Covid-19 Klaster Hajatan di Karanganyar Ngegas, Ada Ratusan Kasus
Anggota Satpol PP Kabupaten Karanganyar membubarkan hajatan di Dukuh Pringapus, Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan pada Rabu (13/1/2021). (Solopos.com/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR – Klaster hajatan menjadi salah satu penyumbang kasus positif Covid-19 terbanyak ddi Karanganyar. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memperingatkan masyarakat agar tidak sembrono dengan hajatan.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyebut lonjakan kasus positif Covid-19 yang terjadi beberapa waktu terakhir berasal dari klaster hajatan. Bupati mengaku menerima laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar perihal kasus di beberapa kecamatan disebabkan klaster hajatan.

Langgar Aturan, Hajatan di Karangpandan Dibubarkan Satpol PP Karanganyar

Pesan Bupati

Bupati menyayangkan sikap masyarakat yang dinilai abai dan nekat melanggar anjuran dan aturan pemerintah dengan berbagai alasan.

"Laporan belum konkret sampai hari ini. Tapi dari 21 puskesmas di Kabupaten Karanganyar itu sudah me-warning saya. 'Pak, hajatan'. Ini mereka capek melacak kontak erat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari satu lokasi hajatan. Karena banyak," kata Bupati saat berbincang dengan wartawan seusai menghadiri acara di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (13/1/2021).

Bupati menyampaikan keprihatinan karena kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karanganyar kembali melonjak. Data terakhir pada Selasa (12/1/2021) total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Karanganyar mencapai 3.420 kasus. Angka itu meningkat 99 kasus apabila dibandingkan pada Senin (11/1/2021), yakni 3.321 kasus.

"Ini lonjakannya dahsyat. Yang harus saya sampaikan ke masyarakat ya hati-hati. Sembrono mu itu harus dibayar dengan persebaran yang liar. Ini masih pandemi Covid-19. Muncul klaster rumah tangga dan hajatan," jelasnya.

Kisah Dukun Cabul di Wonogiri: Dulu Dicabuli, Kini Jadi Tersangka Pencabulan

Yuli, sapaan akrabnya, menyebut klaster rumah tangga berasal dari aktivitas keluarga, kerabat, dan masyarakat berkumpul saat menghadiri takziah. Padahal, hasil tes swab Covid-19 terhadap orang yang telah meninggal itu belum keluar.

Begitu hasil tes swab menyatakan yang bersangkutan positif Covid-19, lanjut Bupati, masyarakat yang menghadiri takziah otomatis menjadi kontak erat.

"Mereka swab dan hasilnya semua positif. Banyak, banyak. Yang soal hajatan itu saya sebut masyarakat masih sembrono karena masih berkerumun. Masih menggunakan konsep piring terbang khas di desa. Makanya saya bilang hajatan ini pakai konsep banyumili. Tidak duduk, pulang langsung membawa makanan," ungkap dia.

4 Minuman Sehat Nol Kalori Cocok Buat Diet

Saat ditanya kecamatan mana di Karanganyar yang terdeteksi terdapat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 karena klaster hajatan, Yuli mengaku belum mengantongi data. Tetapi, dia menyampaikan bahwa Dinkes Karanganyar masih mengumpulkan data riil, termasuk lokasi, jumlah kontak erat, dan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Klaster hajatan itu cukup mengkhawatirkan. Saya butuh data supaya masyarakat tidak menyepelekan imbauan saya. Ini hlo hajatan mu seperti ini kena Covid-19. Silakan hajatan tapi banyumili dan disiplin. Yang belum [dapat rekomendasi menyelenggarakan hajatan] jangan dulu," ujar dia.

Hoaks Minum Minyak Kayu Bikin Hasil Swab Negatif

Sementara itu Kepala Satpol PP Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, secara aktif menerjunkan anggotanya berpatroli. Pihaknya bahkan sempat membubarkan hajatan di Dukuh Pringapus, Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar pada Rabu (13/1/2021) yang dinilai melanggar aturan PPKM.

Yopi menyebut klaster hajatan menyumbang sekitar 200 kasus Covid-19 di Karanganyar. Dia pun meminta masyarakat bersabar dan menahan diri agar tidak menggelar hajatan selama masa PPKM.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom