Anggota pemadam kebakaran (damkar) Boyolali berfoto setelah menerima hadiah dan trofi sebagai pemenang Firefighter Combat yang diselenggarakan Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap dalam rangkaian bulan Kesehatan Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3), Sabtu (23/2/2019).

Solopos.com, BOYOLALI--Pemadam Kebakaran (Damkar) Boyolali menjadi juara pertama dalam Firefighter Combat yang diselenggarakan Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap dalam rangkaian bulan -jateng-diy-raih-k3-awards-2018" title="Pertamina Jateng-DIY Raih K3 Awards 2018">Kesehatan Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3), Sabtu (23/2/2019).

Prestasi ini cukup membangggakan karena pada perlombaan perdana ini, Boyolali langsung menyingkirkan 33 peserta lain dari kabupaten/instansi se-Jawa yang ikut dalam adu kecepatan, ketahanan fisik, dan keterampilan dalam penanganan kebakaran tersebut.

Setiap peserta harus melewati 5 tahap pada babak penyisihan dan tambahan 1 tahap lagi pada babak final.

Pada pos 1 , perwakilan peserta harus memanggul selang menuju ketinggian dilanjutkan menarik selang dengan tali. Selanjutnya, tongkat estafet diberikan kepada peserta kedua untuk menyelesaikan tantangan di pos 2 yakni memukul kotak baja dilanjutkan mendorong tabung pemadam kebakaran.

Pada pos 3 perserta berikutnya harus berlari zigzag dan meluncur bergelantungan (monkey bar). Di pos 4, peserta berikutnya menembakkan selang air pada satu titik target. Terakhir di pos 5 yakni menarik ban besar menuju garis finish.

Pada babak penyisihan ini peserta dinilai kecepatan, ketepatan, dan kepatuhan mengikuti aturan lomba. -keluhkan-bau-busuk-dari-tps-liar-di-jalur-nogosari-mangu-boyolali" title="Warga Keluhkan Bau Busuk dari TPS Liar di Jalur Nogosari-Mangu Boyolali">Boyolali pun masuk 6 besar sebagai peserta yang akan bertarung di babak final.

“Tingkat yang paling menentukan ada di pos 1. Jika sudah unggul dalam kecepatan, maka pada tingkat 2 dan selanjutnya sudah punya modal yang baik. Tapi tingkat 1 juga paling melelahkan, peserta harus naik tangga setinggi rumah empat lantai sambil memanggul selang,” ujar Kabid Pemadam Kebakaran (PMK) Boyolali, Okta Dwi Prabowo saat ditemui di kantor induk PMK, Kantor Satpol PP Boyolali, Rabu (27/2/2019).

Pada babak final, enam peserta kembali diadu mengulang lima tingkatan itu, ditambah satu performa pemadam kebakaran dengan alat pemadam api ringan (Apar).

Dengan kerja keras dan stamina yang baik, Boyolali akhirnya dipilih dewan juri sebagai pemenang mengalahkan damkar Magelang dan PT Holcim Cilacap dan tiga peserta lain.

Di balik prestasi itu, ternyata tim damkar Boyolali ini punya banyak keterbatasan saat melakukan latihan.

Tabung Pemadam

Okta mengatakan, untuk mempersiapkan lomba tersebut anggota damkar Boyolali berlatih menaiki tangga di dalam Rusunawa Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo. Sedangkan untuk menghadapi ujian di pos 2, Boyolali meminjam tabung pemadam kebakaran di sebuah SPBU.

“Boyolali tidak banyak gedung tinggi, kami pinjam Rusunawa untuk dinaiki tangganya. Dan untuk latihan mendorong tabung pemadam, kami pinjam SPBU Kridanggo. Saat kami bawa -spbu-baru-di-tol-solo-ngawi-sudah-beroperasi-ini-lokasinya" title="2 SPBU Baru di Tol Solo-Ngawi Sudah Beroperasi, Ini Lokasinya">tabung SPBU itu, kami juga meninggalkan APAR dengan kapasitas volume yang sama,” imbuhnya.

Salah satu dari 14 anggota damkar peserta lomba, Prakoso Pribadi, mengatakan latihan persiapan lomba hanya dilakukan tiga kali. “Latihannya hanya tiga kali tapi sangat melelahkan,” ujar dia.

Dengan cucuran keringat dan berbagai keterbatasan, kelelahan peserta terbayar dengan mahkota juara. “Juara ini menambah semangat kami untuk lebih baik lagi ke depannya,” imbuhnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten