Dana Desa Belum Cair, Kades di Sukoharjo Terpaksa Ngutang Untuk Anggaran Pencegahan Corona
Ilustrasi virus corona (Covid-19). (Freepik.com)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah desa di Sukoharjo terpaksa meminjam dana dari pihak ketiga karena tak punya anggaran untuk pencegahan dan penanganan wabah corona.

Hal ini dilakukan lantaran bantuan dana desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) belum cair. Bantuan dana desa dari pemerintah pusat itu seharusnya bisa digunakan untuk pencegahan dan penanganan dampak persebaran Covid-19.

Hal ini mengacu Permendes No 11 /2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Dalam regulasi itu disebutkan prioritas penggunaan dana desa di bidang pelayanan sosial terutama kesehatan masyarakat.

Rapid Test 6 ODP Sukoharjo Positif Corona, 4 Orang Tanpa Gejala

Di Sukoharjo, bantuan dana desa yang dicairkan dalam tiga tahap belum cair. Sebagian besar pemerintah desa masih melengkapi berbagai persyaratan pencairan dana desa tahap I.

Padahal, persebaran virus corona semakin masif setiap hari. “Kami terpaksa meminjam dana dari pihak ketiga untuk anggaran pencegahan dan penanganan corona di Sukoharjo. Dana itu digunakan untuk membeli obat disinfektan dan kebutuhan pokok untuk warga miskin,” kata Kepala Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Sarjanto, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (6/4).

Pria yang akrab disapa Jigong ini mengaku terpaksa meminjam dana dari pihak ketiga lantaran bantuan dana desa dan ADD belum cair.

Ayah Dory Harsa, Pengendang Senior Agus Haryanto Tutup Usia

Padahal, banyak warga kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan lantaran tak mendapat penghasilan setiap hari gara-gara wabah corona. Karena itu, pemerintah desa dituntut kreatif menjalankan roda pemerintahan dan berbagai program kegiatan penanganan Covid-19.

Jigong memperkirakan bantuan kebutuhan pokok untuk warga miskin bakal menyedot dana cukup besar. Semakin lama masa tanggap darurat corona otomatis semakin banyak warga yang membutuhkan bantuan kebutuhan pokok.

Siapkan Beragam Program

"Belum tentu masa tanggap darurat corona berakhir pada Mei. Bisa jadi diperpanjang jika tren kasus positif corona meningkat setiap hari,” ujar dia.

Posko Covid-19 Pindah, Alur Karantina Pemudik Solo Berubah

Jigong meminta Pemkab Sukoharjo segera mencairkan dana desa tahap I sebesar 40 persen agar bisa digunakan desa untuk anggaran pencegahan corona.

Dia telah merancang beragam program kegiatan penanganan dampak persebaran virus corona bagi warga miskin. “Mudah-mudahan dana desa tahap I cair pada pertengahan atau akhir April. Saat kondisi darurat seperti sekarang, dana desa benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tutur dia.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Tawang, Kecamatan Weru, Maryanto.

Ada Wabah Corona, 6 Pasangan Tak Resmi Ini Malah Asyik Indehoi di Hotel Karanganyar

Dia harus mencari dana talangan untuk pengadaan sarana pencegahan Covid-19 seperti alat penyemprot, obat disinfektan dan masker yang dibagikan ke setiap rukun tetangga (RT).

Warga setempat sepakat melakukan penyemprotan disinfektan di jalan perkampungan dan rumah penduduk setiap Minggu. Apabila dana desa cair, pemerintah desa segera melunasi utang dana yang dipakai untuk anggaran pencegahan corona di Sukoharjo.

“Dana desa dan ADD belum cair terpaksa ngebon pembelian alat penyemprot dan obat disinfektan. Tak masalah karena dana desa bakal dicairkan dalam waktu dekat,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho