Dana BOS 2019 Klaten untuk Buku Matur Jujur Sebenarnya Bagus, tapi...

Wali murid di Klaten menyatakan penggunaan buku Matur Jujur tidak konsisten sehingga terkesan mubazir.

 Karangan bunga mendukung upaya Kejari Klaten mengusut kasus dugaan tipikor dalam pengadaan buku Matur Jujur terpajang di depan Kejari Klaten, Kamis (18/2/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Karangan bunga mendukung upaya Kejari Klaten mengusut kasus dugaan tipikor dalam pengadaan buku Matur Jujur terpajang di depan Kejari Klaten, Kamis (18/2/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun ajaran 2019 untuk buku Matur Jujur sebenarnya memperoleh tanggapan positif di kalangan wali murid di Kabupaten Bersinar. Sayangnya, penggunaan buku Matur Jujur itu tak konsisten sehingga terkesan mubazir.

Hal itu diungkapkan salah seorang wali murid tingkat SMP di kawasan perkotaan di Klaten yang enggan disebutkan namanya, kepada Solopos.com, Rabu (26/1/2022). Selaku wali murid yang anaknya duduk di bangku SMP di kawasan perkotaan pada 2019, program buku matur jujur merupakan upaya mengajak peserta didik untuk bersikap disiplin setiap harinya. Buku matur jujur juga dapat mengajarkan peserta didik untuk menghindari praktik korupsi sejak dini.

PromosiDi Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

“Waktu itu, anak saya ada yang duduk di SMP dan ada juga yang masih duduk di bangku SD [di kawasan perkotaan] memperoleh buku matur jujur. Saya melihat, buku itu bagus. Buku diisi peseera didik di rumah lalu dicek kembali oleh wali kelas. Isinya tentang aktivitas peserta didik saat di rumah juga. Sayangnya tidak dijalankan secara konsisten. Sehingga terkesan mubazir. Setelah di-launching itu, sekitar satu bulan berikutnya sudah berhenti. Padahal, kalau diteruskan akan bermanfaat bagi para peserta didik,” kata salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Baca Juga: Kasus BOS 2019 Dinilai Mangkrak, Kejari Klaten & Kejati Jateng Digugat

Solopos.com belum dapat memperoleh keterangan dari Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, Ginanjar Damar Pamenang, terkait tindak lanjut penanganan dugaan penyimpangan dana BOS 2019. Saat Solopos.com mencoba menghubungi Ginanjar Damar Pamenang, yang bersangkutan tak mengangkat telepon.

Saat Solopos.com mengirim pesan singkat via WhatsApp (WA), yang bersangkutan tak menjawab hingga, Rabu (26/1/2022) sore. Begitu pula, Kepala Kejari (Kajari) Klaten, Ari Bintang Prakosa Sejati, belum dapat dimintai keterangan oleh Solopos via telepon.

Koordinator Aliansi Rakyat AntiKorupsi Klaten (ARAKK), Abdul Muslih, mengatakan penelusuran dugaan penyimpangan dana BOS 2019 sebenarnya sudah dapat menemui titik terang. Terlebih, penanganan kasus tersebut sudah diekspose di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, 11 Februari 2021 dengan kesimpulan agar ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan. “Saksi ahli juga sudah dimintai pendapatnya juga dalam penanganan kasus itu,” katanya.

Baca Juga: Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Buku Matur Jujur, Kejari Klaten Dibanjiri Karangan Bunga

 

Kejari Klaten Digugat

Sebagaimana diketahui, Kejari Klaten dan Kejati Jateng digugat praperadilan oleh Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) Solo di Pengadilan Negeri (PN) Klaten. Sesuai rencana, sidang perdana praperadilan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Klaten, 2 Februari 2022.

Di sisi lain, ARAKK diam-diam ternyata sempat melaporkan kinerja Kejari Klaten ke Komisi Kejaksaan RI, awal Desember 2021.
Penggunaan dana BOS SD dan SMP di Klaten di tahun 2019 diduga telah melanggar ketentuan Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Di samping itu, tidak sesuai dengan Peraturan Lembaga Kebijakan Pengaduan Barang dan Jasa Pemerintah No. 9/2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Penyedia. Penggunaan dana BOS di Klaten tahun 2019 juga dianggap melanggar UU 31/1999 sebagaimana diubah UU 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga: Kejari Klaten Periksa 700-An Orang Terkait Dugaan Penyelewengan BOS 2019, Sudah Ada Tersangka?

Total kerugian material dalam dugaan penyimpangan BOS itu ditaksir senilai Rp1,045 miliar.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IPAL Terpadu Limbah Ciu di Sukoharjo Diharapkan Segera Dibangun

Dampak yang dirasakan dari pembuangan limbah ciu yakni bau yang menyengat. 

Pedagang di Pasar Mebel Gilingan Solo Kesulitan Cari Lokasi Penyimpanan

Para pedagang Pasar Mebel Gilingan, Solo, mengaku bingung dan kesulitan mencari lokasi penyimpanan barang-barang dagangan mereka setelah kios dibongkar.

Ssttt... Rektor UNS Solo Beri Bocoran Kapan PTM Penuh Dimulai

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho, memberikan bocoran kapan perkuliatan tatap muka atau PTM secara penuh akan dimulai setelah dua kuliah daring dan hybrid.

Teka-Teki Bantuan Hukum Rp795 Juta yang Jerat BUMDes Berjo Ngargoyoso

Dana bantuan hukum Rp795 juta dalam proyek pemugawan Telaga Madirda diduga jadi sumber penyimpangan di BUMDes Berjo yang merugikan negara. Kasus ini sedang ditangani Kejari Karanganyar.

Di Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Alas Donoloyo Wonogiri yang telah berstatus Cagar Alam memiliki cerita mistis, salah satunya pantangan menebang pohon jati ratusan tahun di kawasan itu.

Revitalisasi Rawa Jombor Jalan Terus, Ini Harapan Penjaring Ikan

Revitalisasi Rawa Jombor, Kecamatan Bayat, Klaten, masih berjalan hingga sekarang, Selasa (17/5/2022).

Peserta Membeludak, Kejurkab Bulu Tangkis Sragen Diperpanjang

PBSI Sragen menggelar Kejurkab Bulu Tangkis yang diikuti 405 peserta dari berbagai daerah di Soloraya. Kejurkab ini memperebutkan piala Bupati Sragen.

Siswa SMP di Sukoharjo Bikin Eco Enzyme untuk Netralkan Limbah Ciu

Aksi penuangan eco enzyme untuk menetralisasikan lingkungan, mengingat aliran sungai di persawahan itu tercampur limbah ciu dari pabrik etanol setempat.

Warga Klaten Pemilik 9 Bidang di 5 Desa Terima UGR Tol Solo-Jogja

Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Klaten terus bergulir.

Kendaraan Listrik Wisata Solo Dan Sepur Kelinci Boleh Jalan, Tapi...

Kendaraan wisata berbasis listrik dari Pemkot Solo maupun sepur keinci sebenarnya boleh boleh beroperasi namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Ternyata Banyak Juga, Ini Jumlah Kereta Kelinci di Klaten

Usaha mengoperasikan kereta kelinci di Klaten terus menjamur. Hingga sekarang, jumlah kereta kelinci di Klaten sudah lebih dari 200 unit.

Waspadai PMK, Disnakkan Sragen Gandeng Polisi Awasi Hewan Ternak

Disnakkan menggandeng Polres Sragen dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di masyarakat untuk mendeteksi ada tidaknya indikasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tak Terawat, Area Bermain Anak di Utara SMAN 8 Solo Mirip Taman Mati

Taman dan area bermain anak-anak di kawasan Mojosongo, Jebres, tepatnya di utara SMAN 8 Solo kini kondisinya tak terawat hingga mirip taman mati.

Kereta Kelinci di Klaten Jadi Transportasi Favorit Warga untuk Tilik

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Murah Pol! Segini Tarif Jarak Dekat dan Jauh Kereta Kelinci di Klaten

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Di sisi lain, tarif untuk naik kereta kelinci di Klaten ternyata terbilang murah.

Jembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Jembatan Jurug yang bakal direvitalisasi tahun ini menjadi salah satu saksi bisu modernisasi Kota Solo yang semula adalah kota bandar yang dihuni masyarakat kuli, menjadi kota kerajaan.