Cuma Butuh 2 Menit, Alat Tes Corona Buatan AS Siap Produksi Massal
Ilustrasi tes virus corona (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) baru-baru ini mengesahkan sebuah alat tes cepat virus corona buatan AS dengan kecepatan dua menit saja. Alat ini akan segera diproduksi massal dan dipakai untuk mengetes jutaan warga AS.

Virus Corona Salatiga: 22 Orang Jadi OTG Covid-19

Dikutip dari Suara.com sebagaimana dilansir The Sun, Rabu (1/4/2020), alat tes corona buatan AS itu dikembangkan oleh perusahaan bernama Bodysphare. Cara kerja alat itu mirip dengan alat kecil untuk tes kadar gula.

Melalui tes itu hasilnya bisa menentukan apakah seseorang terinfeksi virus corona atau tidak dengan mendeteksi antibodi dalam darah.

Jenazah Korban Corona Ditolak, Ganjar: Jaga Perasaan Keluarga!

Tes ini akan bekerja efektif jika seseorang terinfeksi selama beberapa hari namun tak menujukkan gejala seperti batuk maupun demam.

Untuk menentukan hasil tes seseorang positif atau negatif, alat ini hanya membutuhkan waktu 10-15 menit saja.

3 Bulan Listrik Gratis, Begini Skema Bagi Pengguna Token

Produksi Massal

Perusahaan produsen alat tes corona buatan AS itu, Bodysphare, menyatakan akan memproduksi jutaan alat untuk disebarkan ke seluruh penjuru AS. Alat itu ditargetkan akan tiba di rumah sakit, ruang gawat darurat, dan usat perawatan darurat rumah sakit dalam beberapa pekan ke depan.

Warga Semanggi Solo Meninggal Tertabrak KA Batara Kresna

Tak hanya itu, Laboratorium Abbot AS juga mengumumkan akan menyebarkan kit alat tes cepat sebanyak 50.000 unit pada minggu pertama.

Tes dua menit itu juga dinyatakan oleh Presiden Donald Trump pada Senin (30/3/2020) bahwa satu juta orang Amerika telah menjalani tes.

Sensus Penduduk Online Diperpanjang, Catat Tanggalnya!

The Sun juga melaporkan pada pertengahan Maret, Presiden Trump sempat berjanji akan menyediakan 27 juta alat tes cepat pada akhir bulan Maret.

Perkembangan kasus Covid-19 di AS per Selasa (31/3/2020), menunjukkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 165.000 kasus dengan angka kematian 3.400 kasus.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho