Tutup Iklan

Dahlan Iskan Diperiksa Kejakti Jatim, Ini Duduk Perkaranya

Dahlan Iskan Diperiksa Kejakti Jatim, Ini Duduk Perkaranya

SOLOPOS.COM - Dahlan Iskan (Dok/JIBI/Bisnis)

Dahlan Iskan akhirnya diperiksa Kejakti Jatim dalam kasus penjualan aset BUMD di Jatim, PT Panca Wira Usaha.

Solopos.com, JAKARTA -- Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jawa Timur memeriksa bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dalam perkara dugaan korupsi penjualan salah satu aset milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT Panca Wira Usaha (PWU).

Kepala Kejakti (Kajakti) Jatim Maruli Hutagalung mengatakan pemanggilan tersebut merupakan pemanggilan ketiga kalinya. Dalam dua pemanggilan sebelumnya, Dahlan tidak memenuhi panggilan penyidik kejaksaan lantaran sedang berada di luar negeri. “Ya yang bersangkutan memang diperiksa dalam kasus itu. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak pukul 12.00 WIB,” kata Maruli saat dihibungi Bisnis/JIBI, Senin (17/10/2016).

Maruli menambahkan sampai saat ini status pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PLN tersebut masih sebagai saksi. Adapun menurutnya, pemeriksaan itu dilakukan untuk mencari benang merah perkara yang sebelumnya telah menjerat bekas Ketua DPRD Jawa Timur, Wisnu Wardhana.

“Masih sebagai saksi, belum ada penaikan status ke level penyidikan,” imbuhnya. Menurut Maruli, Dahlan diperiksa karena saat penjualan aset itu berlangsung, bekas menteri di pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjabat sebagai Direktur Utama PT PWU. Dia menjabat direktur utama di perusahaan tersebut dari 2000 sampai 2009.

Kasus dugaan korupsi tersebut pertama kali mencuat pada 2015 lalu. Saat itu, penyidik kejaksaan mencium soal ketidakberesan penjualan aset perusahaan milik negara. Diduga total aset yang dijual mencapai Rp900 miliar. Juli lalu, Kejakti Jatim memulai kasus itu dengan mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik). Baca juga: 2 Kali Mangkir dari Kejakti Jatim, Dahlan Iskan Dicekal.

Dalam perkara itu, penyidik kejaksaan telah menetapkan seorang tersangka, yakni bekas Ketua DPRD Surabaya tahun 2009-2014, Wisnu Wardhana. Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik kejaksaan menemukan dua alat bukti. Wisnu sendiri diduga menyalahgunakan posisinya yang saat itu menjadi Manager PT PWU. Dia pun sudah ditahan di Rumah Tahanan Klas I Surabaya.

Secara terpisah, penasihat hukum Dahlan Iskan, Pieter Talaway mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan penyidik kejaksaan. Dia juga memastikan kliennya akan mematuhi proses hukum yang sedang berlangsung. “Ya kita lihat nanti hasil pemeriksaanya terlebih dahulu,” kata Pieter.

Hanya saja, dia memastikan proses penjualan tersebut sudah melewati prosedur yang benar. Dahlan,kata dia, yang waktu itu menjadi direktur utama juga sudah melakukan proses persetujuan dari sebagian besar direksi. Sehingga, dia menilai langkah yang penjualan tersebut sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan.

Dia justru menganggap proses eksekusi di level bawah yang bermasalah sehingga tidak bisa dimonitor oleh atasan. Karena ada penyelewenangan di tingkat bawah, maka menurutnya, muncullah kasus tersebut. “Itu saya kira, di tingkat direksi itu tidak menjadi masalah. Permasalahan kemungkinan ada di level bawahan,” imbuhnya.

Terkait pencegahan yang dilakukan penyidik kejaksaan, dia enggan berkomentar lebih banyak. Dia hanya mengatakan, kemungkinan pencegahan itu dilakukan lantaran kliennya sering bepergian ke luar negeri.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tembok Dilubangi, Toko Elektronik di Boyolali Disatroni Maling, Kerugian Tembus Rp100 Juta

Sebuah toko elektronik di Jl Pandanaran, Boyolali, menjadi sasaran pencurian. Kejadian itu menyebabkan kerugian hingga sekitar Rp100 juta.

Meski Sudah Divaksin, Wali Kota Salatiga Terpapar Covid-19

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto terpapar Covid-19 meski telah menjalani vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac pada Februari lalu.

Perusahaan Perkebunan Serat Terbesar Hindia Belanda Ada Di Wonogiri Loh, Ini Lokasinya

Perusahaan perkebunan serat yang memproduksi tali tambang kapal, karung goni, dan lain-lain pada masa Hindia Belanda ada di Wonogiri.

Tempe Bacem Kaleng Magelang Melintasi Melintasi Pasar Dunia

Usaha menengah kecil dan mikro di Kabupaten Magelang terus berinovasi, salah satunya pengrajin tempe dalam kaleng yang justru diminati pasar luar negeri.

Covid-19 Varian India di Kudus, Ini Langkah Gubernur Ganjar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta sejumlah pemerintah kabupaten di Jateng mencanangkan gerakan di rumah saja.

2 SMKN Jogja Ini yang Masuk Top 1.000 Sekolah Terbaik

Jogja punya sekolah menengah kejuruan negeri terbaik yang bisa lolos dalam Top 1.000 sekolah terbaik nasional berdasarkan nilai rerata TPS UTBK tertinggi pada tahun 2020.

Braak, Sepeda Motor Terjepit Seusai Tabrak Bus BST Dekat Flyover Purwosari Solo 

Kecelakaan lalu lintas antara Bus BST dan sebuah sepeda motor terjadi di Jl. Slamet Riyadi atau sisi timur Flyover Purwosari pada Minggu (13/6/2021)

Solo Uji Coba Angkutan Bus Listrik dan Bus Low Deck, Lewat Koridor Mana?

Bus listrik dan bus low deck segera diuji coba di jalanan Kota Solo, rencananya angkutan feeder juga akan diganti mobil bertenaga listrik.

Tradisi Memanggil Jin di Daerah Ini Jadi Atraksi Wisata

Tarian yang berisi tradisi memanggil jin ini telah menjadi bagian dari pertunjukan untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang.

Tanpa Lelah, Petugas Rutin Sterilisasi Asrama Haji Donohudan Boyolali

Sterilisasi kawasan Asrama Haji Donohudan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, terus dilakukan untuk menekan potensi persebaran Covid-19.

Tahu Bakso, Kudapan Khas Ungaran yang Bikin Nagih

Selain dikenal dengan lumpia dan juga bandeng presto, Semarang juga memiliki jajanan khas, yaitu tahu bakso yang aslinya berasal dari Kota Ungaran.

Covid-19 India di Kudus, Gubernur Ganjar Minta Petugas Lebih Waspada

Petugas yang menangani pasien Covid-19 di  Kudus meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya persebaran Covid-19 varian India di sana.