CONFERENCE OF PARTIES : Indonesia Targetkan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca 29%
Siti Nurbaya (partainasdem.org)

Conference of Parties akan dihadiri perwakilan di Indonesia untuk membahas perubahan iklim.

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia meningkatkan target pengurangan emisi gas rumah kaca menjadi 29% dari yang sebelumnya 26% dengan usaha nasional pada 2030.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan Indonesia akan meningkatkan komitmennya dalam upaya mengatasi perubahan iklim.

Dalam Intended Nationally Determined Contributions (INDC) yang dikirimkan kepada Conference of Parties ke-21, pemerintah meningkatkan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Dulu target pemerintah adalah mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 26% dengan usaha sendiri dan 41% dengan dukungan global pada 2030. Sekarang, target kami menjadi 29% dengan berbagai pertimbangan dan perhitungan,” katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Siti menuturkan pemerintah juga akan fokus menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor energi dan sumber daya alam. Sebelumnya, kehutanan menjadi sektor utama yang diperbaiki dalam upaya pemerintah menangani persoalan perubahan iklim.

Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga akan memberikan dokumen INDC kepada Bappenas, Kementerian ESDM, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Sekretariat Negara, dan Sekretariat Kabinet agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami juga akan mengangkat konsep negara kepulauan, nawa cita, wawasan nusantara, dan hal lain yang tertuang dalam RPJMN di Conference of Parties,” ujar dia.

Utusan Khusus Presiden Untuk Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar, mengatakan INDC akan menjadi komitmen dari setiap negara untuk mengurangi emisi di negaranya sendiri.

Dokumen tersebut nantinya akan dikembalikan untuk dilaksanakan secara konsisten.

Menurutnya, penyusunan INDC tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, karena akan menjadi komitmen Indonesia terhadap dunia. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi patokan apakah Indonesia benar-benar berkontribusi dalam forum tersebut.

“Kalau terlalu rendah targetnya, maka upaya penanganan perubahan iklim tidak akan tercapai, tetapi kalau terlalu tinggi akan sulit dicapai,” ucap dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho