Covid-19 Sukoharjo: 2 Klaster Keluarga Kartasura Sumbang 19 Kasus, 4 Di Antaranya Ibu Hamil
Ilusttrasi ibu hamil terinfeksi virus. (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua klaster keluarga asal Ngadirejo dan Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, menyumbang 19 kasus positif Covid-19 pada Senin (28/9/2020).

Dari 19 kasus itu, empat orang merupakan ibu hamil. Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengonfirmasi adanya empat ibu hamil yang tertular virus corona dari dua klaster Kartasura itu.

Kepala DKK Sukoharjo ini menyampaikan empat ibu hamil itu saat ini menjalani perawatan medis lantaran khawatir dengan kondisi bayi mereka.

Selain Ngadirejo dan Pabelan, Ini 4 Keluarga Yang Juga Jadi Klaster Covid-19 Sukoharjo

Gugus tugas masih melakukan tracing kontak erat lini pertama pasien positif untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 dari dua klaster keluarga asal Kartasura tersebut.

"Kami juga memperkuat uji swab terhadap kelompok masyarakat berisiko tinggi seperti ibu hamil, lanjut usia [lansia] dan masyarakat yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta," katanya.

Yunia mengatakan selain empat ibu hamil, ada enam pasien positif dengan gejala yang juga menjalani rawat intensif di rumah sakit. Sementara pasien positif yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid sebanyak delapan orang.

15 Tahun Menunggu Punya Anak, Pemulung Solo Ini Malah Keguguran Gara-Gara Tabrak Lari

Enam Klaster Keluarga

Komorbid yang menyertai pasien positif Covid-19 dari dua klaster keluarga Kartasura tersebut meliputi beragam penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, hingga jantung.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo mencatat total ada enam keluarga lainnya yang juga menjadi klaster. Enam klaster itu masing-masing Ngadirejo dan Pabelan (Kecamatan Kartasura), Kedungjambal dan Ponowaren (Kecamatan Tawangsari), Tiyaran (Kecamatan Bulu), dan Gayam (Kecamatan Sukoharjo

Bawaslu Solo Minta Paslon 01 Dan 02 Laporkan Agenda Kampanye

Klaster Kedungjambal dan Ponowaren menyumbang 18 kasus konfirmasi. Sisanya, dua klaster keluarga asal Tiyaran, Kecamatan Bulu, dan Gayam, Kecamatan Sukoharjo. Juru Bicara Percepatan Penanangan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan penularan Covid-19 pada klaster keluarga cukup cepat dan masif.

Untuk pencegahan bertambahnya jumlah klaster keluarga ini, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu baik saat keluar rumah maupun dalam rumah.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom