Madiun
Senin, 11 November 2019 - 15:05 WIB

Curi 3 Karung Gabah, Buruh Tani di Madiun Dihajar Warga Hingga Babak Belur

Abdul Jalil  /  Kaled Hasby Ashshidiqy  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Solopos.com, MADIUN -- Seorang buruh tani dihajar warga saat tertangkap tangan mencuri gabah tiga karung di areal persawahan Dukuh Jogobayan, Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

Buruh tani bernama Peni, 42, warga Desa Bakur, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun itu dihajar hingga babak belur.

Advertisement

Kapolsek Nglames, AKP Nuryadi, mengatakan kejadian tersebut terjadi di areal persawahan pada Minggu (10/11/2019) sekitar pukul 14.30 WIB.

Pencurian itu terjadi saat pemilik gabah, Suyatno, sedang memanen padinya. Ada gabah tiga karung yang diangkat dari sawah ke pinggir jalan. Rencananya, karung berisi gabah itu dibawa pulang ke rumah dengan kendaraan.

"Tiga karung gabah itu memang sengaja ditaruh di pinggir jalan untuk mempermudah pengangkutan. Sedangkan pemilik gabah berada di sawah untuk mengambil hasil panennya lagi," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Senin (11/11/2019).

Advertisement

Kondisi sawah yang saat itu lengang kemudian dimanfaatkan Peni yang melihat tiga karung gabah di pinggir jalan tak terjaga. Niat jahatnya timbul, kemudian pelaku mengangkut gabah itu ke sepeda motornya, Honda Grand Astrea berpelat nomor AE 3651 FB.

"Saat sedang mengangkut gabah ke sepeda motor itu. Aksi pelaku diketahui korban. Korban pun menegurnya," jelasnya.

Setelah ketahuan pemilik gabah, kata dia, pelaku bukannya meletakkan tiga karung gabah itu. Justru malah melajukan kendaraannya sambil membawa tiga karung gabah hasil curian.

Advertisement

Aksi pelaku pun diketahui warga di sekitar lokasi kejadian. Mereka lantas mengejarnya pelaku yang akhirnya tertangkap. Warga yang geram langsung memukuli pelaku hingga babak belur. Setelah itu, warga menyerahkannya kepada aparat kepolisian.

"Saat dibawa ke kami, kondisinya sudah babak belur. Pelaku kemudian kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," ujar Nuryadi.

Berdasarkan keterangan pelaku, ia nekat mencuri karena alasan ekonomi. Sehingga saat ada barang yang bernilai ekonomis tergeletak di jalan langsung dicuri.

Tiga gabah yang dicuri tersebut nilainya Rp750.000. Karena nilai kerugian yang kecil, pelaku akan dijerat pasal tindak pidana ringan.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif