Tutup Iklan
Warga mengikuti jalan sehat Pasar Rakyat peringatan HUT ke-69 Jateng di Wonogiri, Sabtu (24/8/2019). (Istimewa-Bagian Humas)

Solopos,.com,  WONOGIRI — Copet gentayangan di jalan sehat Pesta Rakyat Wonogiri. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Wonogiri, Heru Nur Iswantoro, dan sejumlah warga lainnya diduga menjadi korban pencopetan saat mengikuti jalan sehat Pesta Rakyat peringatan HUT ke-69 -jadi-kabupaten-klaten-suguhkan-215-tumpeng">Jawa Tengah  (Jateng) di Wonogiri, Sabtu (24/8/2019). Dia dan korban lainnya kehilangan dompet beserta isinya dan beberapa unit telepon seluler (ponsel).

Heru kepada Solopos.com,  mengatakan diduga pencopet beraksi saat para peserta jalan sehat berkerumun di depan Makodim 0728/Wonogiri. Ketika itu peserta berebut kupon doorprize yang dibagikan tiga atau empat petugas.

Sebenarnya Heru enggan ikut-ikutan memperebutkan kupon. Dia bersama rekan-rekannya terus berjalan menuju utara atau arah Pasar Kota Wonogiri. Namun, tiba-tiba ada kardus berisi kupon yang dilemparkan ke arahnya dan jatuh di dekatnya.

Heru pun spontan mengangkatnya. Para peserta pun beramai-ramai mengerumuninya untuk mendapatkan kupon tersebut. Heru yang berada di tengah tak kuasa menahan kardus itu lalu menjatuhkannya. Kemudian dia bergegas menghindari kerumunan peserta.

“Saat sudah berada di luar kerumunan, sekitar 5 m-10 meter dari kerumunan, saya langung sadar resleting kantong celana taktikal saya terbuka. Saya cek, dompet saya sudah hilang. Apes betul saya. Kemungkinan besar dompet saya dicopet pas saya dikerumuni para peserta. Sebelum kejadian itu dompet saya masih di dompet dan resleting kantong celana saya masih tertutup,” kata Heru saat dihubungi Solopos.com.

Dompet miliknya berisi surat tanda nomor kendaraan (STNK) sepeda motor istrinya, surat izin mengemudi (SIM), kartu tanda penduduk (KTP), kartu pegawai, kartu Taspen, anjungan tunai mandiri (ATM), dan uang tunai lebih dari Rp700.000.

Dia tak mempermasalahkan uang yang hilang. Namun, dia merasa berat kehilangan surat-surat penting. Sebab, jika tak ditemukan dia harus mengurus ke kepolisian dan membuat surat dan kartu baru. Proses itu membutuhkan waktu cukup lama dan biaya.

“Setelah itu saya lapor ke Polsek Wonogiri Kota,” imbuh Heru.

Dia bertemu dengan dua perempuan yang masing-masing mengaku kehilangan ponsel sesaat setelah ikut berkerumun saat ada pembagian kupon doorprize. Beberapa lama kemudian dia mendapat informasi dari seorang guru SMP yang juga temannya bahwa siswanya kehilangan ponsel.

Siswa bersangkutan menyadari ponselnya telah raib sesaat setelah melewati depan Makodim. Atas serangkaian kejadian itu, Heru menduga pelaku sebelumnya sudah memetakan tempat yang sekiranya ada kerumunan orang.

Kapolsek Wonogiri Kota, AKP Budiyono, mengonfirmasi telah menerima laporan warga yang merasa kehilangan dompet. Namun, hingga Sabtu sore laporan yang diterima hanya dari satu orang. Menurut dia kehilangan barang belum tentu kecopetan.

Ada kemungkinan barang tersebut jatuh lalu ditemukan orang, tetapi tidak dikembalikan. Dia mengimbau warga menjaga barang berharganya lebih ketat saat menghadiri kegiatan yang terdapat banyak massa.

“Kalau menemukan dompet yang di dalamnya ada kartu identitasnya, lebih baik dikembalikan melalui petugas. Bisa diserahkan kepada polisi, petugas TNI, Satpol PP, Dishub, atau lainnya. Petugas pasti akan mengembalikan kepada pemiliknya,” kata Kapolsek mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Seperti diketahui, jalan sehat merupakan satu dari banyak kegiatan Pasar Rakyat peringatan HUT ke-69 Jateng yang dipusatkan di Wonogiri, Jumat-Minggu (23-25/8/2019).

Jalan sehat yang diikuti ribuan warga itu mengambil rute dari depan Setda ke timur-perempatan Gudang Seng ke utara melalui Jl. Jenderal Sudirman-pertigaan toko emas Semar Nusantar-berakhir di depan Setda. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten