Damkar Sukoharjo Gandeng Semua Perusahaan Punya Hidran Jadi Mitra

Sekitar 20 perusahaan yang berdiri di Sukoharjo saat ini sudah menandatangani MoU dengan Damkar Sukoharjo dalam hal penanganan kebakaran.

 Ilustrasi pasukan pemadam kebakaran menghadapi amukan si jago merah. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pasukan pemadam kebakaran menghadapi amukan si jago merah. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Solopos.com, SUKOHARJO — Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo berniat untuk terus menambah jumlah perusahaan yang mampu menjadi mitra Damkar pada 2022. Peran perusahaan yang digandeng nantinya berguna membantu penanganan kebakaran di Sukoharjo.

Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo, Margono, mengatakan sekitar 20 perusahaan yang berdiri di Sukoharjo saat ini sudah menandatangani MoU dengan Damkar Sukoharjo dalam hal penanganan kebakaran. Peran perusahaan itu nantinya berfungsi untuk membantu menyediakan air bagi unit Damkar yang bertugas memadamkan api di objek terjadinya kebakaran.

Promosi36 Tahun Lalu Diturunkan People Power, Dinasti Marcos Kembali Berkuasa

“Kendala kami dalam menangani kebakaran adalah waktu yang terlalu lama dalam hal pengambilan suplai air untuk memadamkan api. Oleh karena itu, kami menggandeng perusahaan yang punya hidran untuk membantu kami dalam mencukupi kebutuhan air. Sehingga, selisih waktu untuk mengambil air bisa dipangkas. Langkah ini terbukti sangat membantu kami mempercepat proses pemadaman api,” beber dia ketika dihubungi Solopos.com, Jumat (28/1/2022).

Baca juga: 10 Bulan, Tim Damkar Sukoharjo Terima 200 Permohonan Evakuasi Hewan

Margono mengatakan pada 2022 pihaknya berniat untuk kembali menambah jumlah perusahaan yang bersedia menjadi mitra Damkar. Pihaknya akan mendata perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki hidran dan mengajukan MoU. Terkait jumlah air yang bisa diambil menyesuaikan kemampuan setiap perusahaan.

“Kalau target kami, sebisa mungkin semua perusahaan yang memiliki hidran menjadi mitra Damkar. Tapi sampai saat ini memang belum semuanya. Baru puluhan saja. Untuk airnya kami menyesuaikan saja, kalau kemampuan perusahaan yang bersedia hanya 5.000 liter ya kami terima. Walaupun terbatas, tapi itu kan membantu kami,” kata dia.

Pelatihan Ibu Rumah Tangga

Selain menambah mitra Damkar, langkah yang difokuskan pada 2022 adalah menggencarkan edukasi kepada masyarakat secara umum terkait antisipasi kebakaran. Salah satunya menyasar ibu rumah tangga dengan melakukan pelatihan di desa-desa.

Baca juga: 100 Lebih Reklame Ilegal Dicopoti Satpol PP Sukoharjo dalam Sebulan

Pemilihan ibu rumah tangga lantaran ibu rumah tangga dinilai sering melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kami nanti berniat memberikan edukasi lebih gencar untuk antisipasi kebakaran. Kalau penanganan kan di kami kalau api sudah telanjur besar. Ibu-ibu itu kami sasar karena mereka kontak dengan kompor, listrik dan lainnya. Nanti kami bawa alat praktik mulai metode tradisional hingga modern sehingga masyarakat jadi paham antisipasi kebakaran agar kasus kebakaran bisa terus turun,” beber dia

 

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IPAL Terpadu Limbah Ciu di Sukoharjo Diharapkan Segera Dibangun

Dampak yang dirasakan dari pembuangan limbah ciu yakni bau yang menyengat. 

Pedagang di Pasar Mebel Gilingan Solo Kesulitan Cari Lokasi Penyimpanan

Para pedagang Pasar Mebel Gilingan, Solo, mengaku bingung dan kesulitan mencari lokasi penyimpanan barang-barang dagangan mereka setelah kios dibongkar.

Ssttt... Rektor UNS Solo Beri Bocoran Kapan PTM Penuh Dimulai

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho, memberikan bocoran kapan perkuliatan tatap muka atau PTM secara penuh akan dimulai setelah dua kuliah daring dan hybrid.

Teka-Teki Bantuan Hukum Rp795 Juta yang Jerat BUMDes Berjo Ngargoyoso

Dana bantuan hukum Rp795 juta dalam proyek pemugawan Telaga Madirda diduga jadi sumber penyimpangan di BUMDes Berjo yang merugikan negara. Kasus ini sedang ditangani Kejari Karanganyar.

Di Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Alas Donoloyo Wonogiri yang telah berstatus Cagar Alam memiliki cerita mistis, salah satunya pantangan menebang pohon jati ratusan tahun di kawasan itu.

Revitalisasi Rawa Jombor Jalan Terus, Ini Harapan Penjaring Ikan

Revitalisasi Rawa Jombor, Kecamatan Bayat, Klaten, masih berjalan hingga sekarang, Selasa (17/5/2022).

Peserta Membeludak, Kejurkab Bulu Tangkis Sragen Diperpanjang

PBSI Sragen menggelar Kejurkab Bulu Tangkis yang diikuti 405 peserta dari berbagai daerah di Soloraya. Kejurkab ini memperebutkan piala Bupati Sragen.

Siswa SMP di Sukoharjo Bikin Eco Enzyme untuk Netralkan Limbah Ciu

Aksi penuangan eco enzyme untuk menetralisasikan lingkungan, mengingat aliran sungai di persawahan itu tercampur limbah ciu dari pabrik etanol setempat.

Warga Klaten Pemilik 9 Bidang di 5 Desa Terima UGR Tol Solo-Jogja

Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Klaten terus bergulir.

Kendaraan Listrik Wisata Solo Dan Sepur Kelinci Boleh Jalan, Tapi...

Kendaraan wisata berbasis listrik dari Pemkot Solo maupun sepur keinci sebenarnya boleh boleh beroperasi namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Ternyata Banyak Juga, Ini Jumlah Kereta Kelinci di Klaten

Usaha mengoperasikan kereta kelinci di Klaten terus menjamur. Hingga sekarang, jumlah kereta kelinci di Klaten sudah lebih dari 200 unit.

Waspadai PMK, Disnakkan Sragen Gandeng Polisi Awasi Hewan Ternak

Disnakkan menggandeng Polres Sragen dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di masyarakat untuk mendeteksi ada tidaknya indikasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tak Terawat, Area Bermain Anak di Utara SMAN 8 Solo Mirip Taman Mati

Taman dan area bermain anak-anak di kawasan Mojosongo, Jebres, tepatnya di utara SMAN 8 Solo kini kondisinya tak terawat hingga mirip taman mati.

Kereta Kelinci di Klaten Jadi Transportasi Favorit Warga untuk Tilik

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Murah Pol! Segini Tarif Jarak Dekat dan Jauh Kereta Kelinci di Klaten

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Di sisi lain, tarif untuk naik kereta kelinci di Klaten ternyata terbilang murah.

Jembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Jembatan Jurug yang bakal direvitalisasi tahun ini menjadi salah satu saksi bisu modernisasi Kota Solo yang semula adalah kota bandar yang dihuni masyarakat kuli, menjadi kota kerajaan.