Corona Mewabah, Bagaimana Nasib Pilkada 2020?
Ilustrasi pemilu. (Solopos/dok)

Solopos.com, JAKARTA - Mewabahnya virus corona di berbagai daerah di Indonesia ditakutkan akan memengaruhi sejumlah agenda nasional, termasuk Pilkada 2020.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah mengkaji ulang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 karena mewabahnya corona di berbagai daerah di Indonesia.

Penemuan Mayat Petani Sragen: Bocah SD Temukan Jasad Tetangganya Membusuk Di Rumah

"DPR RI meminta kepada pemerintah untuk mengkaji pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah menjalarnya wabah nasional virus corona. Apakah pelaksanaan pilkada serentak dimundurkan atau tetap sesuai agenda yang sudah disepakati? Dengan catatan memberlakukan mekanisme tertentu guna menghindari penyebaran virus corona ini," beber Dasco sebagaimana diinformasikan Detik.com, Senin (16/3/2020).

Ia menilai penyampaian visi misi dan juga janji kampanye saat ini seharusnya dilakukan melalui media massa maupun sosial.

Kecelakaan Truk Terguling Sragen Bikin Lalu Lintas di Jl. Ring Road Utara Tersendat

"Di era digital ini, kampanye tanpa tatap muka dan tanpa melibatkan massa banyak sangat mungkin dilakukan," imbuhnya.

Pilkada Solo

Kota Solo, Jawa Tengah (jateng), menjadi salah satu daerah yang akan melaksanakn Pilkada Serentak 2020. Mengenai mewabahnya virus corona ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo Nurul Sutarti memastikan tahapan Pilkada 2020 tetap berjalan sesuai agenda.

Ia berdalih saat ini belum ada perintah dari KPU Pusat untuk menunda agenda Pilkada 2020. "Sejauh ini belum ada perubahan. Kami jalan terus," jelas Nurul kepada Solopos.com, Minggu (15/3/2020).

Polisi Sidoarjo Ungkap Kasus Pengemasan Ulang Masker Ilegal Asal China

Nurul Sutarti mengaku terus berkoordinasi dengan KPU Provinsi Jateng dan KPU pusat terkait status kejadian luar biasa (KLB) virus Corona di Solo. Tapi hingga Minggu siang belum ada perubahan tahapan Pilkada Solo.

5 Santri dan 1 Kiai di Grobogan Meninggal Tenggelam di Lubang Bekas Galian C

“KPU Jateng sudah menyampakan kepada kami bahwa sejauh ini masih menunggu petunjuk dari KPU pusat. Sembari menunggu petunjuk dari KPU pusat, penyelenggaraan tahapan pilkada harus terus berjalan,” urai dia.

Hari Ini Dalam Sejarah: 9 Maret 1769, Napoleon Bonaparte Menikah dengan Janda


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho