan galang dana untuk korban erupsi Gunung Semeru. Penggelangan dana dimulai dari kalangan ASN Pemkab.

Pakai Kalung Bandul Rajamala, Wali Kota Solo Gibran Tuai Pujian

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menuai pujian dari kalangan pencinta sejarah gara-gara tampil dengan mengenakan kalung berbandul replika Rajamala.

Polsek Miri Sragen akan Siagakan Lagi Posko Penanganan Covid-19

Polsek Miri memperkirakan banyak warga Miri yang nekat mudik pada akhir tahun ini berkaca pada pengalaman Idulfitri lalu.

Sragen PPKM Level 3, Pemeriksaan Vaksinasi dan Swab Test Digencarkan

Pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan langsung dibawa ke tempat isolasi terpadu di Tehcnopark atau Kragilan Sragen.

3.065 Guru Honorer di Sragen Berebut 807 Formasi PPPK

Pada seleksi PPPK tahap I di Sragen hanya terisi 782 lowongan, sehingga digelar seleksi tahap II untuk mengisi 807 lowongan yang tersisa.

Solo Hari Ini: 6 Desember 2014, Berpulangnya Sang Pengusaha Sukses

Tujuh tahun lalu, tepatnya pada 6 Desember 2014, seorang pengusaha sukses asal Solo berpulang. Dia adalah Komisaris PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Food, Priyo Hadi Sutanto, yang mengembuskan napas pada usia 64 tahun.

Semester Genap Dimulai 20 Desember, Siswa Karanganyar Tak Libur Nataru

Disdikbud Karanganyar memastikan pembelajaran siswa untuk semester genap dimulai 20 Desember 2021. Sistem pembelajarannya akan dilakukan secara daring alias pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Wahana Baru Wisata Batu Putih Bayat Klaten Ditarik Lagi ke Gudang

Saat ini rata-rata pengunjung Wisata Batu Putih per hari hanya 50 orang.

Jembatan Terpanjang se-Jateng untuk Mendukung Agropolitan Miri Sragen

Kehadiran jembatan penghubung dua desa terpencil di Kecamatan Miri, Sragen, bakal memudahkan mobilitas warganya yang selama ini harus melintasi wilayah Boyolali untuk bisa ke Sragen kota.

Waktu Pembangunan Fisik Jembatan Terpanjang se-Jateng Belum Pasti

Besarnya anggaran pembangunan jembatan terpanjang se-Jatenng membuat Pemkab Sragen harus mencari dukungan anggaran ke pemerintah pusat dan provinsi.

Sragen Bakal Punya Jembatan Terpanjang di Jateng, Kini Pembebasan Lahan

Pemkab Sragen akan membangun jembatan terpanjang di Jawa Tengah penghubung dua desa terpencil di Kecamatan Miri. Tahun ini baru memasuki tahap pembebasan lahan.

Ada MCK Kuno Era Mangkunagoro VII di Kestalan Solo, Begini Sejarahnya

Ponten atau MCK kuno di pinggir Kali Pepe, Kestalan, Solo, yang merupakan peninggalan era Mangkunagoro VII terlihat megah dengan arsitektur gaya Eropa.

119 ODHA Karanganyar Putus Pengobatan

Dinkes Karanganyar menyebut orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang pengobatannya belum tuntas sangat berisiko menularkan virus kepada orang lain.

LPQ Al-Amin Denokan Sukoharjo Kenalkan Lingkungan Anak lewat Outbound

Kegitan ini untuk mengenal lingkungan sekitar, meningkatkan interaksi sesama santri, dan membangun hubungan antara pendidik dan santri.