DANA DESA SUKOHARJO: Tawangsari Sukoharjo Bangun Akses dan Berdayakan Difabel

DANA DESA SUKOHARJO: Tawangsari Sukoharjo Bangun Akses dan Berdayakan Difabel

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemberdayaan difabel (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Dana desa di Sukoharjo untuk berdayakan difabel.

Solopos.com, SUKOHARJO—Jumlah desa inklusi di Sukoharjo bertambah 4 desa, yakni dari 8 desa menjadi 12 desa. Masing-masing desa mengalokasikan anggaran yang berasal dari bantuan dana desa untuk pembangunan akses dan pemberdayaan difabel.

Mayoritas desa inklusi baru terletak di wilayah Kecamatan Tawangsari. Bahkan, para kepala desa (kades) se-Tawangsari berkomitmen memberdayakan kaum disabilitas di wilayahnya masing-masing. Mereka mengalokasikan anggaran yang berasal dari dana desa untuk membiayai berbagai kegiatan pemberdayaan difabel. (baca: DANA DESA SUKOHARJO : Wirun Kembangkan Potensi Wisata, Trangsan Fokus Kerajinan Rotan)

“Saat ini jumlah desa inklusi bertambah menjadi 12 desa. Saya mengapresiasi pemerintah desa yang telah memprioritaskan kaum disabilitas,” kata Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo, Edy Supriyanto, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (19/2/2018).

Sesuai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi no 22 tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa menyebutkan bantuan dana desa bisa digunakan untuk pemberdayaam kaum disabilitas. Misalnya, pemberian modal usaha atau dana bergulir untuk kelompok disabilitas.

Edy membeberkan beberapa penyandang disabilitas memiliki keterampilan atau skill seperti kerajinan ukir atau sangkar burung.

“Mereka tak memiliki modal sehingga usahanya tak bisa berkembang. Karena itu, mereka diberi modal agar bisa lebih berproduktif,” ujar dia.

Menurutnya, pemerintah desa yang mendukung pemberdayaan kaum disabilitas cukup sedikit. Masih banyak pemerintah desa yang belum mengalokasikan dana desa untuk pemberdayaan kaum disabilitas.

Rencananya, komunitas disabilitas bakal menggelar kegiatan seminar mengenai pemberdayaan disabilitas pada Agustus mendatang.

“Saya berharap integrasi desa inklusi diadopsi desa-desa lain di Sukoharjo. Konsep desa inklusi harus dijalankan di setiap desa sehingga hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi,” paparnya.

Jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Sukoharjo lebih dari 4.000 orang. Mereka memiliki hak yang harus dijalankan pemerintah sesuai UU no 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Hak kaum disabilitas itu antara lain kesetaraan, inklusif, aksesibilitas, kesamaan kesempatan, otonomi individu, serta partisipasi penuh.

Sementara itu, seorang penyandang disabilitas asal Desa Nglorog, Kecamatan Tawangsari, Suprayodi, mengatakan pemberdayaan disabilitas juga harus diiringi dengan pembangunan fasilitas ramp di kantor pemerintahan maupun public space.

“Belum semua kantor pemerintahan memiliki fasilitas ramp sehingga menyulitkan penyandang disabilitas saat hendak mengurus keperluan administrasi,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.