Solopos.com, BANTUL- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menggelontorkan anggaran hingga Rp300 juta lebih untuk membersihkan daerah ini dari abu vulkanik Gunung Kelud yang meletus Kamis (13/2/2014) malam pekan lalu.

Sekretaris BPBD Bantul Dewanto menyatakan, pihaknya terpaksa merogoh dana tidak terduga dari kas daerah untuk mengatasi abu Kelud. Dana sebanyak Rp302 juta itu akan digunakan untuk membeli 10 paket pompa air dengan standar setara pompa pemadam kebakaran.

“Anggarannya sudah kami ajukan, sudah disepakati. Jadi besok sudah bisa diadakan barangnya,” ujarnya Rabu (19/2/2014).

10 unit pompa air tersebut akan diprioritaskan untuk membersihkan debu di berbagai fasilitas publik, di antaranya gedung SD, TK, puskesmas, kantor pemerintah dari tingkat kecamatan serta jalan-jalan protokol.

Dengan pompa sekelas kualitas pemdam kebakaran, pembersihan debu menurutnya dapat cepat dilakukan. “Apalagi kalau gedung SD dan TK itu diutamakan, karena anak-anak kecil tentu belum bisa diajak untuk membersihkan debu vulkanik ini karena khawatir mengganggu kesehatan. Jadi intinya diprioritaskan untuk fasilitas publik,” imbuhnya.

Selain mengeluarkan biaya untuk membeli pompa air, BPBD lanjutnya juga telah menghabiskan anggaran senilai Rp20 juta untuk membiayai operasional kerja bakti para petugas kebersihan seperti upah tenaga kerja dan membeli konsumsi serta pelaralatan kebersihan.

Beruntung, dari Pemerintah DIY juga membantu membagikan peralatan kebersihan seperti sekop dan karung sehingga membantu operasional di lapangan.

Kini ada 10.000 lembar karung yang ada di Kantor BPBD Bantul. Karung-karung itu gratis diperuntukkan bagi masyarakat yang memerlukan untuk membersihkan abu vulkanik. “Kami umumkan ke masyarakat, kalau mau minta karung bisa diambil di BPBD,” lanjutnya. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten