Timnas Jepang (Reuters-Diego Vara)

Solopos.com, PORTO ALEGRE - Mungkin tak sedikit yang memandang sebelah mata Jepang sebelum mereka mengawali Copa America 2019. Maklum, tim berjuluk Samurai Biru bestatus sebagai tim undangan di turnamen untuk negara-negara Amerika Selatan ini. Mereka juga hanya membawa pemain-pemain muda yang diproyeksikan untuk Olimpiade Tokyo 2020 nanti.

Akan tetapi, Jepang mampu membuktikan bukan sebagai tim undangan biasa. Setelah dipermalukan Chile 0-4 pada laga pembuka Grup C, tim yang dinakhodai Hajime Moriyasu tersebut mampu menahan tim favorit juara, Uruguay, dengan skor 2-2 di Arena do Gremio, Porto Alegre, Jumat (21/6/2019) dini hari WIB.

Jepang memaksa Uruguay dua kali mengejar ketertinggalan sebelum kedudukan menjadi imbang 2-2. Samurai Biru mengejutkan gawang Uruguay dengan gol cantik Koji Miyoshi pada menit ke-25. Uruguay beruntung karena mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol penalti Luis Suarez sekitar tujuh menit kemudian.

Pada babak kedua, Miyoshi mengemas gol keduanya setelah memanfaatkan bola muntah pada menit ke-59. Menurut catatan Opta Javier, Miyoshi merupakan pemain pertama yang mampu mengemas brace ke gawang Uruguay di Copa America sejak Luciano Figuero dari Argentina melakukan hal serupa pada 2004 alias 15 tahun silam. Uruguay akhirnya kembali menyamakan keduduka melalui gol sundulan Jose Mario Gimenez memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-66.

“Jepang punya pemain muda dan cepat, namun kami tahu mereka punya kualitas besar. Mereka menekan kami dengan baik dan tidak membiarkan kami bermain sesuai cara kami,” jelas Suarez, seperti dilansir bbc.com.

Jepang tak hanya memberikan tekanan karena serangan cepat mereka. Samurai Biru mempertontonkan pertahanan solid sehingga tidak membiarkan bomber-bomber berpengalaman Uruguay leluasa menuju kotak pertahanan mereka.

Uruguay memang melakukan hingga 29 tembakan percobaan. Sebanyak, 11 di antaranya dari Suarez. Namun, Uruguay hanya mengonversinya menjadi dua gol. Bahkan Suarez gagal mengemas gol lewat open play. Tekanan dari Jepang juga memaksa Diego Godin cs. kendur dalam akurasi operan. La Celeste “hanya” mencatat akurasi operan 73,8%, terendah dalam 10 laga terakhir setelah Piala Dunia 2018.

Sebiji poin setelah menahan imbang Uruguay sangat berarti bagi Samurai Biru. Sebab, asa mereka untuk melenggang ke perempat final belum tertutup rapat. “Hasil ini akan membantu kami berkembang dan mendongkrak kepercayaan diri kami,” ungkap Hajime Moriyasu. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten