Dakwaan Terhadap Eks Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman Dinilai Kabur, Ini Kata Jaksa

Dakwaan terhadap eks Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman dalam kasus dugaan korupsi dana kas daerah (kasda) Sragen 2003-2010 yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinilai kabur dan harus dibatalkan.

Dakwaan Terhadap Eks Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman Dinilai Kabur, Ini Kata Jaksa

SOLOPOS.COM - Mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman seusai disidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (24/7/2019). (Antara-I.C. Senjaya)

Solopos.com, SRAGEN — Dakwaan terhadap eks Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman dalam kasus dugaan korupsi dana kas daerah (kasda) Sragen 2003-2010 yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinilai kabur dan harus dibatalkan.

Penilaian tersebut disampaikan kuasa hukum terdakwa, Agus Fatchur Rahman, saat membacakan eksepsi kliennya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, belum lama ini.

Menanggapi hal ini, JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen membantahnya. Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tersebut, Rabu (7/8/2019), JPU menyatakan materi dakwaan sudah disusun sebagaimana mestinya dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Oleh sebab itu, JPU mendesak majelis hakim melanjutkan pemeriksaan perkara tersebut. Dalam sidang itu, JPU membantah tudingan kuasa hukum terdakwa Agus yang menyebut surat dakwaan JPU bersifat obscuur libel (dakwaan kabur) sehingga batal demi hukum.

Terkait tudingan JPU tidak bisa membedakan posisi terdakwa sebagai bupati atau wakil bupati, jaksa beranggapan ada kesalahan pengetikan atau typo. Meski begitu, pada bagian lain JPU menguraikan secara lengkap tentang posisi terdakwa sebagai mantan wakil bupati periode 2001-2006 dan 2006-2011, serta bupati Sragen periode 2011-2016.

“Sangat tidak beralasan secara hukum bila penasihat hukum terdakwa menyebut JPU tidak bisa membedakan posisi terdakwa sebagai wakil bupati dan bupati sehingga dakwaan batal demi hukum,” ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen, Agung Riyadi, di Sragen, Kamis (8/8/2019).

Terkait masih adanya selisih kerugian negara senilai Rp604 juta, kuasa hukum terdakwa berpendapat hal itu tidak ada kaitannya dengan Agus Fatchur Rahman. Mereka berdalih dalam putusan perkara No. 9/Pidsus/2011/P.N. Tipikor Smrg, tertanggal 21 Maret 2012 dengan terdakwa Kushardjono disebutkan selisih kerugian negara senilai Rp604 juta itu dibebankan kepada terdakwa lainnya yakni mantan Bupati Untung Wiyono.

Dalam putusan itu, Kushardjono tidak dituntut untuk membayar uang pengganti senilai Rp604 juta karena dana itu sudah dibebankan kepada terdakwa lainnya.

“Siapa yang harus bertanggung jawab atas kerugian negara tersebut dan berapa yang harus dipertanggungjawabkan terdakwa masing-masing berdiri sendiri dan semata-mata dibebankan sesuai dengan perbuatan yang akan dibuktikan berdasarkan fakta di pengadilan,” ucap Agung Riyadi.

Sebagaimana diberitakan, eks Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman saat ini tengah menjalani persidangan kasus dugaan korupsi kas daerah (kasda) Sragen 2003-2010. Agus mengaku sudah mengembalikan dana yang ia pinjam namun Kejari tetap memproses kasusnya.

Kasus ini menjadi perhatian sejak sebelum Pemilu 2019. Bahkan ada sebagian kalangan yang menilai ada unsur politis dalam kasus ini karena Agus menjadi calon anggota DPR RI.

Berita Terkait

Berita Terkini

Testing dan Tracing Jateng Tak Penuhi Target PPKM

Jumlah testing Covid-19 di Jateng sudah cukup tinggi, 150.000 orang per pekan, namun belum memenuhi target yang ditetapkan Inmendagri.

Geger Foto Wali Kota Tanjungpinang Berdua dengan Cowok di Hotel

Foto Rahma tengah duduk berduaan dengan seorang pria di atas kasus kamar hotel belakangan heboh di jagat media sosial.

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.