Dampak PPKM, Kualitas Udara Kota Jogja Kian Membaik

Penerapan PPKM yang berlangsung sejak Juli lalu disebut berdampak pada kualitas udara di Kota Jogja.

 Petugas Balai Laboratorium Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY melakukan uji kualitas udara dengan metode passive sampler belum lama ini. (Dok. DLHK DIY)

SOLOPOS.COM - Petugas Balai Laboratorium Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY melakukan uji kualitas udara dengan metode passive sampler belum lama ini. (Dok. DLHK DIY)

Solopos.com, JOGJA — Penerapan PPKM yang berlangsung sejak Juli lalu disebut berdampak pada kualitas udara di Kota Jogja. Menurunnya mobilitas masyarakat akibat adanya pembatasan membuat emisi gas kendaraan bermotor carbonmonoksida (CO) menurun.

Kualitas udara Kota Jogja disebut kian membaik seiring dengan berlanjutnya penerapan PPKM. Kawasan perkotaan yang identik dengan polusi dan udara tak sehat menjadi pengecualian di Kota Pelajar. Kecemasan terhadap dampak menghirup udara tak lagi dikuatirkan oleh masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.

Fenomena kualitas udara yang membaik diduga kuat akibat berkurangnya mobilitas masyarakat di masa pandemi Covid-19. Adanya pembatasan dan imbauan di rumah saja untuk menekan kasus sebaran Covid-19 berimbas pula pada iklim perkotaan. Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja juga mengamini kondisi ini.

Meskipun demikian, data-data laporan harian yang diperoleh dari sensor alat pemantauan kualitas udara Air Quality Monitoring Station (AQMS). Yakni terkait dengan sejumlah indikator kualitas udara perlu pula disandingkan dengan angka rill mobilitas masyarakat. Yang dari Dinas Perhubungan agar akurasi mobilitas masyarakat terhadap kualitas udara kian linier.

Baca juga: Aturan Ganjil Genap ke Tebing Breksi Diberlakukan, Puluhan Kendaraan Diputar Balik

Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Sutomo dengan rinci memaparkan bahwa di masa PPKM sejumlah indikator kualitas udara memang menunjukkan tren yang menurun dan semakin membaik. Menurut laporan, indeks kualitas udara bahkan membaik sampai 40-50 persen mulai Juni lalu.

Secara sederhana, PM atau particulate matter adalah indikator umum dalam melihat buruk atau baiknya kualitas udara suatu wilayah. Jika PM 2,5 di bawah angka 60 mikrogram per meter kubik dan PM 10 di bawah 150 mikrogram per meter kubik, kualitas udara suatu wilayah bisa digolongkan termasuk dalam keadaan sehat.

Indikator Kualitas Udara Jogja

Paparan Sutomo menunjukan bahwa indikator PM 2,5 dan PM 10 Kota Jogja menurun sangat baik di masa PPKM ini. Untuk PM 10 pada Juni menunjukkan angka 27, Juli turun ke 21, Agustus turun lagi ke 16, kemudian September turun sampai ke 14 rata-rata hariannya. Kemudian untuk PM 2,5 Juni berada di angka 18, Juli turun ke 14, Agustus 10 dan September berada di angka 9 rata-rata hariannya.

“Memang untuk PM 10 dan PM 2,5 rata-rata hariannya turun terus. PM 10 kalau Juni 27 dan sekarang 14 itu turun sudah sekitar separuh atau 50 persennya. Begitu juga dengan PM 2,5 yang di Juni 18 dan September ini di angka 9,” jelas Sutomo,” Jumat (17/9).

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Akhir Pekan, Pemkot Jogja Siapkan Isoter

Sutomo bilang, data laporan itu diperoleh secara harian dan bahkan per setengah jam dari AQMS yang dipasang di kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja. Secara sederhana pula, alat khusus itu bekerja dengan sensor yang mampu menangkap sejumlah indikator berupa indeks kualitas udara, curah hujan, kecepatan angin, meteorologi dan sebagainya.

Selain pengukuran lewat AQMS, DLH Kota Jogja juga melakukan pengujian kualitas udara secara mobile di sejumlah titik. Ada 15 titik yang terdiri dari kampung padat penduduk dan jalan raya yang diambil sampel udaranya untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium. Upaya ini dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun guna berbagai keperluan.

“Kalau saat mobile, petugas menggunakan alat khusus dengan tambahan larutan dan instrumen alat kemudian dipasang di titik tertentu dengan durasi satu jam. Kemudian ada pompa hisap yang menjebak udara di dalam wadah dengan parameter yang berbeda pula. Nah setelah itu baru dibawa ke lab untuk diuji dengan instrumen kami barulah diketahui konsentrasi parameter alat bantu tadi berapa,” ujar Sutomo.

Baca juga: Jelang Uji Coba PTM, Vaksinasi Pelajar SMP Terus Dikebut

 Pemantauan Kualitas Udara Jogja

Selain kandungan CO yang menurun yang biasanya lebih banyak dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Membaiknya kualitas udara menurut Sutomo ada banyak indikator yang mempengaruhi. Kondisi cuaca seperti hujan juga kadang berpengaruh terhadap kandungan partikel debu dan indikator pengukuran lain menjadi lebih baik.

“Kalau yang paling dominan memang mobilitas warga. Hujan juga cukup berpengaruh karena kandungan PM ini kan ada juga dari partikel debu yang terbang di udara. Ketika ada hujan udara jadi tercuci, mungkin begitu sederhananya. Tapi memang tanpa hujan pun tren kualitasnya juga menurun, kuat memang dari mobilitas tadi,” ungkapnya.

Pemantauan kualitas udara suatu wilayah juga bisa dilakukan warga melalui genggaman. Hasil dari alat AQMS bisa dilihat melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Net, aplikasi khusus berbasis Android yang memungkinkan warga melihat kondisi kualitas udara secara realtime di seluruh Indonesia.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Terungkap! Mahasiswi di Sleman Minum Racun Tikus Gegara Tugas Kuliah

Mahasiswi di Sleman yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos diduga melakukan bunuh diri dengan cara minum racun tikus.

Diduga Minum Racun Tikus, Mahasiswi di Sleman Ditemukan Meninggal

Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Sleman, Yogyakarta diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun tikus.

Siap-Siap! 31 Objek Wisata di Kulonprogo Akan Dibuka, Ini Daftarnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap membuka 31 objek wisata andalannya secara terbatas.

Mau ke Pantai di Bantul? Cek Dulu Jadwal Ganjil Genap di Objek Wisata

Pemkab Bantul sudah menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan di sejumlah objek wisata ikonik di Kabupaten Bantul.

Pilu, 4 Tahun Asmara Nani Satai Beracun Digantung Aiptu Tomi

Terdakwa kasus satai beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, pilu mendengar pernyataan Aiptu Tomi, yang hadir sebagai saksi pada persidangan kasus satai beracun di PN Bantul, Kamis (21/10/2021).

Selang 18 Menit, Gempa M 4,8 Guncang Laut Selatan Yogyakarta

Gempa bumi juga terjadi di laut selatan Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (22/10/2021) pukul 09.39 WIB.

Banjir Lahar Merapi Mengintai, BPBD Sleman Tambah Sensor EWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sleman mewaspadai potensi banjir lahar hujan Merapi saat cuaca ekstrem.

Dorong Pemulihan Ekonomi, 4.500 PKL dan Warung di Bantul Terima Bantuan

Kodim 0729 Bantul menyalurkan bantuan tunai untuk 4.500 PKL dan warung di Kabupaten Bantul pada Rabu (13/10/2021) untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Gunungkidul Tak Ditahan, Kok Bisa?

Seorang pria di Gunungkidul, Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap anak tiri hingga hamil.

Duh! Pelaku Perusakan Bus Arema FC Masih di Bawah Umur & Tenggak Miras

Pelaku perusakan bus milik Arema FC di sebuah hotel di Kota Jogja yang diringkus polisi masih di bawah umur dan dipengaruhi minuman keras (miras).

Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi

Terdakwa Satai Beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, menahan tangis sembari menyampaikan terima kasih kepada Aiptu Tomi atas cinta, kasih sayang, tetapi menyimpan kebohongan.

Bus Arema FC Dirusak, Pelaku Bawa Spanduk 'Persebaya Ekstrem'

Bus pemain Arema FC yang terparkir di sebuah hotel di Kota Jogja dirusak sejumlah orang yang diduga oknum Persebaya Surabaya.

Geger! Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Teras Panti Asuhan Anak Siapa?

Penghuni Panti Asuhan Yapitu di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul gempar, Rabu (20/10) malam, karena kardus misterius di kursi teras berisi bayi laki-laki.

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Belum Ditetapkan Tersangka, Kok Bisa?

Seorang perempuan menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pelaksanaan PTM Tingkat SMP Di Kulonprogo Sudah 90 Persen

Capaian angka sebesar 90 persen untuk pelaksanaan PTM di level SMP menjadi angin segar dunia pendidikan di Kulonprogo.

Besok, Sekolah-Sekolah di Sleman yang Gelar PTM akan Di-Swab

Disdik Sleman akan menggelar sampling tes swab bagi siswa dan guru di sekolah yang menggelar PTM. Tes swab ini akan digelar di tiga kapanewon (kecamatan).