Tutup Iklan
Manchester City (JIBI/REUTERS/Andrew Yates)

Solopos.com, LONDON — Tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen saat kompetisi baru berjalan delapan pertandingan barangkali tak dibayangkan sebelumnya oleh Manchester City. Kekalahan dari Wolverhampton Wanderers pekan lalu seakan menjadi sinyal bagi The Citizens bahwa persaingan merebut trofi Liga Inggris musim ini bisa selesai lebih awal.

Duel melawan Crystal Palace di Selhurst Park, Sabtu (19/10/2019), pun bisa dibilang layaknya sebuah partai final bagi Bernardo Silva dkk. Tiga angka jelas tak bisa ditawar-tawar apabila mereka masih ingin mengejar Liverpool di puncak klasemen.

Selain memangkas jarak menjadi lima poin, kemenangan atas Palace bisa menambah tekanan terhadap The Reds yang harus melawat ke markas Manchester United keesokan harinya. Masalahnya saat ini Palace bukanlah tim semenjana seperti musim-musim sebelumnya.

Patrick van Aanholt dkk. tengah menikmati awal musim yang gemilang dengan nangkring di peringkat enam setelah mengumpulkan 14 poin dari delapan pertandingan. Klub berjuluk The Eagles itu berpeluang melewati poin yang dikumpulkan City (16) apabila mampu menang di kandang sendiri.

“Partai melawan Crystal Palace akan sangat sulit tapi kami tidak punya pilihan lain. Kami akan bermain semaksimal mungkin,” ujar gelandang City, Ilkay Gundogan, seperti dilansir Manchester Evening News, Jumat (18/10/2019).

Perjuangan tim tamu tampaknya bakal kian berat jika melihat catatan enam laga kandang terakhir Palace di Liga Premier yang tanpa kekalahan. Namun kemenangan The Eagles pada periode itu sejatinya diraih dari tim medioker seperti Aston Villa, Bournemouth dan Norwich City.

Artinya, tim asuhan Josep “Pep” Guardiola masih amat berpeluang menorehkan kekalahan kandang pertama bagi Palace musim ini. Apalagi kalau Kevin de Bruyne sudah bisa bermain setelah pulih dari cedera paha.

Peran gelandang Timnas Belgia itu sangat sentral bagi City. Ketika De Bruyne bermain, juara bertahan Liga Premier itu mengemas 25 gol dari enam laga. Sebaliknya, City harus takluk 0-2 kontra Wolves ketika sang gelandang kreatif absen. Selain De Bruyne, John Stones berpeluang comeback dari cedera paha yang dialaminya sejak September.

Absennya Stones dan Aymeric Laporter di jantung pertahanan menjadi salah satu biang penurunan performa City musim ini. Fernandinho yang diplot sebagai bek tengah dadakan terbukti belum cukup ampu menambal lubang perthanan.

Di kubu tuan rumah, Pelatih Roy Hodgson tetap mengandalkan Wilfried Zaha dan Jordan Ayew untuk menggoyang pertahanan The Citizens. Strategi defensif ala Hodgson juga berpotensi membuat City mengalami deadlock ketika melawan Wolves. Jangan lupa, Hodgson menjadi satu-satunya pelatih Inggris yang pernah mengalahkan Guardiola yakni saat membawa Palace menang 3-2 di Etihad pada Desember 2018.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten