Tutup Iklan

DAK: Kadisdik Ingatkan DAK Pendidikan Dana Panas

 Ilustrasi, DAK Pendidikan (google.img)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi, DAK Pendidikan (google.img)

Ilustrasi, DAK Pendidikan (google.img)

WONOGIRI-Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri, H Siswanto mengingatkan bahwa dana alokasi khusus (DAK) renovasi gedung pembelajaran merupakan dana panas. Pengelola diharapkan mengikuti aturan dan menerapkan secara normatif dengan mengikuti petunjuk teknis (juknis) agar tak terjerumus ke penjara.

Pernyataan itu disampaikan Kadisdik di hadapan 61 Kepala SMP calon penerima DAK 2012 yang mengikuti Bimbingan Teknis di Gedung Asriyanti, Brumbung, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Rabu (18/7/2012). DAK tahun ini senilai Rp9,61 miliar. Para kasek didampingi pengurus komite sedangkan nara sumber berasal dari Ketua Komisi D DPRD Wonogiri, Disdik, kejaksaan Wonogiri, DPU, DPPKAD (Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah) dan bagian pembangunan.

“Pengelolaan DAK tahun ini harus lebih baik. Ada jaminan sehingga program DAK selesai tepat waktu. Kejadian tahun lalu sebagai pembelajaran karena dana DAK itu dana panas yang bisa menjerat seseorang masuk penjara. Jangan ada lagi miss. Jika ada hambatan dan kendala segera dikomunikasikan sehingga nyaman bekerja,” ujarnya.

Mantan Kabid SMK Disdik Wonogiri berharap, walau program DAK swakelola namun tetap harus dilelang. “Jadi tak bisa sak geleme dewe (semuanya sendiri) dan sak-sake (asal-asalan). Ikuti koridor.”

Sementara itu, komite SMPN 1 Puhpelem, Tarmin berharap semua pembangunan gedung dilaksanakan pemerintah pusat. “Sekolah tinggal menerima penyerahan gedung dan tidak terlibat di kepanitiaan. Saat ini, masyarakat selalu dihadapkan pada hal-hal yang meragukan dan waswas. Persepsi panitia barang yang dibeli sudah memenuhi spesifikasi namun bagi pejabat sebaliknya sehingga kesan yang muncul, panitia pembangunan selalu salah.”

Untuk itu, jelasnya, demi ketentraman batin hendaknya sekolah dan komite tinggal menerima gedung. Ketua Komisi D DPRD Wonogiri, Sriyono, menegaskan, aturan pemerintah di bidang pendidikan sering carut-marut sehingga menyusahkan pengelola di kabupaten/kota. Dia mencontohkan soal juknis DAK tahun lalu sudah diteken oleh menteri sebelum APBN ditetapkan. Namun, ujarnya, juknis itu turun di kabupaten/kota menjelang berakhirnya tahun anggaran.

“Hasilnya, program DAK 2011 gagal total. Tidak bisa dilaksanakan. Tahun ini anggota Dewan berharap tak ada lagi temuan oleh BPK sehingga disdik muncul penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP).”

Berita Terkait

Berita Terkini

Percepat Penanganan Perkara, PN Sukoharjo Luncurkan Aplikasi e-CDP

PN Sukoharjo meluncurkan aplikasi e-CDP yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat penanganan perkara hukum.

Sakeco Perempuan Mengatasi Tabu dan Memodernkan Tradisi

Secara literal istilah sakeco berasal dari kata keco (bahasa Sumbawa) yang berarti kicau dalam bahasa Indonesia.

Menikmati Keindahan Hutan Mangrove di Kawasan Wisata Mandeh Sumbar

Disebut sebagai Raja Ampat-nya Sumatra Barat

Vaksinasi Covid-19 di Klaten Meningkat, Optimistis Tembus 70%

Sejauh ini, serbuan vaksinasi Covid-19 terus ditingkatkan guna membentuk kekebalan tubuh masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Penghulu di Klaten Viral Setelah Membuat Surat Terbuka, Ini Isinya!

Sugiyanto menegaskan surat tersebut itu bukan sebagai komplain. Surat tersebut dia buat untuk menginformasikan serta memohon agar tes antigen untuk keperluan menikah bisa digratiskan.

Peningkatan Okupansi Hotel di DIY Belum Merata, Kenapa?

Seiring peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, peningkatan okupansi hotel yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum merata ke semua hotel.

Anaknya Tersandung Penipuan CPNS Rp9,7 Miliar, Nia Daniaty Lepas Tangan

Artis Nia Daniaty lepas tangan dengan kasus dugaan penipuan yang menjerat anaknya, Olivia Nathalia.

Komunitas Badut Tasikmalaya Kampanye Protokol Kesehatan di Sekolah

Meminimalisasi klaster baru di lingkungan sekolah

Banyak Hajatan di Karanganyar Melanggar Prokes

Satpol PP Karanganyar menemukan banyak penyelenggaraan hajatan di desa-desa yang melanggar protokol kesehatan (prokes). Salah satunya digelar dengan jumlah tamu undangan melebihi ketentuan maksimal 20 orang.

Profil PSG Pati, Tim Kuda Hitam Saridin Diakuisisi Atta Halilintar

Klub sepak bola ini dikenal dengan julukan “Kuda Hitam Saridin”. Saridin  merupakan salah satu tokoh yang dihormati di Kabupaten Pati yang dikenal dengan kuda tunggangannya yang berwarna hitam.

10 Berita Terpopuler: Rossi Soal Sirkuit Mandalika hingga Kabar Tukul

Komentar Valentino Rossi tentang tantangan membalap di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Senin (27/9/2021).

Arti Mimpi Bertemu Harimau, Pertanda Bakal Sial Atau Mujur?

Mimpi bertemu hewan buas seperti harimau kadang bisa membuat takut dan terbangun dari tidur lelap.

Seru, Universitas Duta Bangsa Solo Gelar Outbound Dosen dan Tendik

Universitas Duta Bangsa (UDB) Solo menyelenggarakan kegiatan outbound bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) untuk meningkatkan keakraban.

Api Abadi PON XX Papua Mulai Dikirab Keliling Lima Wilayah Adat

Api Abadi PON XX diambil di PLTMG Pertamina Klamono

Netflix Indonesia Tayangkan di Balik Layar Squid Game, Seperti Apa?

Di balik layar  Squid Game itu mengungkap bahwa setiap set dibangun secara detail  untuk mewakili semua permainan di serial itu.

Sindir Atta Halilintar, Gibran: Tetap Putus Asa, Jangan Semangat!

Putra sulung Presiden Jokowi tersebut juga mengajak pengusaha lain untuk ikut andil mengembangkan olah raga nasional. Secara khusus Gibran memberikan pesan kepada Atta sebagai bos AHHA PS Pati.