Cuaca Ekstrem Hingga Februari, Puluhan Pompa Antisipasi Banjir Solo Siaga 24 Jam 
Pintu air Demangan, Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (22/3/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Sekitar 20 pompa air untuk penanggulangan banjir yang tersebar di Kota Solo disiagakan 24 jam menyusul prediksi cuaca ekstrem yang berlangsung Januari hingga Februari.

Para operator atau petugas pompa air wajib siaga 24 jam dan standby di lokasi yang tidak jauh dari rumah pompa. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo, Arif Nurhadi, mengatakan sebelum disiagakan selama musim penghujan, pompa tersebut sudah dicek kelengkapannya.

Pompa tersebut berfungsi mengalirkan air dari anak Sungai Bengawan Solo ke induknya. Saat hujan deras mengguyur wilayah hulu, elevasi Sungai Bengawan Solo posisinya lebih tinggi dibandingkan anak sungainya.

"Saat itu pintu air ditutup sehingga air dari anak sungai yang meluap dialirkan ke Sungai Bengawan Solo menggunakan pompa,” kata dia saat berbincang dengan wartawan, belum lama ini.

Kecelakaan Saat Pulang dari Aksi Tanam Pohon di Karanganyar, Gadis 14 Tahun Meninggal

Arif mengatakan Kota Bengawan sangat mengandalkan pompa-pompa tersebut. Apabila terjadi kerusakan pada pompa, banjir tak terelakkan.

Debit air Kali Anyar dan Kali Pepe berasal dari limpahan air di daerah hulu, yakni Boyolali. Sedangkan volume Sungai Bengawan Solo dipengaruhi hujan di Wonogiri, Sukoharjo, dan Klaten.

Lokasi pompa-pompa itu di antaranya di Pintu Air Demangan, Gandekan, Pucangsawit, Kedungkopi, Kedungbelang, Joyontakan Timur dan Barat, Makam Bergola, Tipes, Mobeling, Jurug, Sewu, Kenteng, dan Banyuanyar.

“Kapasitasnya beragam, yang kecil-kecil itu mulai dari 50 liter/detik sampai 200 liter/detik. Paling besar ya di Demangan, kapasitasnya 1.500 liter-3.000 liter per detik,” ucap Arif.

Namanya Tak Disebut Mega di Rakernas, Wali Kota Solo: Mungkin Lupa

Kepala Harian Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Eko Prajudhy Noor Aly, mengatakan Pemkot telah memasang empat alat pendeteksi banjir atau early warning system (EWS) di empat lokasi anak sungai Bengawan Solo.

EWS yang dipasang berupa sirene yang bisa berbunyi saat level air meningkat pada siaga kuning. Bunyi sirene akan menjadi penanda agar warga siaga dan menyelamatkan barang berharga.

“Kami juga menyiagakan karung-karung pasir jika suatu saat dibutuhkan,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom