Presiden Jokowi menyampaikan pidato sambutan untuk closing ceremony Asian Games 2018 dari barak pengungsi di Lombok bersama Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Minggu (2/9/2018) malam. (Courtesy @netmediatama)

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah mengutamakan optimalisasi anggaran yang akan dicairkan bagi masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menjadi korban gempa dan tsunami.

Menurutnya, optimalisasi anggaran itu bertujuan agar kondisi perekonomian di Lombok pasca gempa bisa pulih kembali. Dia mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi Negara untuk merehab dan merekonstruksi daerah terdampak bencana termasuk di Lombok.

Namun, Ketua Umum Partai Golkar itu mengakui pemerintah belum mencairkan dana bantuan untuk warga terdampak gempa di Lombok. "Ya ini kan dalam proses semuanya. Sekarang kan tahap awal baru mau masuk rehab dan rekonstruksi," kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Senin (15/10/2018).

Airlangga menyatakan dengan optimalisasi dan pencairan dana, maka kondisi perekonomian di Lombok pascagempa bisa pulih kembali. "Saya rasa bagi negara tidak ada beban, karena kewajiban bagi negara untuk merehab dan merekonstruksi berbagai bencana yang ada," katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga korban gempa Lombok menunjukkan rekening BRI yang berisi Rp50 juta, namun belum bisa dicairkan. Bantuan diberikan kepada 5.293 KK yang rumahnya rusak berat dengan nilai total sebesar Rp264 miliar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten