Tutup Iklan

Cukai Tembakau Bakal Dinaikkan Lagi, Pengusaha Rokok Kudus Tak Risau

Cukai Tembakau Bakal Dinaikkan Lagi, Pengusaha Rokok Kudus Tak Risau

SOLOPOS.COM - Pekerja Pabrik Rokok Jambur Bold di kawasan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Industri Hasil Tembakau Kudus, Jateng, memproduksi rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT), Selasa (24/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Cukai hasil produksi tembakau yang bakal dinaikkan lagi oleh pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mampu membuat risau pengusaha rokok di Kudus, Jateng.

Solopos.com, KUDUS — Rencana pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan lagi tarif cukai hasil produksi tembakau tak mampu membuat produsen rokok golongan kecil atau golongan III khawatir. Modus operandi pemerintah dalam menggemukkan kocek penerimaan negara dengan cara seruoa pada masa lampau terbukti tak mampu menggoyahkan industri rokok Indonesia.

“Apapun aturan dari pemerintah, saya akan mengikutinya, termasuk ketika ada kenaikan tarif pita cukai rokok,” kata pemilik Pabrik Rokok Jambur Bold Sutrishono yang tempat produksinya berada di kawasan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Industri Hasil Tembakau Kudus, Jateng, Selasa (24/10/2017).

[Baca juga Naik Tipis, Tahun Depan Tarif Cukai Rokok 10,04%]

Menurut dia, protes atas kebijakan pemerintah tidak akan membuahkan hasil, sehingga dirinya hanya bisa mengikutinya. Terkait dampak atas kenaikan tarif cukai rokok, kata dia, nantinya memang ada, karena harga jual eceran rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT) di pasaran juga akan mengalami kenaikan.

Adanya kenaikan harga jual eceran rokok di pasaran, kata dia, tentu akan terjadi gejolak permintaan di pasaran, mengingat di pasaran juga ada rokok yang dijual dengan harga lebih murah, terutama rokok ilegal. “Hal itu, dimungkinkan hanya bersifat sementara ketika kualitas rokok yang kami jual di pasaran tetap kami pertahankan,” ujarnya.

Ia mengaku, akan berupaya agar kenaikan harga rokok di pasaran tidak naik terlalu tinggi, agar daya saing di pasaran masih tetap kompetitif. Terkait tingkat produksi rokoknya, dia mengaku, berdasarkan pesanan, sehingga setiap bulan belum tentu memiliki kesamaan jumlah rokok yang diproduksi.

Ketua Harian Persatuan Pengusaha Rokok Kudus Agus Sarjono mengungkapkan, bahwa dampak kenaikan tarif pita cukai produk tembakau memang akan berdampak terhadap pengusaha rokok golongan kecil atau golongan III. Pasalnya, kata dia, konsumen dari rokok golongan III lebih sensitif terpengaruh harga rokok dibandingkan konsumen rokok dari golongan I yang cenderung memiliki penghasilan cukup besar sehingga mereka relatif tetap mampu membeli rokok meskipun harganya dinaikkan.

Sementara konsumen rokok golongan III, kata dia, cenderung dari kalangan kelas bawah, sehingga ketika ada kenaikan harga tentu konsumennya juga akan berfikir panjang apakah tetap membeli rokok dengan harga yang lebih mahal atau mencari rokok yang lebih murah. “Ketika konsumen ingin mencari rokok yang lebih murah, tentunya pilihan mereka merupakan rokok ilegal,” ujarnya.

Ia memprediksi kualitas rokok ilegal bisa bersaing dengan rokok legal mengingat mereka juga memanfaatkan pangsa pasar yang ditinggalkan konsumen dari rokok legal dari golongan III. “Karena tidak terbebani dengan tarif pita cukai rokok, produsen rokok ilegal tentu berani bersaing soal kualitas,” ujarnya.

Rokok golongan III B, terang dia lebih lanjut, seharusnya tidak perlu naik, karena saat ini mereka sudah terbebani dengan kenaikan upah pekerja yang setiap tahunnya selalu naik. “Kalaupun dinaikkan, akan lebih moderat disesuaikan dengan kenaikan upah pekerja yang mempertimbangkan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

[Baca juga Cukai Rokok “Cuma” 10,04% Tahun Depan, Jokowi Pertimbangkan Petani & Buruh]

Sulastri, salah satu buruh pabrik rokok berharap, tempat kerjanya tetap berproduksi, karena penghasilannya juga digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Dalam sehari, dia mengaku, bisa menghasilkan 5.000 batang rokok, sedangkan honor yang diterima per 1.000 batang rokok yang diproduksi sebesar Rp18.000.

“Mudah-mudahan, kenaikan tarif pita cukai rokok juga akan berdampak pada kenaikan upah pekerja,” ujarnya. Sejauh ini, kata dia, pabrik pengolahan tembakau menjadi rokok tempat dirinya bekerja aktif berproduksi sehingga setiap hari selalu masuk kerja.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Horornya Jalan Tol KM 542 Sragen: 8 Bulan, 3 Kecelakaan, 3 Nyawa Melayang

Kecelakaan kembali terjadi di jalan tol Solo-Kertosono, tepatnya di KM 542.200 jalur A di Desa Bumiaji, Gondang, Sragen.

Layanan 5G Hadir di Solo, Pelayanan Publik Bisa 24 Jam

Peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo di Solo kian mendukung kota ini menjadi kota pintar atau smart city.

Terbentur Undang-Undang, Kemenag Solo Tak Keluarkan Izin Tempat Belajar Anak-Anak Perusak Makam di Mojo

Kemenag Kota Solo memastikan tidak mengeluarkan izin keberadaan kuttab atau lembaga pendidikan anak usia dini di Mojo, Pasar Kliwon.

Rumah di Pinggir Jalan Raya Bikin Pusing? Coba Tips Ini

Tanam saja tanaman perdu yang daunnya berwarna-warni. Selain bisa meredam suara berisik, adanya tanaman ini bisa memperindah rumah di pinggir jalan.

7 Rekomendasi Mobil Murah di Bawah Rp100 Juta yang Terjangkau

Dengan harga yang terjangkau, Anda bisa mendapatkan berbagai alternatif mobil murah di bawah Rp100 juta yang cocok untuk kantong Anda.

Warga Sragen Buktikan Ivermectin Ampuh Jadi Obat Covid-19, 5 Hari Mengonsumsi Langsung Negatif

Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, mempromosikan Ivermax 12 atau Ivermectin sebagai obat penyembuh Covid-19. Obat itu diklaim ampuh.

Mantan Bupati Sragen Promosikan Ivermectin Sebagai Obat Covid-19, Terbukti Ampuh?

Bupati Sragen periode 2001-2011, Untung Wiyono, mempromosikan Ivermax 12 atau Ivermectin sebagai obat penyembuh Covid-19. Obat itu diklaim ampuh.

Kasus Kematian Covid Tanpa Komorbid Tinggi

Angka kematian pasien Covid-19 di Klaten masih tinggi. Tak hanya pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, pasien yang meninggal tanpa komorbid sebesar 35%.

Vaksin Bikin Tubuh Aman dari Covid-19? Cek Faktanya

Vaksin Covid-19 bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus corona.

Dua Juru Parkir Liar di Kota Madiun Diringkus Polisi

Dua juru parkir liar ditangkap Polres Madiun Kota dalam pemberantasan aksi premanisme dan pungli.

Duh! Petani Tembakau di Klaten Terancam Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Tak Menentu

Sejumlah petani tembakau di Klaten dilanda kegalauan. Cuaca yang tak menentu mengakibatkan tanaman tembakau tak tumbuh secara optimal.

Isolasi Lokal di Gedawung Baturetno Wonogiri Selesai, Warga Siraman Pakai Air Kendi

Isolasi lokal yang diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri telah selesai, Selasa (22/6/2021).