Corona Jateng: Positif 38 Kasus, Solo Tambah 1 dan Wonogiri 1
Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo (tengah), didampingi Dirut RSUD Dr. Moewardi Solo, dr. Cahyono Hadi (paling kanan), dan Spesialis Penyakit Paru-Paru RSUD Dr. Moewardi, dr. Harsini, saat mengumumkan pasien suspect virus corona yang meninggal di Solo di Kantor Dinkes Jateng, Kota Semarang, Kamis (12/3/2020). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SOLO – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengumumkan jumlah kasus positif penyakit corona (Covid-19) Jateng bertambah 19 kasus, Rabu (25/3/2020). Dari jumlah itu, sebanyak dua kasus berasal dari Solo dan Wonogiri.

Satu pasien positif corona di Solo dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo. Sedangkan, pasien positif corona di Wonogiri menjalani perawatan di RSUD Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Antisipasi Corona Wonogiri: Pengemudi dan Penumpang Bus Di-Screening

Secara terperinci, penambahan kasus baru corona Jateng itu terdiri atas RSUP Dr Kariadi Semarang 2 kasus, RS Wongsonegoro Semarang 4 kasus, RSUD Goeteng Purbalingga 3 kasus, dan RSUD Cilacap 1 kasus.

Selain itu, RSUD Banyumas bertambah 3 kasus, RS Kardinah Tegal 1 kasus, RS Sudjono Magelang 2 kasus, dan RSUD Setjonegoro Wonosobo 1 kasus.

Ibu Presiden Jokowi Meninggal, RS DKT Solo Dijaga Ketat

“Jadi total di Jawa Tengah saat ini positif Covid-19 berjumlah 38 orang, dirawat 34, dan meninggal 4 orang. Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2858 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 257,” kata Ganjar di Semarang, Rabu (25/3/2020).

PDP Corona Sukoharjo Bertambah Jadi 10 Orang, ODP 68 

Ganjar menegaskan penambahan kasus positif corona di Jateng sangat signifikan. Hal ini harus menjadi perhatian serius seluruh masyarakat. Ia meminta masyarakat makin sadar soal wabah Covid-19.

Riwayat Ibu Presiden Jokowi Sudjiatmi Notomihardjo, Dari Tukang Jahit ke Bisnis Kayu

“Saya ingatkan, jangan menyepelekan, jangan merasa kuat dan sehat lalu berbuat semau sendiri tanpa mengindahkan himbauan pemerintah,” pesan Ganjar.

Pantau Perantau yang Mudik

Foto Kemesraan Jokowi dan Almarhumah Ibu

Gubernur Ganjar juga meminta kepala daerah untuk lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Data setiap perantau yang pulang, cek kesehatannya, dan pantau terus perkembangannya.

“Protokol yang sama juga harus diterapkan di level desa, bahkan RT dan RW. Dengan demikian jika ditemukan pasien positif baru, kita akan bisa menelusuri riwayat kontak dan pergerakan pasien tersebut,” ujar Ganjar.

Kabar Duka: Ibu Presiden Jokowi Meninggal

Ia menceritakan banyak perantauan mudik ke Jateng akhir-akhir ini. Sebagai contoh misalnya, ada 80 bus membawa 1776 penumpang dari Jakarta ke Jepara. Kemudian, terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jateng.

Pada 22 Maret, misalnya di Terminal Bulupitu Purwokerto ada 2.323 penumpang turun. Lalu, di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2.625 penumpang. Situasi yang sama juga terjadi di terminal Cepu, Pemalang, kebumen, Wonosobo, Cilacap, dan lainnya.

Lahir di Tengah Wabah Covid-19, Anak Ini Dinamai Siva Korona

Selain itu, para kepala daerah juga harus lebih ketat dalam mengimbau masyarakat untuk tidak menciptakan kerumunan. Pemda juga diminta getol mengedukasi warga untuk menunda setiap bentuk aktivitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan.

“Silahkan membatasi pergerakan atau bahkan menutup tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya,” tutur Ganjar Pranowo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho