Tutup Iklan
Anggota Majelis Sidang Fritz Edward Siregar, Ketua Sidang Abhan, Anggota Sidang Mochammad Afifuddin, dan Anggota Sidang Ratna Dewi Pettalolo dalam sidang pendahuluan dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan Jokowi-Amin di Gedung Bawaslu, Senin (20/5/2019). (Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso)

Solopos.com, JAKARTAhttps://news.solopos.com/read/20190513/496/991718/bawaslu-aduan-kubu-prabowo-soal-jokowi-pakai-asn-belum-penuhi-syarat" target="_blank" rel="noopener">Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menolak dua laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi terkait dugaan pelanggaran penggunaan aparatur sipil negara (ASN) yang dilakukan oleh pasangan Jokowi-Amin. Hasilnya, Bawaslu menyebut laporan itu tidak bisa dilanjutkan.

Dalam sidang pertama kasus yang dilaporkan oleh Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, itu, anggota sidang Ratna Dewi Pettalolo mengatakan bahwa pelapor tidak bisa menunjukkan bukti adanya pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif. Temuan Djoko dan tim hanya berupa tangkapan layar dari berita media daring tanpa menyerahkan bukti pendukung berupa dokumen, surat, atau video.

“Sehingga bukti yang dimasukkan oleh https://news.solopos.com/read/20190510/496/991224/bpn-laporkan-jokowi-amin-manfaatkan-asn-tapi-begini-temuan-bawaslu" target="_blank" rel="noopener">pelapor belum memenuhi kriteria bukti sebagaimana diatur dalam Peraturan Bawaslu No 8/2018 tentang penyelesaian pelanggaran administratif pemilihan umum,” katanya saat membacakan kesimpulan di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Laporan kedua dengan tuduhan yang sama dilayangkan anggota Juru Bicara BPN, Dian Fatwa. Bukti yang diserahkan juga tidak berbeda, yaitu berupa tangkapan layar dari media daring tanpa menyertakan bukti pelengkap.

Karena kedua laporan tersebut tidak cukup bukti, Ketua Sidang Abhan menuturkan bahwa laporan tersebut tidak bisa dilanjutkan. “Menetapkan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu terstruktur, sistematis, dan masif tidak dapat diterima,” jelasnya.

Sebelumnya Djoko https://news.solopos.com/read/20190510/496/991112/bpn-prabowo-sandi-laporkan-dugaan-kecurangan-ke-bawaslu-lalu-ikut-demo" target="_blank" rel="noopener">melaporkan dugaan pelanggaran ini pada 10 Mei lalu dengan nomor laporan 01/LP/PP/ADM/TSM/RI/00.00/V/2019. Sementara Dian melaporkan hal serupa tiga hari kemudian dan teregistrasi 02/LP/PP/ADM/TSM/RI/00.00/V/2019.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten