Covid-19 Reda, Kepuasan Publik kepada Jokowi Meningkat

Menurut dia, naiknya tingkat kepuasan menunjukkan kebijakan pengendalian Covid-19 yang dipilih pemerintah efektif dalam menekan lonjakan kasus serta berdampak pada pelonggaran kegiatan ekonomi masyarakat.

 Presiden Joko Widodo (depan) mengendarai sepeda motor custom Kawasaki W175 saat mencoba lintasan Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (12/11/2021). Presiden Jokowi mencoba langsung sirkuit tersebut sekaligus meresmikannya. ANTARA FOTO/Setpres/Agus Suparto/Handout/sgd/wsj.

SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo (depan) mengendarai sepeda motor custom Kawasaki W175 saat mencoba lintasan Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (12/11/2021). Presiden Jokowi mencoba langsung sirkuit tersebut sekaligus meresmikannya. ANTARA FOTO/Setpres/Agus Suparto/Handout/sgd/wsj.

Solopos.com, JAKARTA — Tingkat kepuasan publik kepada Presiden Jokowi meningkat seiring redanya kasus Covid-19 di Indonesia. Survei New Indonesia Research & Consulting menunjukkan tingkat kepuasan publik kepada Presiden Jokowi beranjak naik dari angka di bawah 60 persen menjadi 64,5 persen.

“Covid-19 reda dan Indonesia makin dipercaya dunia, tingkat kepuasan terhadap Jokowi naik,” kata Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Menurut dia, naiknya tingkat kepuasan menunjukkan kebijakan pengendalian Covid-19 yang dipilih pemerintah efektif dalam menekan lonjakan kasus serta berdampak pada pelonggaran kegiatan ekonomi masyarakat.

Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 di Indonesia mulai reda. Jika sebelumnya dampak dari penyebaran varian delta memicu gelombang kedua pada bulan Juli—Agustus 2021, kini penambahan kasus positif harian secara nasional sudah turun jauh.

Pada puncaknya, lonjakan kasus Covid-19 mencapai kisaran 50.000 dan kematian 2.000 orang per hari. Fasilitas kesehatan nyaris kolaps, ICU tidak mampu lagi menampung pasien yang membeludak hingga terjadinya kelangkaan pasokan oksigen.

Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah merespons dengan menerapkan PPKM darurat, kemudian berubah menjadi PPKM level satu hingga empat. Hal itu berdampak pada kegiatan ekonomi yang mesti terhenti atau beroperasi secara terbatas.

Situasi pandemi berangsur membaik dengan pemulihan yang cepat dibandingkan dengan negara-negara tetangga, termasuk pula dilakukannya pelonggaran atas pembatasan dengan banyaknya daerah telah berada pada PPKM level dua dan tiga, bahkan pada level satu.

Sejalan dengan itu, Indonesia juga dipercaya dunia dengan memimpin presidensi G20 dalam KTT di Roma, Italia. Presiden Jokowi juga secara khusus terbang ke Eropa untuk menghadiri konferensi perubahan iklim di Glasgow, Inggris Raya.

Andreas menilai tampilnya Jokowi di forum internasional sejatinya turut memperbesar angka kepuasan publik. Apalagi, selama ini Jokowi kerap absen dan lebih banyak berkutat dengan urusan domestik. Dengan kata lain, hanya menunjuk jajaran pejabat tinggi untuk menggantikannya.

Baca Juga: Kepuasan Publik Atas Kinerja Jokowi Menurun, Ini Angkanya 

“Posisi Indonesia yang memegang presidensi G20 harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, termasuk untuk menggerakkan perekonomian nasional,” ujar Andreas.

Meskipun demikian, dia berharap Pemerintah tidak abai terhadap kemungkinan munculnya gelombang ketiga Covid-19 pada liburan Natal dan tahun baru. Ditambah lagi dengan ancaman varian baru Omicron sehingga Indonesia harus mengambil langkah-langkah efektif untuk pencegahan.

“Jangan sampai terulang kembali lonjakan seperti saat varian delta menyebar,” katanya.

Sebagai catatan, survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada tanggal 11—20 November 2021 terhadap 1.200 orang yang mewakili seluruh provinsi tersebut juga menunjukkan masih adanya publik yang merasa tidak puas sebesar 30 persen, sisanya tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 5,5 persen.

Secara umum, metode survei yang dilakukan adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,89 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Sedekah Perusahaan ke Yusuf Mansur, Pengusaha Ini Mengaku Kecewa

Belakangan perusahaan tersebut dikembangkan Yusuf Mansur dengan branding Paytren.

Wow, Pebisnis Ini Sedekah Perusahaan kepada Ustaz Yusuf Mansur

Ia menyedekahkan perusahaan miliknya PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) untuk Pondok Pesantren Darul Quran melalui Yusuf Mansur

Faisal Basri Bakal Gugat UU Ibu Kota Negara

Faisal Basri menilai pengesahan UU IKN tergesa-gesa.

Kasus Omicron Melonjak, Ini Pesan Presiden Jokowi

Jokowi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap varian Omicron tetapi tidak perlu bereaksi berlebihan.

Sosok Sabdo Palon, Tokoh yang Dikenal Sebagai Penguasa Tanah Jawa

Inilah sosok Sabdo Palon yang dikenal sebagai tokoh penguasa Tanah Jawa.

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$35,34 M, Tertinggi Sejak 2006

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut neraca perdagangan Indonesia pada 2021 mengalami surplus tertinggi sejak 2006 atau 15 tahun lalu.

Kapolri Impikan Polisi Punya Kemampuan Auditor Keuangan

Kapolri menyebutkan, pentingnya pemberian sertifikat CSFA untuk para perwira menengah dan perwira pertama Polri agar memiliki kemampuan untuk melakukan audit.

Ahli Kepolisian: Penembakan Anggota Laskar FPI Seusai Prosedur

Penembakan empat anggota FPI yang dilakukan oleh dua polisi di Tol KM 50 tidak menyalahi prosedur karena insiden itu masuk kategori situasi ekstrem.

Kisah Dibalik Perubahan Nama Yusuf Mansur, Sama-Sama 2 Kali Dipenjara

Yusuf Mansur membeberkan kisah dibalik perubahan namanya dari Jam'an Nurchotib Mansur menjadi Yusuf Mansur, yakni sama-sama pernah dua kali dipenjara.

Gempa Afghanistan Telan Korban 22 Nyawa

Korban meninggal akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Provinsi Badghis, Afghanistan bertambah menjadi 22 orang, Selasa (18/1/2022).

Vaksin Merah Putih Jadi Prioritas Badan Riset Negara

Vaksin Merah Putih menjadi salah satu jenis vaksin yang diharapkan menjadi vaksin yang dihasilkan oleh anak bangsa.

Perempuan Depresi Turun dari Menara Setelah Kapolsek Panggil "Sayang"

Melalui alat pengeras suara (toa), Kompol Manapar bereaksi dan mengucapkan, 'Sayang ayo turun", sebanyak dua kali, untuk membujuk Julidar.

+ PLUS Periode Maret-September 2021, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Menurun

Tingkat ketimpangan atau pengeluaran masyarakat di tingkat nasional yang diukur oleh rasio Gini pada Maret 2021 dan pada September 2021 menunjukkan penurunan.

Miris, Umrah Batal Gara-Gara Investasi ke Yusuf Mansur Menguap

Padahal, uang tabungan tersebut sengaja mereka investasikan dengan harapan hasilnya bisa dipakai untuk biaya umrah orang tua mereka.

Vonis Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat, Akan Lebih Ringan atau Mati

Vonis Komisaris PT TRAM, Heru Hidayat, terdakwa kasus korupsi dana investasi PT Asabri akan sesuai tuntutan atau lebih ringan tergantung keputusan Pengadilan Tipikor Jakarta Selasa (18/1/2022).