Tutup Iklan

Curang! 225 Peserta SKD CPNS di 9 Lokasi Ini Didiskualifikasi

Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo, akan mendiskualifikasi 225 peserta yang terlibat kecurangan SKD CPNS di 9 lokasi seleksi.

 Ilustrasi peserta mengikuti computer assisted test (CAT) CPNS. (Solopos-M. Ferri Setiawan)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi peserta mengikuti computer assisted test (CAT) CPNS. (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo, akan mendiskualifikasi 225 peserta yang terlibat kecurangan seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di 9 lokasi seleksi.

Pernyataan itu dia sampaikan pada Rabu (27/10/2021). “Pansel dan BKN serta Kemen PANRB sedang membahas strategi mendiskualifikasi peserta yang curang tanpa membuat gaduh,” katanya seperti dilansir Okezone.com pada Rabu (27/10/2021).

Berikut rangkuman modus dan kronologi kecurangan tersebut:

Baca Juga : Haru! Ditemani Ibu Saat Tes SKD CPNS, Pemuda Ini Dibanjiri Dukungan

1. Pelaksanaan SKD CPNS mandiri di Kabupaten Buol pada 14-19 September 2021.

Laporan dugaan kecurangan kali pertama dibuat tim BKN pada 17 September 2021 setelah melihat pengerjaan SKD tidak wajar dan laporan di media sosial. Setelah mengecek seluruh PC, terdapat 2 PC ditemukan aplikasi remote rutserv. Kemudian 1 PC dibawa ke Kanreg BKN Makassar untuk dilakukan forensik oleh BSSN.

Hasil forensik IT terhadap PC tersebut menunjukkan benar terjadi kecurangan dengan metode penggunaan aplikasi remote rutserv. Dengan aplikasi ini orang lain di luar lokasi ujian bisa membantu peserta mengerjakan SKD. Diduga Kepala BKPSDM Buol terlibat dalam kecurangan ini dan telah dinonaktifkan.

Setelah kasus ini, BKN membuat aplikasi baru dengan melakukan audit trail pendekatan deteksi fraud berbasis Machine Learning (ML). Dari hasil ML, 27 orang terdeteksi melakukan kecurangan.

Baca Juga : Anaknya Tersandung Penipuan CPNS Rp9,7 Miliar, Nia Daniaty Lepas Tangan

2. Pelaksanaan SKD CPNS mandiri di Kabupaten Enrekang pada 30 September-3 Oktober 2021.

Laporan dugaan kecurangan berasal dari laporan tim BKN dan media daring pada 4 Oktober 2021. Tidak dilakukan forensik terhadap PC di Enrekang karena suasana kurang kondusif. BKN telah memperoleh beberapa data berupa image chat, audio, dan video terkait. Hasil analisis ML, 5 orang terdeteksi melakukan kecurangan.

Nilai Tertinggi Nasional

3. Pelaksanaan SKD CPNS mandiri cost-sharing Kabupaten Mamuju, Kabupaten Pasang Kayu, Provinsi Sulawesi Barat pada 14-25 September 2021.

Laporan dugaan kecurangan berasal dari laporan tim BKN pada 23 September 2021 dan media daring menunjukkan pengerjaan tidak wajar. Satu PC dibawa ke Kanreg BKN Makassar untuk dilakukan forensik IT oleh Tim BSSN.

Hasil forensik menunjukan terdapat aplikasi remote Zoho Meeting (Zoho Assist) yang diinstall pada 12 September 2021. Aplikasi ini dipakai saat SKD 16 September 2021 sesi I. Peserta yang diduga mendapat bantuan dari pihak lain mendapat nilai tertinggal nasional, 510. Hasil analisis ML, 40 orang yang terdeteksi melakukan kecurangan.

Baca Juga : Pemkot Semarang Gelar SKD CPNS Selama 18 Hari, 1.241 Kursi Diperebutkan 20.330 Orang

4. Pelaksanaan SKD CPNS mandiri di BKN Lampung pada 14 September-9 Oktober 2021.

Peserta dari multi instansi, termasuk kementerian/lembaga. Kasus di sini berbeda dengan yang lain. Mereka menggunakan titik lokasi palsu. Modusnya peserta melakukan registrasi, perekaman Face Recognition, dan mendapatkan PIN peserta. Setelah berada di tenda steril, peserta keluar dari arena lokasi untuk menuju titik lokasi palsu.

Di situ terdapat PC yang digunakan secara jarak jauh oleh orang lain (terdeteksi dari Palembang dan Medan). Peserta ini rata-rata tidak menggunakan masker saat mengerjakan SKD. Dari hasil audit trail, 23 orang terdeteksi melakukan kecurangan.

5. Pelaksanaan SKD CPNS mandiri di Kabupaten Mamasa pada 27 September-1 Oktober 2021.

Laporan dugaan kecurangan kali pertama dibuat tim BKN pada 27 September 2021 setelah melihat pengerjaan SKD tidak wajar. Ada peserta tidak mau dipindahkan walaupun PC mengalami restart. Hasil analisis ML, 19 orang terdeteksi melakukan kecurangan.

Baca Juga : Peserta Ujian CPNS dan P3K Karanganyar Dapat Fasilitas Swab Antigen Gratis

Kertas Buram Bersih

6. Pelaksanaan SKD CPNS mandiri di Kabupaten Sidrap pada 2-5 Oktober 2021.

Laporan dugaan kecurangan dibuat tim BKN setelah ada peserta yang memperoleh nilai tinggi tetapi kertas buram yang bersangkutan tidak terpakai sama sekali. Salah satu PC yang dipakai dibawa ke Kanreg BKN Makassar untuk dilakukan forensik IT oleh Tim BSSN.

Hasilnya ditemukan aplikasi remote Getscreen.me pada PC tersebut. Setelah dilakukan analisis melalui ML, 62 orang terdeteksi melakukan kecurangan.

7. Pelaksanaan SKD CPNS mandiri di Kabupaten Luwu pada 7-10 Oktober 2021.

Tim BSSN melakukan pembersihan dan hardening terhadap PC peserta sebelum ujian. Keesokan hari terpantau aktivitas aplikasi remote Netop dan nilai SKD beberapa peserta besar. Setelah dilakukan pelacakan, terjadi rekonfigurasi PC pada malam sebelum dimulai ujian pukul 01.00 waktu setempat.

Ini menimbulkan kecurigaan keterlibatan petugas Diskominfo setempat. Salah satu PC dibawa ke Kanreg BKN Makassar untuk dilakukan forensik IT oleh Tim BSSN. Ditemukan instalasi Netop Remote Control pada 9 Oktober 2021 pukul 00.31 waktu setempat. Padahal ruangan ujian telah disegel petugas BKN. Hasil analisis melalui ML menyimpulkan 4 orang terdeteksi melakukan kecurangan.

Baca Juga : Pemprov Jateng Minta Swab Tes & Vaksin Tidak Jadi Syarat Wajib SKD CPNS, Setuju Lur?

Lolos Metal Detektor

8. Pelaksanaan SKD CPNS mandiri di Kabupaten Buton Selatan pada 2-9 Oktober 2021.

Menurut laporan petugas BKN, terdapat aplikasi remote di seluruh PC. Hal itu tidak terdeteksi saat pengecekan awal. Ditemukan juga beberapa peserta dengan metode pengerjaan tidak wajar. Hasil analisis melalui ML menyimpulkan 41 orang terdeteksi melakukan kecurangan.

9. Pelaksanaan SKD CPNS mandiri di Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan pada 28 September-12 Oktober 2021.

Saat tes, tertangkap tangan 2 orang membawa handphone ke ruang ujian, meskipun telah diperiksa dengan metal detektor. Yang bersangkutan telah memotret soal SKD dan kemungkinan melakukan komunikasi dengan orang luar. Di dalam handphone terdapat informasi 2 peserta tes lain yang juga diduga melakukan kecurangan serupa.

Panitia melaporkan 2 peserta ini kepada kepolisian setempat. Panitia Kementerian Hukum dan HAM memeriksa tambahan berupa body checking kepada seluruh peserta. Hasil analisis melalui ML menyimpulkan 4 orang terdeteksi melakukan kecurangan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Melihat Kesiapan Tes Ulang PCR Covid-19 di Bandara Soetta

Seorang pelaku perjalanan internasional, Agus Rakasiwi, mengeluhkan penanganan tes ulang PCR di Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang Banten Minggu (28/11/2021).

Pengemudi Mercy Tabrakan di Tol JORR Jadi Tersangka, Gimana Nasibnya?

Polisi menetapkan pengemudi Mercy, MDS, 66, sebagai tersangka kasus kecelakaan beruntun di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) Cakung.

Harga Minyak Goreng Naik Terus Sampai 2022, Ini Sebabnya Bund

Harga minyak goreng diprediksi akan terus naik hingga 2022 karena berbagai faktor.

Miris! Warga di Bali Ini Tarik Air Danau Demi Bisa Minum & MCK

Sejumlah warga desa di Pulau Dewata Bali mengalami krisis air bersih selama bertahun-tahun.

Mahasiswa Fakultas Hukum dan Bisnis UDB Solo Kunjungi Griya Solopos

Sejumlah mahasiswa Prodi S1 Akuntansi dan Bahasa Inggris, Fakultas Hukum dan Bisnis, Universitas Duta Bangsa (UDB) Solo berkunjung ke Griya Solopos, Kamis (25/11/2021).

Tangkap Penabrak Polisi, Polres Metro Malah Buka Sindikat Internasional

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakpus berhasil mengungkap dan menangkap 3 orang sindikat narkoba jaringan internasional setelah berhasil menangkap penabrak polisi.

Pengin Jadi Anggota Banser Seperti Erick Thohir, Begini Hlo Caranya!

Begini hlo cara dan syarat menjadi anggota Banser seperti Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Erick Thohir!

Semua Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi Teman di Bekasi Tertangkap

Polisi menangkap FM, MAP, dan ER, tersangka kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap pengendara ojek online yang juga teman tersangka, RS, 28.

HUT ke-65, UKSW Gelar Ibadah Syukur dan Upacara Dies Natalis

Kegiatan ibadah syukur dan upacara dies natalis akan diadakan secara luring terbatas, dan disiarkan secara langsung di Youtube UKSW Salatiga.

10 Berita Terpopuler: Tabrakan Maut di Sragen hingga Modus Baru Maling

Berita kecelakaan maut di Jalan Solo-Sragen, Senin (29/11/2021) pukul 06.00 WIB dan modus baru maling mobil dengan alasan membeli menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Selasa (30/11/2021).

Solopos Hari Ini: Euforia 8 Besar

Konvoi yang melibatkan 1.000-an suporter Persis Solo menggunakan sepeda motor untuk merayakan lolosnya Laskar Sambernyawa ke babak delapan besar Liga 2 2021, Senin (29/1/2021) sore, memantik polemik.

Target Penerimaan Negara Rp1.846 T, Pemerintah Perluas Basis Pajak

Penerimaan negara ditargetkan sebesar Rp1.846,1 triliun pada 2022, terdiri dari penerimaan perpajakan Rp1.510 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp335,6 triliun dan hibah Rp0,56 triliun.

Bupati Bandung Wajibkan ASN Nyanyikan Indonesia Raya Sebelum Bekerja

Bupati Bandung juga mewajibkan ASN untuk menyanyikan atau mendengarkan lagu Halo-Halo Bandung sebelum pulang kantor.

100 Warga Antre Bantuan, BLT Covid-19 Malah Disikat Kades

Pencairan dana BLT Covid-19 masing-masing tahap Rp30 juta untuk 100 keluarga penerima manfaat (KPM).

Sejarah Hari Ini: 30 November 2004, Lion Air JT 538 Tergelincir di Solo

Beragam peristiwa terjadi di dunia pada 30 November salah satunya tragedi tergelincirnya pesawat Lion Air di dekat Bandara Solo