Tutup Iklan
Dalem Joyokusuman Pusat Seni dan Budaya di Solo
Dalem Joyokusuman. (Solopos-dok)

Solopos.com, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai memusatkan kegiatan seni dan budaya di Dalem Joyokusuman yang telah rampung direvitalisasi akhir 2019 lalu. Revitalisasi tahap ketiga yang menyasar ruang seni budaya dan taman parkir selesai pada November 2019.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Solo, Hasta Gunawan, mengatakan, sejumlah fasilitas yang ditawarkan di bangunan berjuluk Joyokusuman Cultural Centre tersebut di antaranya pendapa, ruang pertemuan, ruang makan, aula, homestay, panggung terbuka serta toilet, dapur, dan musala.

“Kami ingin bangunan ini jadi alternatif kedua setelah Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT). Kalau TBJT milik provinsi, kami tawarkan yang milik Pemkot. Beberapa waktu lalu, tur agen seluruh Indonesia kami undang untuk berkumpul di sini,” terang Hasta Gunawan saat ditemui Solopos.com, Senin (17/2/2020).

Disekap-Dipaksa Threesome, ABG Brebes Diiming-imingi Rp5 juta & Diancam Santet

Setelah pertemuan itulah ada sejumlah pihak yang ingin mengadakan kegiatan di Dalem Joyokusuman.

“Setelah pertemuan itu, mereka berencana mengadakan kegiatan di sini, makan malam dan sebagainya. Tapi kami sampaikan untuk sabar karena kami sedang membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk mengelola,” sambung dia.

Hasta Gunawan mengatakan melalui BLUD diharapkan Dalem Joyokusuman lebih leluasa untuk disewa masyarakat, komunitas, maupun agen travel. Selain lebih mengoptimalkan perawatan kompleks bangunan yang berlokasi di Kelurahan Gajahan itu. BLUD tersebut juga akan mengelola Taman Balekambang.

“Saat ini sedang proses kajian, baru kemudian dibuat Surat Keputusan (SK) Wali Kota. Nanti pengelolaannya lewat BLUD semua. Tapi harus pilah pilih yang di Dalem Joyokusuman harus kegiatan seni budaya. Misalnya, pergelaran musik rok, ya jangan di sini, lainnya dulu,” ucapnya.

Mbejing Wonogiri, Dulu Hutan Seram Kini Jadi Permukiman

Berdasarkan pantauan Solopos.com, bekas kediaman pangeran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu telah banyak berubah namun tak kehilangan jati diri. Pendapa berlantai marmer putih menjadi kekhasan kompleks tersebut.

Di seberang pendapa terdapat sejumlah ruang pertemuan yang terpisah dinding. Sementara di belakangnya, rumah-rumah kecil yang nantinya dijadikan homestay. Terdapat sebuah menara air setinggi lima meter yang dekat dengan pintu belakang.

Sementara, di sebelah deretan homestay itu, Pemkot Solo membangun open stage alias panggung terbuka dengan jajaran kursi kayu permanen. Di samping pendapa, tampak beberapa ruangan terpisah yang berfungsi sebagai ruang makan.

Gagal Buang Bayi, Pemuda Karanganyar Malah Diantar ke Polsek Jebres Solo

Fasilitas Dalem Joyokusuman adalah taman parkir yang mampu memuat 60 kendaraan roda empat dan puluhan kendaraan roda dua.

Sebagai informasi, bekas rumah mantan Kepala Bulog (Kabulog) Wijanarko Puspoyo itu berdiri di lahan seluas 11.000 meter persegi. Nilai bangunan pada saat diserahkan Kejaksaan Agung (Kejagung) di 2016 lalu mencapai Rp25 miliar.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan wisatawan bisa menginap di homestay yang tersedia, belajar seni tradisional seperti karawitan, sekaligus menikmati bangunan cagar budaya itu. Sebelum BLUD terbentuk, pengelolaan berada di tangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho