Covid-19 Sukoharjo: Kasus Pasien Positif Nyaris 1.000 Orang
Ilustrasi Corona (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SUKOHARJO – Angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sukoharjo hampir menyentuh 1.000 orang. Tingginya jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Sukoharjo beriringan dengan meningkatnya angka kesembuhan atau recovery rate yakni 80,9 persen.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (27/10/2020), jumlah pasien positif yang tersebar di 12 kecamatan per 27 Oktober 2020 sebanyak 993 orang. Perinciannya, jumlah pasien positif dengan gejala sebanyak 370 orang. Sedangkan pasien positif tanpa gejala mencapai 623 orang.

Terdapat klaster baru pandemi Covid-19 yang muncul pada pekan ini. Yaitu tujuh pasien dari klaster wiraswasta di Dusun Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, lima pasien dari klaster keluarga di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, dan lima orang dari klaster keluarga ASN Kabupaten Karanganyar di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol.

Terungkap! Eko Pukul Kepala Yulia 7 Kali Pakai Linggis

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan tren persebaran wabah di Kabupaten Jamu masih tinggi, sehingga kasusnya terus bertambah. Kurva pandemi Covid-19 belum melandai bahkan cenderung naik setiap pekan.

Selain penambahan jumlah pasien positif, naiknya kurva pandemi dipengaruhi tingginya angka kematian atau mortality rate pasien positif. Hingga Selasa, (27/10/2020) jumlah pasien positif yang meninggal dunia sebanyak 53 orang.

“Sebagian besar pasien positif baru tanpa gejala. Gugus tugas berupaya melakukan deteksi dini secara agresif untuk menemukan pasien positif baru,” kata dia.

Uji Swab

Lonjakan pasien positif Covid-19 imbas dari penguatan kapasitas uji swab dengan metode PCR atau polymerase chain reaction. Setiap puskesmas telah membuka layanan uji swab untuk masyarakat.

91 Anak di Sragen Kena Corona, Orang Tua Diimbau Tak Ajak Anak ke Kerumunan

Hal ini merupakan bagian dari penguatan jaringan laboratorium di setiap daerah guna mempercepat pengetesan spesimen.

Kontak erat lini pertama pasien positif bakal menjalani uji swab untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

“Kami bakal agresif dalam menemukan pasien positif baru dengan meningkatkan layanan uji swab di puskesmas. Semakin banyak spesimen yang diperiksa otomatis jumlah pasien positif kian bertambah,” ujar dia.

Penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Sukoharjo diiringi dengan meningkatnya angka kesembuhan pasien atau recovery rate. Bahkan, ada empat daerah yang mencatat angka kesembuhan di atas 90 persen.

Siap-Siap, Erupsi Gunung Merapi Berikutnya Semakin Dekat, Ini Tanda-tandanya

Empat daerah dengan angka kesembuhan tertinggi yakni Kecamatan Weru sebesar 95,7%, Kecamatan Bulu 94,9%, Kecamatan Sukoharjo 90,4% dan Kecamatan Tawangsari 90,0%.

Upaya meningkatkan recovery rate dan menurunkan angka kematian atau mortality rate dilakukan dari hulu sampai hilir. Hal ini strategi menahan laju persebaran pandemi Covid-19 di Sukoharjo.

“Tata kelola penanganan Covid-19 di rumah sakit rujukan bakal dievaluasi untuk menekan angka kematian pasien positif. Sebagian besar pasien positif yang meninggal dunia memiliki penyakit penyerta atau komorbid,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom