Dam di Desa Ngadipiro Wonogiri Bakal Dijadikan Wisata Arung Jeram
Kondisi dam di Dusun Dungwot, Desa Ngadipiro, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri, Senin (24/2/2020). (Solopos-M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Dam yang terletak di Dusun Dungwot, Desa Ngadipiro, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, akan dimanfaatkan menjadi tempat wisata arung jeram.

Untuk mewujudkan rencana tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Desa (Pemdes) Ngadipiro. Sebab, dibutuhkan dana sebesar Rp200 juta demi merealisasikan wisata arung jeram.

Sementara itu pandangan masyarakat mengenai dana desa masih berorientasi pada perbaikan infrastruktur di setiap dusun.

Foto-Foto Genangan Air di Jalan Barat Flyover Manahan Solo

“Setiap kali musyawarah dusun (Musdus), kami sudah berlahan menyampaikan dana desa pada 2021 akan difokuskan untuk pengembangan desa wisata, yakni arung jeram. Masyarakat mulai menerima dengan rencana tersebut. Meskipun demikian sebagian dusun masih mendapat anggaran perbaikan infrastruktur secara bergantian,” kata Kepala Desa Ngadipiro, Agus Purwanto, saat ditemui solopos.com di ruang kerjanya, Senin (24/2/2020).

Alasan utama Pemdes Ngadipiro ingin membuat objek wisata berupa arung jeram karena lokasinya strategis, berada 50 meter dari jalan alternatif Ngadipiro menuju Kecamatan Jatiroto. Jalan tersebut baru saja diperlebar.

Penyebab Banjir Jakarta Selalu Terulang: Sampah dan Eksploitasi Air Tanah!

Selain itu, pemandangan di sekitar dam sungai dinilai bagus.

“Kami sudah dibuatkan master plan oleh mahasiswa Intitut Pertanian Bogor yang pernah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa sini. Rancangannya bagus, ada gazebo, tangga naik turun ke desa wisata, tempat parkir dan lain-lain, tinggal kami nanti menjalankan,” terang dia.

Pada Minggu (16/2/2020) lalu, Bupati Wonogiri (Jekek), saat melakukan gowes atau bersepeda santai di jalan alternatif Ngadipiro-Jatiroto, menyampaikan dam dan aliran sungai tersebut berpotensi untuk dibangun desa wisata berupa arung jeram.

Dahan Roboh Timpa Halte BST di Tipes Solo hingga Ambruk, 2 Pelajar SMP Terluka

Jekek mengatakan rencana tersebut bisa diprogramkan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Rencananya, wisata arung jeram tersebut akan dimulai dari Desa Gemawang, Kecamatan Ngadirojo. Panjang dari lokasi tersebut ke dam sekitar 3 kilometer. Jika musim kemarau area dam bisa dijadikan tempat wisata perahu hias, seperti perahu bebek.

Dengan adanya desa wisata, lanjut dia, potensi yang dimiliki warga baik berupa kerajinan maupun produksi makanan bisa diangkat.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho