Dampak Erupsi Semeru, 22 Orang Dilaporkan Masih Hilang

Sebanyak 22 orang dilaporkan masih hilang atau belum ditemukan akibat erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jatim, akhir pekan lalu.

 Ilustrasi erupsi Gunung Semeru.
(Istimwa/BNPB)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi erupsi Gunung Semeru. (Istimwa/BNPB)

Solopos.com, LUMAJANG — Sebanyak 22 orang dilaporkan masih belum ditemukan atau hilang akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), yang terjadi Sabtu (4/12/2021) sore. Tim SAR gabungan pun menargetkan waktu pencarian korban selama sepekan.

Hal itu disampaikan Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru yang juga Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Irwan Subekti, dalam konferensi pers bersama BNPB secara virtual, Selasa (7/12/2021).

PromosiSerang Koloni Monyet Denmark 1958, Monkeypox Berevolusi Infeksi Manusia

Irwan mengatakan jumlah korban yang masih dinyatakan hilang mencapai 22 orang. Upaya pencarian pun difokuskan di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, dan wilayah Desa Curah Krobokan. “Pencarian [dilakukan] pagi hingga sore dengan memperhatikan cuaca di Lumajang. Hampir setiap hari, setiap sore rata-rata turun hujan. Upaya pencarian sangat dipengaruhi kondisi hujan di lapangan,” ujarnya.

Baca juga: Bertambah, Korban Meninggal Terdampak Erupsi Semeru Jadi 34 Orang

Upaya pencarian warga yang masih dinyatakan hilang akan mengoptimalkan kemampuan para personel di lapangan, yang juga dibantu dengan alat berat. Ia pun selalu mengingatkan kewaspadaan terhadap kondisi material vulkanik yang masih panas dan kondisi hujan di puncak gunung agar terhindar dari banjir lahar dingin.

Pada kesempatan itu, posko memprioritaskan pada operasi pencarian dan penanganan warga yang mengungsi. Terkait dengan penambang pasir yang hilang, pihaknya akan memastikan identitas korban yang saat ini masih dalam proses identifikasi. Dari jumlah korban meninggal sebanyak 34 orang, 10 di antaranya belum teridentifikasi.

Irwan juga menyebutkan bahwa warga yang mengungsi berjumlah 4.250 jiwa, yang tersebar pada beberapa titik di Kabupaten Lumajang dan hanya ada 1 titik, masing-masing di Kabupaten Malang dan Blitar. Titik pengungisan di Lumajang berada di Kecamatan Candipuro sebanyak 1.733 jiwa, Pasirian 974 jiwa, Tempeh 400 jiwa, Pronojiwo 295 jiwa, Lumajang 199 jiwa, Pasrujambe 197 orang, Sukodono 191 orang, Sumbersuko 67 orang, Jatiroto 56 orang, Yosowilangun 28, Ranyuoso 26, Rowokangkung 16, dan Gucialit 8 orang.

Baca juga: Viral Kisah Haru Rumini Tak Tega Tinggalkan Ibu saat Erupsi Semeru

Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengatakan pemerintah daerah berupaya untuk memberikan pelayanan kepada para penyintas atau korban selamat erupsi Gunung Semeru, secara optimal. Ia menyampaikan untuk penanganan jangka pendek, menengah dan panjang warga di tempat pengungsian, pihaknya akan memindahkan warga yang mengungsi ke fasilitas-fasilitas pendidikan, seperti SD, SMP dan SMA di Lumajang.

“Tempat pengungsian sekarang berada di beberapa fasiltias umum balai desa dan kecamatan, selanjutnya akan direlokasi ke sekolah. Saat ini kami sedang mendata sekolah SD, SMP dan SMA yang bisa digunakan sebagai tempat penampungan,” ujar Thoriqul.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

+ PLUS 10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

Sepuluh orang prajurit TNI ditetapkan menjadi tersangka kasus penganiayaan dan penyiksaan penghuni kerangkeng manusia di rumah Bupai Langkat nonaktif, Provinsi Sumatra Utara, Terbit Rencana Peranginangin.

Berita Terkini

Bermodus Jual Migor Murah, Emak-Emak di Ponorogo Tipu Ratusan Orang

Seorang perempuan di Ponorogo ditangkap polisi karena menipu ratusan orang dengan modus penjualan minyak goreng murah.

Nahas, Petani Madiun Meninggal Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Sawah

Seorang petani di Kabupaten Madiun meninggal dunia karena tersengat listrik jebakan tikus yang dipasang di sawahnya.

Gagal Nyalip, Mobil Tabrak Warung Kopi di Ponorogo Sampai Roboh

Satu unit mobil berwarna putih menabrak warung kopi di Jalan Halim Perdana Kusuma, Desa Mrican, Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (23/5/2022) petang.

Kronologi Bentrok Antar Perguruan Silat di Madiun, Pecah di 2 Titik

Bentrokan antar kelompok perguruan silat terjadi di Jl. Yos Sudarso, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (22/5/2022) sore.

Cerita Gadis Madiun Gagal Menikah, Calon Suami Tak Hadir saat Akad

Seorang perempuan di Kabupaten Madiun gagal menikah karena calon suaminya tak hadir saat akad nikah.

Lagi, Bentrokan Antar Perguruan Silat Pecah di Depan PT Inka Madiun

Massa antar kelompok perguruan silat bentrok di depan PT Industri Kereta Api (Inka) di Jl. Yos Sudarso, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Memperihatinkan! Begini Kondisi Situs Ngurawan Madiun

Kondisi rumah tempat penyimpanan benda cagar budaya Situs Ngurawan Madiun memperihatinkan.

Pria di Ponorogo Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Diduga Depresi

Seorang pria di Kabupaten Ponorogo ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya.

Jos! SMA di Jawa Timur Ini Masuk 10 Sekolah Terbaik Nasional

Sekolah menengah atas (SMA) di Jawa Timur ini menjadi satu-satunya yang masuk dalam 10 besar sekolah terbaik nasional.

Lautan Manusia di Stadion Bung Tomo, Tim Persis Solo Terjebak 1 Jam

Jalur menuju ke Stadion Gelora Bung Tomo tempat pertandingan Persis Solo vs Persebaya Surabaya, Minggu (22/5/2022) macet.

Ribuan Alumnus Ponpes Mayak Ponorogo Ikuti Haul Akbar KH Hasyim Sholeh

Ribuan alumnus Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo, Jawa Timur, mengikuti temu kangen alumni se-Nusantara, Kamis (19/5/2022) malam.

Telaga Ngebel Bakal Dilengkapi Air Mancur, Butuh Berapa Miliar Rupiah?

Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berencana membangun water fountain atau air mancur untuk memperindah Telaga Ngebel.

Nahas, Petani Berusia 80 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas di Sumur Tua

Seorang petani berusia 80 tahun di Ponorogo ditemukan meninggal dunia di sumur tua.

Hasil Riset Kesdas, 4 dari 10 Orang Ponorogo Menderita Hipertensi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat setidaknya ada empat dari 10 orang di Ponorogo menderita hipertensi.

Bermodus Kemasan Bubuk Kopi, BNNP Jatim Bongkar Peredaran Ganja 16,9 Kg

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membongkar peredaran narkoba jenis ganja dengan barang bukti sebanyak 16,9 kilogram.