Covid-19 Solo: Muncul Klaster Keluarga Jebres, Dari Screening Kelompok Risiko Tinggi
Ilustrasi klaster Covid-19 di lingkungan keluarga. (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Solo mencatat munculnya satu klaster baru yakni keluarga asal wilayah Kelurahan Jebres.

Total ada 12 kasus konfirmasi positif corona dari klaster ini. Awal mula munculnya klaster ini yakni dari screening kelompok risiko tinggi atau risti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan induk kasus pada klaster keluarga ini adalah seorang lansia berusia lebih dari 60 tahun dan memiliki penyakit kronis.

Soal Tunggakan PDAM Rp25 Juta, Ini Penjelasan Cawali Solo Bagyo Wahyono

“Program screening ini ternyata membawa hasil, meski tak diharapkan. Tidak sedikit hasil screening yang membawa ekor. Kasus screening yang membawa ekor terbanyak ya dari Kelurahan Jebres ini. Keluarga enam orang, tetangga lima orang. Total 12 orang, tapi hampir semuanya asimtomatik,” katanya kepada Solopos.com melalui telepon, Jumat malam.

Selain dari klaster keluarga, Satgas Penanganan Covid-19 Solo juga mencatat tambahan dari Pasar Harjodaksino, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan terdapat tambahan tiga kasus dari Pasar Harjodaksino, namun dua dari tiga kasus itu berdomisili luar Solo. “Jumlah itu dari belasan pedagang yang menjalani swab. Termasuk tinggi angkanya,” jelas Ahyani.

Video Viral Pengendara Motor Bawa Jenazah Di Jalanan Boyolali, Ternyata Begini Ceritanya

Kasus DLH dan BPBD

Kasus induk DLH berawal dari seorang aparatur sipil negara (ASN) yang memeriksakan kesehatan ke puskesmas. Hasilnya ia masuk kategori suspek yang lantas menjalani uji swab dan hasilnya positif Covid-19. Kemudian, rekan sekantornya menjalani uji swab pada Selasa (27/10/2020) dan hasilnya keluar pada Jumat ini.

“Satu kasus induk DLH membawa dua ekor. Nah, karena sejak Rabu [28/10/2020] cuti bersama, kantor DLH sudah tutup sementara untuk disemprot desinfektan,” katanya.

Selain klaster keluarga Jebres dan DLH, ada juga kasus positif Covid-19 dari BPBD Solo. Kasus induknya berasal dari salah satu pasangan ASN dari lingkungan kantor itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabupaten Wonogiri Kembali ke Zona Oranye, Bagaimana Nasib Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka?

Karena menjadi kontak erat, ASN BPBD itu ikut uji swab dan ternyata hasilnya juga positif. “Kami inventarisasi kontak erat dan dekat ASN lingkungan kantornya pada Jumat ini untuk kemudian uji swab pada Sabtu [31/10/2020]. Ini merupakan tracing pengembangan mengingat ASN BPBD tersebut bukan kasus induk,” jelas Ahyani.

Catatan kasus positif Covid-19 Kota Bengawan pada libur panjang akhir pekan, Jumat (30/10/2020), bertambah 35 orang. Perinciannya, 25 orang dari hasil tracing kontak, tujuh dari pasien suspek yang naik kelas, dan tiga dari warga yang uji swab mandiri.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom