Dana Desa 2020 untuk Jateng Naik 5%, Jadi Rp8,2 T
Ilustrasi uang tunai rupiah. (Solopos)

Solopos.com, SEMARANG — Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menerima dana desa pada tahun anggaran 2020 sekitar Rp8,2 triliun. Jumlah itu mengalami kenaikan sekitar 5% dibanding dana desa yang diterima Jateng pada 2019 lalu, yakni sekitar Rp7,8 triliun.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil (Dispermadesdukcapil), Sugeng Riyanto, menyebutkan dana desa Rp8,2 triliun itu akan diberikan untuk 7.809 desa yang tersebar di 29 kabupaten.

"Sebenarnya peran Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam Dana Desa ini tahun ini sangat berkurang. Dana Desa itu nanti langsung ditransfer Kementerian Keuangan ke rekening desa [RKD]. Jumlahnya tahun ini meningkat dari Rp7,8 triliun menjadi Rp8,2 triliun," terang Sugeng saat dijumpai Semarangpos.com, beberapa waktu lalu.

Anggaran Dana Desa Jateng 2019 Melonjak 17,1%

Sugeng berharap dana desa bisa digunakan seoptimal mungkin oleh masing-masing desa. Dana yang diterima tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tapi juga pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, maupun penanggulangan stunting.

"Kan sudah diatur dalam Permendes No.11/2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, kalau Dana Desa itu sebaiknya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat. Bukan hanya ngecor dalan. Salah satunya ya untuk buat BUM-Des [Badan Usaha Milik Desa]," terangnya.

Sugeng pun berharap tenaga pendamping profesional (TPP) yang bertugas mengawal penyaluran Dana Desa bekerja optimal dalam memberikan pendampingan.

Dana Desa Jateng Didukung Aplikasi Pendampingan Polisi

Total ada sekitar 1.501 TPP yang tersebar di 29 kabupaten di Jateng. Mereka akan memberikan pengarahan dalam penyaluran Dana Desa baik di tingkat kabupaten, kelurahan, maupun desa.

Sementara itu terkait BUM-Des, Sugeng menilai jumlahnya masih tergolong sedikit, jika banyaknya desa di Jateng. Data Dispermadesdukcapil Jateng saat ini ada sekitar 4.200 BUM-Des atau kurang dari setengah jumlah desa yang ada, yakni 7.809 desa.

"Dari 4.200 Bumdes ini yang terbilang maju, hanya beberapa. Sekitar 18-an saja," tuturnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho