Dam Colo Sukoharjo Ditutup Sesuai Jadwal Normal Per 1 Oktober, Petani Bersiaplah!
Anak-anak bermain di Dam Colo, Nguter, Sukoharjo. (Solopos-Dok.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dam Colo di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, dipastikan akan ditutup sesuai jadwal, yakni mulai 1 Oktober hingga sebulan berikutnya.

Petani di wilayah aliran irigasi Dam Colo, Nguter, Sukoharjo, mesti bersiap menghadapi penutupan pintu air tersebut. Penutupan saluran irigasi Dam Colo tersebut tahun ini kembali normal.

Tahun lalu penutupan pintu air Dam Colo dimajukan dua pekan atau pada pertengahan September dikarenakan musim kemarau panjang. Majunya penutupan pintu air itu menjadi sejarah tersendiri bagi operasional Dam Colo.

Wah! PSI Ngaku Ditawari Rp1 Miliar Untuk Usung Purnomo-Anung di Pilkada Solo 2020

"Tahun ini penutupan pintu air Dam Colo kembali normal ditutup 1 Oktober," kata Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur, Jigong Sarjanto kepada Solopos.com, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, saluran irigasi Dam Colo Sukoharjo ditutup sesuai jadwal normal karena banyak faktor. Salah satunya debit air masih tinggi dan berdampak pada melimpahnya stok untuk mengairi sawah petani.

Pengerukan Sedimen

Faktor lainnya karena sudah dilakukan berbagai langkah perbaikan Dam Colo berupa pengerukan sedimen sehingga daya tampung air semakin meningkat. Kemudian faktor cuaca di mana hingga Juli masih turun hujan dan berpengaruh pada pertanian.

Purnomo-Anung Bantah Tawarkan Rp1 Miliar Ke PSI Agar Diusung Di Pilkada Solo 2020

"Hujan membuat debit air Dam Colo Nguter tinggi, juga stok air di sawah melimpah," ujarnya.

Pengurus P3A Dam Colo, Nguter, Sukoharjo, saat ini sudah menerima informasi dan terus berkomunikasi dengan pengelola Dam Colo terkait debit air dan jadwal pintu air ditutup.

Setiap perkembangan informasi nantinya langsung dikoordinasikan dengan petani. Saat ini petani masih optimistis sejak tanam hingga panen padi Masa Tanam (MT) II lancar karena stok air melimpah.

Petani juga sudah bersiap dengan penutupan pintu air Dam Colo, Nguter pada 1 Oktober. “Air dari Dam Colo sangat dibutuhkan petani tidak hanya di Sukoharjo namun juga daerah lain hingga Ngawi, Jawa Timur. Jadi pengelola harus menjamin kebutuhan dapat terpenuhi dengan menambah daya tampung air hujan," lanjutnya.

Underpass Transito Laweyan Solo Dilengkapi Tangga Untuk Pejalan Kaki, Ini Penampakannya

Sementara itu selama pintu saluran air Dam Colo, Nguter, Sukoharjo, ditutup pengurus dan anggota P3A Dam Colo Timur akan melakukan pemantauan. Selama satu bulan pengelola Dam Colo akan merawat sumber tampungan air bagi petani.

Salah satu yang disorot berkaitan dengan kondisi Dam Colo dan pintu saluran air tersebar di sejumlah wilayah. Di beberapa lokasi saluran akan dilakukan pembersihan.

4 Kabupaten

Tujuannya saat musim penghujan air bisa dialirkan lancar tanpa ada sumbatan sampah atau sedimentasi. Jigong menyebut ada empat wilayah kabupaten yang bakal terdampak dengan penutupan saluran Colo Timur.

57 Makam di TPU Bonoloyo Solo Akan Dibongkar, Kenapa?

Empat wilayah itu meliputi Sukoharjo, Sragen, Karanganyar dan Ngawi dengan total luas area lahan pertanian mencapai 21.000 hektare.

Petani di Cangkol, Mojolaban, Sukoharjo, Sugimin, berharap jadwal pintu air Dam Colo dibuka dan ditutup tahun ini kembali normal, tidak seperti 2019 lalu. Tahun lalu musim kemarau panjang berdampak debit air menurun drastis hingga membuat jadwal pembukaan pintu air air molor sampai Januari.

Hal ini membuat petani kelimpungan, termasuk dirinya yang harus menyiapkan mesin diesel untuk mengambil air dari sumur pantek. "Sewa mesin diesel sendiri sehari Rp100.000 belum sama bensinya Rp100.000. Mesin diesel ini digunakan untuk menyedot air dari sumur pantek. Mudah-mudahan tahun ini tidak sampai seperti itu," ungkapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom